Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Wanita simpanan?


__ADS_3

Tidak di sangka tidak di duga, hari senin sudah di depan mata. Hari ini Arumi sudah bersiap dengan Abyan untuk berangkat ke kampus.


Mereka berangkat dengan mobil nya masing-masing. Arumi menolak untuk di antar Abyan, karena harus langsung mengajar, membiarkan Abyan langsung pergi saja ke kampus nya.


"Arumi" panggil seseorang membuat Arumi yang sedang berjalan beriringan dengan Widya menoleh.


"Lagi-lagi dia," gumam Widya. Sedangkan Arumi hanya menghela nafasnya pelan.


"Ada apa lagi Yusuf ke kampus?" batin Arumi melihat Yusuf menghampiri nya.


"Assalamu'alaikum, Arumi."


"Wa'alaikum salam," jawab Arumi dan Widya sambil melirik.


"Apa lagi Yusuf? belum puas kamu menemui Arumi?" ketus Widya


"Aku hanya ingin bertemu Arumi saja Wid, tidak mencari masalah dengan mu."


"Yusuf, harus berapa kali aku bilang. Kamu jangan pernah temui aku lagi, jaga perasaan Zahra."


"Arumi, aku kesini hanya ingin-


"Oh bagus, kalian memang sering bertemu tanpa sepengetahuan aku kan?" Ucapan Yusuf terpotong saat seseorang datang bersama ibunya.

__ADS_1


Mereka bertiga menoleh ke arah orang yang baru saja datang.


Zahra bersama ibunya mendekat ke arah mereka.


"Bagaimana ma, sudah tahu kan sekarang? Pelakor nya yang mana?" Zahra berucap pada mama nya, membuat Arumi dan Widya saling pandang.


"Apa maksud kamu ra?" Tanya Arumi yang dirinya merasa Zahra sedang membicarakan nya.


"Tentu saja sudah terlihat sayang." Mama Zahra ikut menimpali dan memandang Arumi tak suka.


"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Yusuf.


"Lalu, apa yang kamu lakukan disini? Bukankah kamu tidak kuliah di kampus ini?" Tanya mama Zahra membuat Yusuf memandang Arumi.


"Tidak bisa menjawab ma, selama wanita simpanan nya bersamanya." Zahra memandang Arumi tak suka.


"Masih tanya kamu siapa orangnya mi, tentu kamu sendiri." Tunjuk Zahra di depan wajah Arumi.


"Apa-apaan sih kamu ra, jaga bicara kamu. Arumi bukan wanita seperti itu." Yusuf membela Arumi, karena memang Arumi bukan wanita yang seperti di sebutkan Zahra.


"Bukan wanita simpanan, tapi selingkuhan. Betul?"


"Aku tidak pernah menjadi wanita simpanan ataupun selingkuhan Ra, apalagi berselingkuh dengan suami kamu. Aku sudah anggap kamu dan Widya itu saudara aku sendiri Ra." Dada Arumi sakit mendengar penuturan dari mulut Zahra, yang sudah ia anggap sebagai saudara nya sendiri.

__ADS_1


"Selingkuhan jarang ada yang ngaku, apalagi simpanan seperti kamu mi." Yusuf menampar kuat wajah istrinya itu, saking kuatnya sampai menoleh ke samping.


"Yusuf.." Pekik mama Zahra yang melihat anaknya di tampar oleh menantunya.


"Ma, Yusuf gak sengaja. Tapi ini pelajaran supaya buat dia tidak berkata yang tidak-tidak dengan Arumi, ma."


"Mama sangat kecewa dengan kamu suf, kamu menyakiti istri kamu demi wanita ini."


"Ayo kita pulang ma!"


"Ini semua gara-gara kamu, Arumi. Aku akan membalas semua yang kamu lakukan ini." Menarik tangan mama nya untuk segera pergi.


"Ra, aku minta maaf. Aku gak sengaja nampar kamu Ra," Yusuf meminta maaf melihat Zahra yang sudah berbalik pergi bersama mama nya.


"Kamu kejar Zahra suf, jangan pernah temui aku lagi." Arumi juga berbalik masuk ke kelas dengan mata memerah.


"Kamu belum sadar juga rupanya suf, mau aku adukan ini pada abah sekalian, hah?"


"Wid, kamu salah paham. Aku kesini hanya ingin minta maaf pada Arumi."


"Tidak perlu suf, Arumi sudah memaafkan kamu jauh sebelum kamu minta maaf sama dia. Jadi, tidak perlu menemui nya, mengerti!" Widya langsung berbalik menyusul Arumi ke kelas.


Yusuf mengusap wajahnya kasar, bukan ini yang ia harapkan. Tapi sudah terlambat, Zahra sudah menuduh Arumi yang tidak-tidak.

__ADS_1


Haduhh gimana sih suf...


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love.


__ADS_2