Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
TAMAT


__ADS_3

Mira sudah di periksa oleh dokter obgyn yang di panggil Farid, mereka sekarang berkumpul di luar untuk mendengar penjelasan dari dokter obgyn tersebut.


"Bagaimana dok?" Pertanyaan mereka yang di ajukan.


"Suster Mira memang tengah mengandung, untuk lebih jelasnya lagi dan membuat kalian percaya, silahkan testpack dan periksa ke rumah sakit. Karena alatnya ada disana, saya tidak membawa semua alat lengkap."


"Saya tidak kepikiran sampai kesana, tapi mendengar penjelasan dokter memang akhir-akhir ini istri saya terlihat aneh. Saat kita besok ke rumah sakit sekalian saya ke ruangan dokter untuk periksakan istri saya."


"Santai saja dok, kita sesama dokter akan saling membutuhkan. Jika nantinya saya juga ada sesuatu yang perlu, saya akan meminta bantuan."


"Jangan sungkan dok, kalau butuh bantuan kabari saya saja. Memang dokter jarang terlihat di luar, karena bekerja di dalam ruangan." Arumi ikut menimpali dan meminta dokter itu tidak usah sungkan lagi.


"Terima kasih dokter Arumi, dokter Kevin dan dokter Farid juga. Saya pamit undur diri, masih ada pasien saya harus kembali ke rumah sakit."


"Bukannya sudah waktunya pulang, dok?" Tanya Farid.


"Dokter di bagian obgyn memang tidak terlalu banyak, jadi saya lebih banyak waktu untuk di rumah sakit."

__ADS_1


"Oh baiklah, hati-hati dok."


"Sekali lagi terimakasih dok, sudah datang kemari." Kevin berterima kasih pada dokter obgyn, karena sudah menyempatkan dirinya datang memeriksakan istrinya.


"Kapan-kapan kalau ada waktu main kesini dok, bawa keluarga juga. Saya akan beri waktu libur untuk anda agar bisa jalan bersama keluarga." Farid tidak ingin dokter di rumah sakitnya terlalu banyak mengurus pasien sampai lupa dengan keluarganya.


"Terima kasih dok, mungkin bisa saja anak saya sambil belajar disini. Saya permisi semuanya, assalamu'alaikum." Pamitnya sambil tersenyum ramah melihat sekeliling di lingkungan pesantren sangat sejuk di pandang.


"Wa'alaikum salam." Mereka mengantar sampai keluar.


"Pi, Widya juga harus pamit sama semuanya. Ada klien mau ketemu sekarang, minggu depan sidang perceraiannya. Jadi dia ingin menang anaknya harus jadi hak asuhnya, Widya harus mempelajari dulu dan melihat informasi tentang dia, memang hak nya untuk dia atau tidak keduanya." Widya sebagai pengacara harus juga bekerja di saat jam genting.


"Kalau besok, itu sudah harus menyelidiki yang lain. Tapi kalau tidak diizinkan, Widya juga tidak akan pergi." Najib melirik ummi dan abahnya, lalu melihat ke semua saudara nya. Ia tidak mau mengizinkan, tapi ini adalah tugas Widya dan memang cita-citanya.


"Tidak apa, pergilah! Jangan pulang malam, nanti telepon kalau pulangnya malam biar saya yang jemput." Widya mengangguk, dan tersenyum pada semuanya.


"Abah, ummi, Widya pamit."

__ADS_1


"Iya, hati-hati nak."


"Hati-hati Wid."


"Iya mi. Pi aku berangkat ya, titip Fatih dulu." Widya tersenyum lalu mencium tangan Najib dan mengucapkan salam. Ia pergi dengan mobil nya, keluar dari halaman pesantren untuk bertemu klien.


"Nanti malam kita yang keluar jib, kamu harus ingat kita juga punya klien."


"Iya by ingat."


"Tukang bedah rumah kata Al." Ucap ummi menggoda kedua anaknya. Mereka tertawa mengingat Almira mengatakan kedua kakaknya bekerja sebagai tukang bedah rumah.


Begitulah mereka dengan kesibukan nya masing-masing.


Dosen, dokter, suster, pengacara, desain interior dan arsitek.


Namun di keluarga nya lebih banyak yang menjadi dosen, Affan dan Laila, Abyan dan Almira. Walaupun itu hanya sampingan dari Abyan.

__ADS_1


Mungkin sampai disini KISAH CINTA ARUMI, yang tidak terlalu rumit masalah rumah tangga dan percintaan nya. Tapi insyaa Allah akan di lanjut di season 2 untuk percintaan anak-anak mereka, tentu belum tahu kapan publish nya masih saya pikirkan. Tunggu saja kelanjutan dari cerita anak-anak nya, dan mungkin akan biasa saja juga hihi. Wassalamu'alaikum wr.wb.


TAMAT.


__ADS_2