
Keluarga Arumi setelah makan malam berkumpul di ruang tamu, mereka kembali mengobrol. Hanya Anisa yang belajar di kamar nya sendiri.
"Kenapa kamu tidak tinggal disini saja zy, perut kamu sudah semakin membesar. Kasihan kalau ngurus rumah disana, mending disini ada bunda yang bantuin."
"Zy masih mampu ayah, lagian zy tidak merasa terbebani dengan kehamilan zy." Jawabnya mengusap perut buncitnya.
"Iya nak, tapi menurut ayah, kamu tinggal dengan orang tua kamu gitu. Kamu bisa pindah ke kamar bawah kalau kamu tinggal disini."
"Abyan juga tidak keberatan kan, dengan keinginan kita?" Tanya mertuanya pada Abyan.
"Tidak ayah, bunda. Lagian ini untuk kebaikan Arumi, Aby terserah Arumi saja nyamannya dimana."
"Zy nyaman dimana aja yah, nanti kalau di sini zy pasti disini. Pokoknya zy di tempat apa saja terasa nyaman."
__ADS_1
"Asal bersama Abyan?" Tanya bunda tersenyum menatap putrinya.
Arumi hanya melirik Abyan di sebelahnya. "Kalian lanjut mengobrol ya, zy mau ke kamar Anisa, mau lihat dia sedang belajar apa." Arumi beranjak dari duduknya dengan sedikit kesusahan di bantu Abyan, Arumi berpamitan juga pada suaminya. Arumi berjalan pelan dengan pinggang yang di pegangnya.
"Ye malah pergi tuh anak." Ucap bunda melihat anaknya sudah pergi.
"Perut zy sudah semakin membesar, dia harus mau tinggal dengan kita bun, kita sebagai orang tua nya yang harus merawatnya sampai melahirkan." Ucap ayahnya menatap Arumi masuk ke kamar Anisa.
"Bunda juga maunya begitu yah, tapi kalau anaknya gak mau gimana?" Tanya bunda tidak mau memaksa Arumi untuk tinggal di rumahnya.
"Eh sampai lupa kalau ada kamu, by." Bunda cengengesan menatap menantunya hanya mendengar obrolan mereka.
"Ayah ingin Arumi dan kamu tinggal disini, sampai Arumi melahirkan anak kalian. Ayah hanya tidak ingin membuat orang tua atau keluarga kamu kesusahan mengurus Arumi."
__ADS_1
"Ayah, bunda. Arumi istri Abyan, berarti keluarga semua orang di pesantren. Tidak ada yang kesusahan dengan keadaan Arumi yang sedang mengandung saat ini. Sebagai suami, Aby juga tidak mungkin membiarkan Arumi kesusahan sendirian, Abyan pemimpin Arumi."
"Kami tahu itu, dan kami paham kalau kamu tidak akan membuat putri ayah kesusahan. Tapi sebagai orang tua, ayah hanya ingin putri ayah bersama orang tuanya." Abyan mengangguk, ia tidak mungkin juga membiarkan istri nya kesusahan, tapi jika orang tua nya menginginkan tinggal bersama, ia hanya akan mengikuti saja.
"Aby akan mengikuti apa yang menjadi keputusan Arumi, kalau pun tinggal disini Aby juga akan ikut tinggal disini sesuai keinginan ayah. Mungkin lebih nyaman juga jika Arumi tinggal bersama orang tuanya, sampai lahiran nanti."
"Iya by, bunda minta maaf kalau itu membuat kamu tidak nyaman. Karena harus tinggal disini bersama kami." Bunda Faza tidak enak pada menantunya.
"Tidak bunda, Aby nyaman tinggal di manapun. Yang terpenting Aby sekarang selalu bersama istri dan calon anak Aby." Jawab Abyan tersenyum pada kedua mertuanya. Ia menjawab sesuai isi hatinya, ia akan senang dan tidak keberatan tinggal di manapun, asal tetap bersama istri dan calon anaknya.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...