
Mira meminta untuk Kevin menunggu sebentar lagi sampai Mina lulus sekolah, tanpa sepengetahuan keluarga nya. Namun Kevin sudah setuju apapun itu, karena Kevin memang ingin yang terbaik untuk Mina dan Mira.
"Saya hanya ingin bertanya sama dokter?"
"Kamu mau tanya apa, mir?" Tanya Kevin saat mereka hanya berdua duduk d taman.
"Apa selama saya meminta dokter untuk mengundur pernikahan, apa tidak ada terlintas untuk membatalkan saja rencana pernikahan." Dokter Kevin yang tadi hanya duduk melihat sekeliling menatap ke arah Mira tajam.
"Apa yang kamu katakan? Saya selalu menunggu saat kamu meminta saya untuk menunda, tapi kenapa ada pikiran seperti itu sampai bilang saya akan membatalkan."
"Saya hanya bertanya dok, tidak menyuruh dokter untuk membatalkan nya."
"Saya juga bertanya, kenapa kamu sampai ada pikiran seperti itu?"
"Takutnya dokter menunggu terlalu lama, saya selalu menunda apalagi apa kata keluarga dokter."
"Kamu persiapkan saja dirimu, adik kamu juga. Saya dan keluarga saya tidak keberatan kalau kamu menunda, tapi ingat mir, jangan terlalu lama." Mira tersenyum dan mengangguk.
"Saya senang katanya Mina dan Vanya berteman, kadang datang ke sekolah Vanya setelah dari kampus."
"Baguslah seperti itu, jadi mereka bisa dekat dan akrab sebelum kita menikah." Mira kembali mengangguk tersenyum mendengar ucapan dokter Kevin.
__ADS_1
"Saya masuk dulu dok, mau ke ruangan dokter Arumi." Dokter Kevin mengangguk setuju.
Mira tersenyum berjalan menuju ruangan Arumi, mengucap salam sambil senyum-senyum membuat Arumi mengerucutkan kening nya.
"Kamu kesambet apa mir?" Tanya Arumi.
"Saya kesambet cinta nya dokter Kevin." Jawabnya membuat Arumi menahan tawanya.
"Saya akan bilang Abah dan ummi, kalau kalian harus segera dinikahkan." Mira tersenyum mengangguk, tidak sadar dengan yang di setujui.
"Dokter bilang apa, tadi?" Tanya Mira.
"Setuju kalau menikah dengan dokter Kevin secepatnya." Mira langsung melotot mendengar apa yang dikatakan Arumi.
"Saya tidak bercanda sudah menyampaikan pada mas Aby dan yang lain, lihat saja di grup sudah penuh." Mira langsung melihat ponselnya.
Mereka mengucap syukur Alhamdulillah, karena Mira akhirnya akan segera menikah juga setelah berapa lama selalu di tunda.
"Dokter Arumi, maksud saya bukan itu. Tapi mas Najib dan mbak Widya juga sudah ribut." Arumi tersenyum saja, karena mau gimana lagi sudah terlanjur terkirim.
Mira mengirim pesan di grup meminta maaf atas barusan, ia masih tetap menundanya dengan alasan sudah di setujui dokter Kevin sampai Mina lulus sekolah.
__ADS_1
Mereka kembali kecewa karena akan secepatnya memiliki mantu baru di pesantren.
Saya sudah sangat senang punya teman baru seperti Farid, tapi ternyata belum sekarang.
Najib mengirim pesan itu di tertawai juga oleh Almira, karena bukan cuma Farid yang akan jadi teman bercanda Najib, tapi juga Kevin.
Mas Najib tenang saja, dokter Farid dan dokter Kevin sangat pandai dalam membedah. Akan Mira katakan pada mereka kalau mas Najib ingin mencobanya sebagai uji coba.
Semuanya tertawa melihat pesan Mira.
"Udah ayo mir, kalau ladenin mas Najib gak selesai. Kita harus tangani pasien selanjutnya."
"Baik dok." Arumi dan Mira menyiapkan alat yang akan di gunakan di ruang operasi. Karena sudah jam nya, mereka segera bergegas keluar.
Bertemu dokter Kevin yang juga akan melakukan tindakan, Mira dan dokter Kevin masih sempat tersenyum. Arumi hanya menggeleng dan masuk ke ruang tindakan.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
IG : @istimariellaahmad98
__ADS_1
See you...