
Abyan masih di rumah Arumi, Affan dan Najib pamit pulang lebih dulu. Anaknya ketika akan ia letakkan atau diberikan pada Arumi akan menangis, namun saat di pangkuan nya akan kembali tidur dengan pulas.
"Biar saya yang menggendong nya Gus, sudah waktunya juga bangun." Arumi kasihan dengan Abyan, tangannya pasti sakit.
"Tidak masalah, tunggu sebentar lagi mungkin dia akan terbangun." Padahal Abyan memberi alasan itu, karena ingin selalu di dekat istrinya. Jika ia bangunkan dan anaknya kembali menangis, tentu tidak ada lagi alasan untuk dirinya berada disana.
"Nama yang pas dan bagus untuk anak kita, apa sudah ada?" Tanya Arumi dengan menyebut anak kita, membuat Abyan tersenyum.
"Zafeer Baris abrar. Zafeer memiliki arti tekad yang teguh, sedangkan Baris berasal dari bahasa turki yang artinya penuh kedamaian, dan Abrar dibelakang namanya. Saya memberi nama dengan huruf Z di bagian depan, supaya menjadi pelengkap di keluarga kita yang dimana huruf depan nama kamu dan saya huruf A."
Abyan memilih nama dan juga memperhatikan huruf yang cocok untuk anaknya, tidak sembarang di dalamnya. Karena ada arti tersendiri di balik nama dan juga hurufnya.
"Apa kamu menyukai nya? Atau kamu punya nama yang lebih baik?" Tanya Abyan melihat Arumi, karena Arumi hanya diam mendengarkan.
"Saya suka dengan namanya, semoga selalu memberi kedamaian untuk keluarga kita." Jawab Arumi, ketika sadar dengan ucapan nya Arumi beralasan ingin keluar sebentar. Abyan ingin membantu nya, namun Arumi tidak mau.
__ADS_1
"Ya Allah, hamba hanya ingin tetap dengan keluarga hamba. Jangan pisahkan hamba dengan Arumi. Semoga secepatnya kebenaran terungkap, supaya hamba bisa kembali bersama keluarga kecil hamba ini ya Allah." Arumi mendengar ucapan Abyan di luar kamarnya, air mata kembali menetes mendengar ucapan suaminya. Mungkin Arumi salah menilai Abyan, namun bukti kebenaran akan tetap ia nantikan. Karena sulit mempercayai ucapan saja tanpa melihat langsung kejadian yang ada, video yang dikirim oleh Naila sangat membuat dirinya sulit untuk kembali percaya dengan Abyan.
...******...
Abyan seperti tidak mau kembali ke rumahnya sendirian, karena istri dan anaknya ada di rumah mertuanya. Namun Najib sudah menjemput nya untuk pulang, terpaksa ia akan ikut.
"Kenapa tidak menginap saja by? Ayah dan bunda juga tidak keberatan." Abyan menatap bunda yang seperti takut jika Abyan menerima.
Abyan tersenyum, "Aby pulang saja yah, rumah sudah lama di tinggal. Nanti Aby kesini lagi main sama Feer."
"Feer? Siapa Feer?" Tanya bunda tiba-tiba.
"Nama nya sangat bagus. Apa panggilan nya, Feer?" Tanya ayah dan bunda.
"Iya, panggilan nya baby Feer." Mereka bahagia mendengar nama cucunya sangat bagus dan lucu ketika di panggil, Najib juga tersenyum karena Arumi masih membiarkan Abyan yang memberikan nama untuk anak mereka.
__ADS_1
"Sudah malam, ayah dan bunda juga harus istirahat. Aby pamit pulang dulu, assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
"Kalau kamu pulang kerumah, siapa yang merawat kamu?" Tanya bunda yang masih khawatir dengan menantu nya.
"Bunda tenang aja, Aby sudah kuat kemana-mana. Aby juga punya asisten yang menginap di rumah nemenin Aby." Abyan tersenyum sambil melirik Najib.
"Tenang aja bunda dan ayah, nanti saya akan menjaganya dengan tertidur pulas di dekatnya." Najib tertawa diikuti oleh mereka semua, lalu Abyan dan Najib benar-benar pamit untuk pulang karena sudah malam.
Abyan sangat tidak ingin meninggalkan rumah itu, namun ia kasihan dengan Arumi yang membenci dirinya. Bisa saja tidak bisa tertidur pulas jika ada Abyan disana. Najib mengerti dengan keadaan yang dialami saudara angkat sekaligus sahabatnya itu, namun dirinya juga tidak bisa apa-apa.
Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...
Baca juga cerita bebu yang lain 😘
__ADS_1
IG : @istimariellaahmad98
See you...