Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Pelakor?


__ADS_3

"Mau langsung pulang mi?" tanya Widya yang akan mengantarkan Arumi pulang.


Karena saat ini, Abyan sedang ada kegiatan di pesantren.


"Langsung aja deh, kamu gak apa kan Wid nganterin aku?"


"Kayak sama siapa aja kamu mi, jangan gak enakan gitu lah"


Baru saja mereka keluar dari kampus, Arumi dan Widya melihat Zahra berjalan ke arah mereka.


"Masyaa Allah, teman kita kesini mi."


Arumi tersenyum menatap Zahra yang berjalan menghampiri nya.


"Assalamu'alaikum Zahra."


"Wa'alaikum salam," jawabnya dengan nada ketus.


"Lama sekali tidak bertemu, setelah kamu menikah." Arumi dan Widya tersenyum senang bertemu sahabat nya.


"Aku kesini gak mau basa basi lagi yah," ucapnya.


Arumi dan Widya saling pandang, lalu mengernyit bingung.


"Maksudnya apa Ra?" tanya Arumi bingung.


"Iya ra, kenapa gak mau ngobrol dulu? atau kita duduk aja," ajak Widya.


"Gak perlu Wid, aku kesini cuma mau ngomong sama Arumi."


"Kamu mau ngomong apa Ra?" tanya Arumi memegang tangan Zahra.


Namun baru menyentuhnya, Zahra menghempaskan tangan Arumi.


"Kamu kenapa sih ra?" tanya Widya, kenapa jadi kasar begitu Zahra pikirnya.


"Gak usah sok lembut di hadapan ku, kamu itu pelakor mi." Tangan nya menunjuk ke arah Arumi.

__ADS_1


"Apaan sih maksud kamu ra?" tanya Widya semakin bingung.


"Kamu gak usah ikut campur Wid, ini urusan aku sama Arumi."


"Urusan Arumi, juga urusanku."


"Oh, kamu lebih memilih Arumi dari pada aku, iya?"


"Zahra, kita itu sahabat, kenapa harus milih antara kamu sama Arumi."


"Gak perlu, aku tidak membutuhkan sahabat seperti kalian."


"Lalu sekarang, kamu memutuskan hubungan persahabatan kita Ra?"


"Iya, itu semua gara-gara perempuan ini." Zahra menunjuk wajah Arumi.


"Apa maksud kamu ra? aku ada salah apa?" tanya Arumi yang memang tidak tau salahnya apa.


"Kamu jangan pura-pura, jangan kira aku tidak tau kalau kamu masih ada hubungan sama Yusuf."


"Jangan sebut Allah, kalau kamu itu memang pelakor."


"Jangan asal nuduh ya ra, Yusuf sendiri yang ngejar-ngejar Arumi, supaya mau sama dia." Widya tidak terima, karena memang Yusuf yang ngejar Arumi.


"Apapun alasannya, wanita ini sudah mau merebut suamiku."


"Aku udah punya suami ra, tolong jangan berbicara yang tidak benar." Arumi berkaca-kaca, hatinya sakit sahabat nya sendiri menuduh nya sebagai pelakor.


"Punya suami tidak cukup, untuk istri yang gatel kayak kamu."


"Cukup Zahra, apa yang kamu katakan itu semuanya tidak benar. Aku mencintai suamiku, aku tidak pernah punya niat menduakan nya."


"Aku kira kamu itu baik, tapi nyatanya kamu tidak. Menuduh tanpa mengetahui dulu kebenaran nya," ucap Widya memeluk Arumi.


Arumi ingin sekali menangis, namun dirinya harus kuat jika di tuduh sebagai pelakor.


"Baiklah, hanya itu aja yang mau aku bicarakan. Tapi kalau sampai aku melihat Yusuf menemui kamu lagi, awas kamu."

__ADS_1


Zahra pergi tanpa mengucapkan salam, ia menuju mobilnya di parkir.


"Arumi, kamu harus sabar. Aku gak habis pikir, kenapa Zahra bisa menuduh kamu seperti itu."


"Gak apa kok wid, lagian kan itu gak bener."


"Iya, ada aku yang selalu melindungi kamu."


"Kenapa, aku jadi kayak gus Abyan yah?" Widya menggaruk kepalanya.


Arumi terkekeh, "Mas Aby juga gak gitu banget ngomong nya Wid."


"Iya sih, tapi pasti sebagai suami akan melindungi istri nya. Apalagi mengahadapi mak lampir kayak tadi."


"Hustttt Wid, gak boleh gitu."


"Kesel soalnya aku sama dia, malah nuduh kamu yang macem-macem."


"Seorang istri jika melihat suami yang di cintai mendekati wanita lain, pasti akan melakukan segala cara untuk tetap mempertahankan rumah tangga nya Wid."


"Maaf mi, aku belum mengerti itu, tapi setidaknya jangan menuduh sebelum mengetahui yang sebenarnya."


"Iya wid gak apa, kita sabar aja."


Widya tersenyum ke arah Arumi, lalu memeluk nya.


"Kalau begini terus, gak pulang-pulang kita."


"Oh iya lupa, nanti gus Abyan marah, istrinya belum diantar," Widya menepuk jidatnya.


Arumi terkekeh.


Mereka masuk ke mobil Widya, lalu menuju rumah Arumi dan Abyan.


Semangat untuk hari esok, semoga harimu menyenangkan.


Chingguya annyeong love

__ADS_1


__ADS_2