Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
Harapan orang tua


__ADS_3

Abyan dan Arumi jalan-jalan di kota B, sebelum mereka kembali ke kota mereka. Menikmati jalanan dan kuliner disana, agar tidak rugi di suguhkan dengan wisata. Belum tentu tahun depan mereka kembali lagi kesana, apalagi Arumi sudah pasti anaknya pasti masih kecil jika pun sudah lahir.


"Sekarang Arumi sangat kenyang, hari ini kita pulangnya atau besok mas?" Tanya Arumi karena memang sudah waktunya pulang.


"Apa kamu ada praktek lagi? Atau kamu sudah bosan disini?" Abyan menatap Arumi.


"Iya sebenarnya itu termasuk kesekian, sekarang kan memang waktu nya pulang."


"Yaudah kalau kamu mau pulang, kita langsung pulang hari ini."


"Mas yakin langsung mau pulang? Atau kita menikmati wisata disini dulu."


"Kalau kamu dan anak kita sudah lelah, kita harus pulang. Karena disana kita juga banyak tugas." Arumi mengangguk, karena memang ia harus belajar terus tentang dirinya menjadi dokter bedah yang baik itu bagaimana.


"Kita pesan tiket untuk hari ini, mas akan pesan dulu lewat online." Abyan langsung membuka ponselnya, ia akan langsung memesannya lewat ponsel miliknya. Zaman sekarang semua serba canggih dengan adanya online, berbeda dengan zaman dulu. Arumi menunggu nya dengan memperhatikan Abyan yang sangat terlihat konsentrasi menatap gadget di tangannya.


"Apa kamu merasa panas? Karena sekarang kamu sedang mengenakan niqab." Abyan bertanya sambil mendongak sebentar, ia takut istrinya merasa kepanasan karena dirinya menyuruhnya mengenakan niqab.

__ADS_1


"Tidak, Arumi tidak merasa panas. Karena sudah mulai terbiasa dengan ini, jadi entah kenapa Arumi biasa saja."


"Masyaa Allah, mungkin karena cuacanya juga tidak terlalu terlihat matahari nya. Jadi kamu tidak terlalu merasakan panas."


"Bisa juga begitu, karena sekarang juga musimnya hujan. Terus hati selalu merasa tenang saat diri ini berada di dekat pujaan hatinya." Jawab Arumi tersenyum.


Abyan yang tadinya fokus, kali ini langsung mendongakkan kepalanya.


"Sudah pandai berkata manis, jangan bilang belajar dari mas. Karena mas tidak pernah mengajarkan kamu berkata gombal. Mas yang bilang biasanya itu adalah dari hati mas dan memang itu kenyataan nya."


"Arumi juga berkata demikian, tidak ada yang Arumi ubah sesuai isi hati."


Mereka kembali ke hotel, lalu bersiap untuk berangkat ke bandara. Mereka hanya berdua, kali ini Arumi memakai niqab nya hingga dirinya kembali ke rumah sendiri.


...******...


Mereka sudah sampai di bandara kota mereka tinggal. Abyan dan Arumi memesan taksi bandara untuk mengantarnya sampai ke rumah.

__ADS_1


"Apa kamu lelah?" Tanya Abyan menatap istrinya.


"Hanya sedikit, untung saja baby di dalam perut ini sangat mengerti umma." jawabnya sambil mengelus perut buncitnya.


"Masyaa Allah, anak appa sudah bisa memahami orang tuanya. Semoga jadi anak yang sholeh dan sholeha, serta berbakti pada orang tua."


"Ia mas, aamiin." Jawabnya tersenyum ketika suaminya itu mengelus perut nya.


Bapak taksi yang di depan menatap mereka dari kaca ikut tersenyum, dan mendoakan keduanya.


"Semoga kalian selalu bahagia bersama keluarga kecil kalian, menjadi anak seperti yang kalian harapkan aamiin."


Do'a yang baik akan kembali pada yang mendoakan. Begitu juga sebaliknya, jika do'a yang di lantunkan tidak baik juga akan kembali pada orang tersebut.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘

__ADS_1


IG : @istimariellaahmad98


See you...


__ADS_2