Kisah Cinta Arumi

Kisah Cinta Arumi
meminta maaf


__ADS_3

Arumi sampai pagi masih belum menyapa Abyan, Arumi hanya mencium tangan Abyan setelah shalat subuh dan menghampiri bunda Faza untuk membantu nya memasak. Jika memasak Arumi sudah bisa melakukan nya, berbeda dengan makannya yang masih belum bisa sembarang.


"Zy, kamu mau makan apa hari ini?" Tanya bunda Faza berjaga-jaga jika anaknya tidak ingin makanan yang disiapkan.


"Samakan aja Bun, zy bisa makan nya kok. Kalau tidak bisa nanti biar zy makan roti aja."


"Memang nya mampu sampai siang?"


"Bisa beli Bun kalau zy lapar, tinggal pesan gak repot jadinya."


"Makanan nya sudah hampir siap, suami kamu mana?"


"Seperti nya diluar sama Anisa dan ayah."


"Kalian mau berangkat jam berapa? Bukannya hari ini kalian ke pernikahan Akbar?"


"Oh iya yah, tapi Arumi belum tanya mas Aby Bun."


"Tanya lah nanti."


"Mungkin kerja dulu Bun." Bunda Faza mengangguk, karena mungkin pekerjaan nya kali ini gak bisa di tinggal.


Mereka sudah ada di meja makan, dan siap untuk sarapan pagi ini. Abyan melirik istrinya yang tidak menoleh sama sekali ke arah nya.


"Mau makan apa mas?" Tanya Arumi sambil menyedok makanan di depannya.


"Kamu mau makan apa? Apa bisa makan pagi ini?" Tanya Abyan membuat Arumi menoleh.


"Seperti nya bisa, kalau gak bisa masih ada roti kok."

__ADS_1


"Kak zy marahan sama mas Aby yah?"


"Anisa kamu mau sarapan apa?" Tanya Arumi.


"Kamu marahan sama Aby, zy?"


Arumi melirik Abyan. "Gak ada yah, mau marahan karena apa juga?"


"Karena cemburu?" Ucap Abyan melihat istrinya.


"Siapa yang cemburu? Masalah tadi malam itu hanya ingin dosen Naila tidak berkeliaran malam-malam, bahaya."


"Kalian bertemu siapa tadi malam?"


"Teman wanita nya." Jawab Arumi ketus.


"Naila itu menyukai mas Aby, makanya setiap bertemu mas Aby ingin makan bersama lah, bersilaturahmi lah."


"Hanya partner kerja, dia hanya ingin bersilaturahmi saja."


"Kenapa kalian jadi berdebat disini, disini ada Anisa juga." Bunda Faza mengingatkan bahwa ada Anisa.


"Selesaikan dengan kepala dingin, jangan asal berdebat." Ucap ayah Salman.


"Iya yah, zy hanya kesal."


"Maafkan Arumi, Arumi hanya tidak suka jika malam-malam seorang wanita ingin bersilaturahmi ke rumah orang yang di sukai, apalagi yang disukai adalah suami orang."


"Mas juga minta maaf. Lagipula kalau Naila memang menyukai mas itu urusan nya, yang terpenting mas tidak menyukainya."

__ADS_1


"Mau makan apa? Biar Arumi ambilkan."


"Kamu dulu mau makan apa? Mas gampang, mas bisa makan yang ada disini."


"Arumi makan roti sama kuah kari, lagi pengen makan ini."


"Baiklah, kamu ambil saja yang kamu ingin makan. Mas bisa ambil sendiri." Arumi mengangguk tersenyum, Abyan juga membalas nya. Ayah dan bunda juga tersenyum melihat anaknya telah baikan.


"Kamu gak jadi ke kondangan by?"


"Nanti siang, sekarang Aby harus ninjau lokasi lagi dengan Najib."


"Oh baiklah, ayah juga harus ke kantor. Ayah, bunda dan Anisa akan kesana sore." Arumi dan Abyan mengangguk.


Anisa sangat jeli melihat kakaknya sedang tidak baik, buktinya bisa melihat kakaknya sedang marahan dan orang tuanya tidak sadar.


Anisa anak yang pintar, ia mendapatkan ranking dan juara di sekolahnya yang baru. Anisa juga mengenakan kerudung yang tertutup seperti kakak dan bunda nya, sebelum nya saat bertemu Arumi tidak mengenakan hijab dan setelah di rumah Arumi mengenakan hijab yang segi empat ia pakai terbuka. Berbeda dengan sekarang, segi empat pun ia pakai dengan menutupi dadanya.


Cita-cita Anisa memang ingin seperti kakak dan sahabatnya, begitu juga dengan suami yang ingin ia dapat ingin seperti suami kakaknya.


Note : Kepala dingin artinya membasahi kepala.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...

__ADS_1


__ADS_2