KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Masa Lalu


__ADS_3

Kadi melihat ke arah Yuna, yang sedang berbincang-bincang seru dengan kedua temannya.


Saat Yuna mau minum pandangannya bertemu dengan Kadi, selesai dia minum dia tersenyum kecil ke arah Kadi, Kadi membalas tersenyum.


Sebenarnya Yuna sedang kesal.


Kadi mengingat saat Yuna masuk SMP.


Kadi dan Arya melihat Yuna dari Jauh, saat itu Kadi kelas 2 dan dia anggota OSIS.


"Jadi dia yang kamu tunggu" Kata Kadi sambil melihat ke arah Yuna yang sedang celingak-celinguk mencari Arya.


"Hmm" Jawab Arya yang langsung menghampiri Yuna dengan penuh senyuman.


Kadi yang melihat temannya kegirangan itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak menyangka, pria yang sangat dingin dan selalu menolak wanita dengan kejam itu bisa kegirangan melihat seorang wanita yang..." Pikir Kadi sambil melihat Yuna dari atas sampai bawah


"Masih memakai seragam merah putih" Pikir Kadi lagi, Kadi menghembuskan nafas kasarnya.


Kadi berteman baik dengan Arya Kamandanu sahabat Yuna.


Kadi pun menghampiri mereka.


Arya yang memperkenalkan Kadi pada Yuna. Karena mereka sama-sama menyukai musik dan juga suka menonton film Horor dan Thiler mereka berdua pun cepat akrab, tapi setiap mereka berdua ingin membahas sesuatu yang mereka sukai pasti ada Arya di sebelah Yuna.


Mereka kemana selalu bertiga.



Arya dan Yuna berteman sejak mereka SD, tapi mereka berdua beda satu angkatan.


Rumah Arya ada di depan rumah Yuna, hanya terhalang jalan setapak.


Kadi/AL dan Arya sekelas.


Saat Arya kelas 3,Arya memutuskan untuk pindah sekolah, dan rumahnya ikut di jual.


"Lu benaran mau pindah" Tanya Kadi terkejut.


Arya hanya mengangguk.


"Lu udah bilang sama dia(Yuna)?" Tanya Kadi.


Arya menggelengkan kepalanya.


"Ou ****" Kata Kadi


"Terus" Lanjut Kadi.


Arya mengangkat kedua bahunya "Takut di banting" Jawab Arya sambil memasang ekpresi sedih.


"Anjin**" Kata Kadi kesal.


Kadi tidak tau kalau Yuna suka berkelahi.


Yuna belajar beladiri dari kedua kakaknya.


Yuna tersenyum mendengar jawaban Arya.


Yuna sedang berdiri di belakang mereka berdua.


Sebenarnya Yuna sudah tahu kalau Arya mau pindah.


Ibu Yuna sudah memberitahu Yuna jikalau Arya akan pindah, tapi Yuna menunggu Arya sendiri yang mengatakannya.


"Plak" Yuna memukul pundak Arya.


Kadi dan Arya terkejut.


"Ahk" Jerit Arya.


Arya berbalik melihat ke arah orang yang memukulnya.


"Yuna" Kata Arya kaget.


Kadi terdiam.


Yuna menatap Arya sambil tersenyum.

__ADS_1


Arya berdiri lalu membungkuk di depan Yuna.


"Maaf" Kata Arya sambil melirik ke arah Yuna.


Yuna hanya memiringkan kepalanya lalu menatap Arya dengan dingin.


Arya terkejut sedangkan Kadi tertawa meliat wajah Arya.


"Aku ingin mengatakannya, tapi di cegah olehnya" Kata Arya sambil menunjuk Kadi.


Kadi terkejut.


"What?! Me?" Kata Kadi sambil menunjuk dirinya.


Yuna melihat ke arah Kadi datar.


"No.. No..No" Jawab Kadi panik, sambil menggelengkan kepalanya.


Arya dan Yuna tertawa meliat Kadi yang panik.


"Kalian" Kata Kadi kesal.


Kadi menendang pelan Arya, lalu Kadi mengacak rambut Yuna.


Mereka bertiga bercanda, tertawa bersama.



Keberangkatan Arya ke Luar Kota.


Kadi,Yuna bersama keluarga dan Eka bersama keluarga mengantar Arya sampai ke bandara.


Keluarga mereka juga sudah mengenal Kadi dan keluarganya, karena Kadi selalu menginap di rumah Arya. Terkadang ibu atau kakak perempuan Kadi yang mengantarkannya ke rumah Arya.


Eka Hafika, adalah tetangga Yuna dan Arya , dan juga sahabat mereka.


Eka tidak satu sekolah dengan mereka,hanya saat mereka di sekolah dasar.


Eka masuk ke sekolah SMP yang bergengsi, sedangkan Yuna dan Arya di swasta.


Saat Arya mau pergi dia mengatakan sesuatu pada Kadi.


