KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Kedekatan Jamia dan Kadi.


__ADS_3

2 jam yang lalu.


Setelah geng itu di tangkap, Kadi dan Jamia bertemu di markas geng lainnya.


Mereka turun dari mobil masing-masing.


"Hai Karlin" Sapa Jennie.


"Hai Jennie" Balas Karlin.


"Oh my god, how are you?" Tanya Jennie.


"Oh come on Jennie, we just met a week ago" Jawab Karlin.


"Ah that's right, sorry I forgot" Jawab Jennie.


"Huftt" Jamia dan Kadi memalingkan wajah, lalu mereka saling memandang.


"Nona" Panggil Rika.


Rika menghampiri mereka.


"Hello Mr.Karel,Hello Mrs.Karel" Sapa Rika.


"Hai" Jawab Karlin.


Kadi hanya tersenyum kecil.


"What are you doing in here Rika?" Tanya Jamia.


"Boss told me to prepare a house for miss and... " Jawab Rika.


"Wait..." Potong Jamia.


"What do you mean by home?" Tanya Jamia.


Rika memberikan berkas pada Jamia.


"Oh god" Kata Jamia kaget.


Kadi mendekati Jamia, lalu melihat berkas yang di berikan Rika sekaligus ada foto rumah, Kadi dan Jamia saling memandang.


Kedua bibi mereka tersenyum melihat kedekatan Kadi dan Jamia.


"Ini bagus" Kata Kadi.


Jamia mengangguk.


"Menurutmu apa mereka menyukainya?" Tanya Jamia pada Kadi.


Kadi berfikir.


"Sebenarnya ini bagus, hanya saja... " Jawab Kadi terhenti.


"Huftt, aku paham. Mereka akan menganggap ini berlebihan" Kata Jamia, Jamia melihat foto rumah.


Kedua tante mereka mendekat.


"What are you two talking about?" Tanya Karlin.

__ADS_1


"Nothing" Jawab Jamia dan Kadi.


Jamia menyerah berkas pada Rika, Rika mengambil kembali berkasnya.


"Saya sudah dari sana" Kata Rika.


"Ha?!" Jawab Kadi dan Jamia kaget.


"Permisi" Kata polisi.


"Roy" Panggil Jamia.


"BB" Panggil Kadi.


"Yes" Jawab Roy dan BB


"Bereskan" Kata Kadi dan Jamia.


"Siap" Jawab Roy dan BB.


"Kau ikut" Kata Jamia sambil menarik tangan Rika.


"Hey" Panggil kedua tante mereka


Ciko kesal melihat kedekatan Jamia dan Kadi.


"Sejak kapan mereka dekat, aku tidak pernah mendengarnya" Pikir Ciko.


Jamia dan Kadi membawa Rika ke tempat yang tenang.


Mereka bertiga duduk, beberapa bodyguard menjaga mereka.


"Apa mereka suka?" Tanya Kadi.


Rika ingin menjawab tapi..


"Apa yang mereka lakukan sekarang?" Tanya Jamia.


"Mereka baik² saja kan?" Tanya Kadi.


"Apa mereka sudah makan?" Tanya Jamia.


"Shitt, Yuna itu belum makan dari pulang sekolah" Kata Kadi cemas.


"Apaa!!" Kata Jamia kaget sambil melihat Kadi.


Jamia cemas, Jamia melihat Rika.


"Terus yang terluka? Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Jamia.


"Apa Arya sudah bangu?" Tanya Kadi.


Rika hanya diam, mereka berdua melihat Rika.


"Apa saya sudah bisa menjawab?" Tanya Rika.


"Oh.. Iya" Jawab Jamia dan Kadi, mereka berdua mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Huftt, pertama saya belum sempat membicarakan tentang rumah ini" Jawab Rika.

__ADS_1


Kadi dan Jamia menatapnya.


"Yuna mengatakan untuk datang besok, karna mereka lelah jadi saya belum membicarakan apa² tentang rumah ini" Lanjut Rika.


Kadi dan Jamia cemas.


"Mereka sudah makan, ada yang mengantarkan mereka makan dan untuk yang sakit, saya tidak tau" Lanjut Rika.


"Huftt" Jamia dan Kadi mengalihkan pandangannya


Seseorang mendekati mereka.


"Nona telfon" Kata pria yang sama yang memberikan ponsel pada Jamia.


Jamia mengambil ponsel itu.


"Hello" Jawab Jamia.


"Hai dear" Jawab Jack.


"Quickly move out of that old barn" Lanjut Jack.


"What!!?" Jawab Jamia.


Jamia menatap Kadi, mereka berdua saling memandang, Kadi mendekatkan telinganya untuk mendengar suara Jack.


"I'm afraid some idiot attacked that old barn" Kata Jack.


Jamia dan Kadi saling memandang.


"Aku akan pergi menyiapkan rumah itu, kau pergi ke gudang" Kata Kadi.


Jamia mengangguk.


"Ikut aku" Kata Kadi pada Rika.


Kadi, Rika dan beberapa orang lainnya pergi menuju rumah.


Jamia menghampiri Jennie.


"Auntie, I leave this to you, help me" Kata Jamia.


Jennie tersenyum.


"The pay?" Tanya Jennie.


Jamia menatapnya dingin, lalu dia berbalik pergi.


"Ask my father" Jawab Jamia sambil berjalan pergi.


"I'm asking you" Teriak Jennie.


"I will consider later" Jawab Jamia.


Jamia masuk mobil.


Jamia pergi ke arah gudang sedangkan Kadi ke arah rumah.


Jamia menelfon orang untuk membawa mobil yang bisa memuat barang

__ADS_1


__ADS_2