"Al,tolong jaga Yunaku" Kata Arya sambil melihat Yuna yang sedang berbicara dengan Ibunya.


"Emang gua satpam apa" Jawab Kadi bercanda.


"Anji**" Kata Arya, mereka berdua pun tertawa.


"Tolong jangan biarkan dia memukul orang" Lanjut Arya lagi.


Kadi yang mendengar itu bingung.


"Bukannya kebalik, orang yang mukul dia" Jawab Kadi.


Arya tersenyum kecil, karena Yuna melihat ke arahnya.


"Gk ada yang berani mukulin dia" Lanjut Arya sambil tertawa kecil karena Yuna menghampiri mereka.


Yuna berdiri di depan mereka.


"Kalian berdua lagi ngomongin apa?" Tanya Yuna.


Kadi memajukan wajahnya sedikit "RA HA SI A" Jawab Kadi.


Yuna tersenyum kecil, lalu memajukan wajahnya juga sampai Kadi terkejut lalu memundurkan sedikit wajahnya


"A SU" Jawab Yuna sambil tersenyum puas lalu memundurkan wajahnya.


Kadi dan Yuna pun saling beradu mulut.


Arya yang melihat itu hanya tersenyum. Arya melihat Yuna dengan tatapan sedih.


Yuna yang menyadari itu pun langsung memeluk Arya "Sampai ketemu lagi" Sambil menepuk-nepuk pundak Arya.


Arya pun membalas memeluk Yuna "Hmm Sampai ketemu lagi" Balas Arya sambil mengelus rambut Yuna.


Kadi mengejek Arya dari belakang Yuna.


Arya menujukan jari tengahnya pada Kadi.

__ADS_1


Eka yang melihat Yuna dan Arya berpelukan dia pun menghampiri mereka.


"Aku juga" Kata Eka sambil berdiri di sebelah Yuna.


Arya dan Yuna tersenyum sambil memberikan tangan pada Eka, Eka meraihnya.


Mereka bertiga pun berpelukan.


Jadi melihat mereka bertiga, dia mendekat perlahan², Yuna melihat itu.


"Pergi jauh sana" Jawab Yuna.


Arya dan Eka tertawa kecil mendengar itu.


Kadi ingin berkata kasar tapi di tatap oleh Arya.


Kadi hanya mengangguk sambil menutup mulutnya(memperagakan seperti menutup resleting).


Mereka pun melepaskan pelukan, Arya mengelus kepala Yuna dan Eka. Kadi melanjutkan dengan mengacak rambut mereka (Yuna dan Eka).



Keluarga Yuna, Eka, dan Arya tertawa melihat mereka berempat.


Keluarga(Paman dan Bibi) Eka dan Yuna pulang duluan karna ada kerja, sedangkan Yuna dan Eka masih di bandara.


"Tante titip Eka ya" Kata Bibi(tante) Eka pada Kadi.


"Tante juga ya" Lanjut Ibu Yuna.


Kadi mengangguk.


"Iya tan, nanti saya akan mengantarkan mereka berdua" Jawab Kadi sopan.


Kadi melihat kearah Eka "Mengantarnya ke kuburan" Bisik Kadi menakuti Eka.


Eka kesal lalu memukul lengan Kadi.


"Ahk" Jerit Kadi pelan sambil memegang lengannya.


Eka memalingkan wajahnya "Hmm"


Kadi tersenyum kecil.


Yuna dan Arya tertawa meliat mereka berdua.


Kadi di antar sopir pribadi ke bandara.


Orang tua mereka pun pergi setelah berpamitan pada orang tua Arya.


Mereka sedang mengobrol dengan keluarga Arya.


Tiba-tiba terdengar pemberitahuan pesawat mereka akan segera berangkat.


Arya dan keluarganya pun bersiap untuk pergi menuju ke tempat pemeriksaan tiket,lalu menuju ke pesawat.


Yuna dan Eka melihat kepergian Arya, Arya berbalik melihat ke arah mereka sambil tersenyum kecil sambil melambaikan tangannya.


Mereka membalas tersenyum sambil


melambangkan tangan.


Eka memeluk lengan Yuna sambil menangis, Yuna menahan untuk tidak menangis, tapi saat Arya sudah tidak terlihat Yuna pun menangis sambil memeluk Eka.


Kadi memeluk Eka dan Yuna, mereka berdua pun berbalik memeluk Kadi.


"Sudahlah" Kata Kadi menenangkan mereka berdua sambil mengelus rambut mereka.


Tanpa sepengetahuan Eka dan Yuna, Arya kembali melihat ke arah mereka,Kadi yang melihat Arya, ingin memberitahukan pada Eka dan Yuna tapi di cegah Arya.


Arya melihat kedua sahabatnya menangis di pelukan Kadi.


"Tunggu Aku pulang" Kata Arya pelan dengan ekspresi sedih.


Arya pun berjalan mundur menjauh sambil mengacungkan jempolnya.


Arya Kamandanu.


__ADS_1


Eka Hatiku.



__ADS_2