
Yuna melihat teman-temannya.
Yuna "Tapi lu mau kan kuliah di sana?" Menatap Reky.
Reky mengangguk.
Yuna "Ibu lu kan jago tu masak.. " Melihat Reky.
Semua orang melihat Yuna.
Yuna "Yu" Menatap Ayu.
"Teleng" Ayu bingung.
Yuna "Hahh, lolet ya ampu" Malas.
Ayu "Ahhhh, paham. Ky gimana kalo Ibu lu kerja bareng kakak ipar dan Ibu gw?" Menatap Reky.
Reky "Kerja?!" Khawatir.
Ayu "Iya, Ibu dan kakak ipar gw seminggu yang lalu baru buka rumah makan gitu jadi.. " Menjelaskan.
Reky "Ok" Jawa Cepat.
Mereka semua terkejut lalu melihat Reky.
Ayu "Aku belum selesai jel... " Bingung.
Reky "Lu mau ibu gw kerja bareng ibu dan kakak ipar lu kan" Menatap Ayu.
Ayu "I.. Iya" Gugup.
Reky berjalan ke arah Ayu lalu memegang tangan Ayu.
Ayu dan lainnya kaget.
Reky "Thanks Yu, ibu gw pasti senang banget" Senang.
Ayu "Iya, Sama-sama" Senyum canggung.
Mereka semua tersenyum.
Aris "Btw, kapan lu mau lepasin tangan Ayu" Menatap Reky.
Reky melihat Aris yang terlihat kesal.
Reky "Besok baru gw lepasin, masalah buat lo" Pegang tangan Ayu erat.
"Hahhh" Menatap Reky dengan tajam.
Reky terkejut, Ayu bingung sedangkan yang lain tertawa.
Aris "Lepasin" Menatap Reky.
Reky "Ngk mau" Menatap Aris walaupun takut.
__ADS_1
Anif "Kenapa lu marah?" Melihat Aris.
Reky "Tau, emang lu siapanya?" Menatap Aris.
Aris menatap kedua temannya itu dengan marah.
Ayu "Tau lu kan cuma teman gw" Menatap Aris.
Mereka semua terkejut, Aris menatap Ayu.
Reky mundur perlahan².
Aris "Itu... Benar" Gugup.
"He?" Mereka semua menatap Aris kesal.
Ayu pun kesal dan langsung berdiri.
Ayu "Karena itu, mau gw pegangan tangan kek, mau pelukan kek, sekali pun gw ciuman itu urusan gw" Kesal.
Mereka semua terkejut, Aris yang kesal mendengar itu langsung berdiri.
Ayu menatap tajam Aris "Lu itu cuman TE..MAN gw, paham" Berbalik pergi.
Aris menahan tangan Ayu, teman-temannya khawatir.
Yuna "Tonton bagus nih" Bisik "Ngk ada popcorn" Sedih.
Teman-temannya mengangguk.
Aris "Kalo lebih dari teman" Menatap Ayu.
Ayu melihat tempat lain "Ya.. Itu hanya sahabat.. Lu juga.. Bukan urusan lu.... Ikut campur" Gugup.
Aris mendekati Ayu "Kalo lebih dari sahabat" Menatap Ayu.
Wajah mereka makin dekat.
Ayu "Ya.. Ya ngk tau.. Ngk hubungan gitu.. Jadi terserah" Muka memerah, tangan yang yang dingin.
Aris tersenyum, lalu mengikuti pendangan Ayu "Kalo gitu,kita harus punya hubungan apa, agar Aku bisa ngelarang kamu BERPEGANG DENGAN ORANG LAIN, PELUKAN DENGAN ORANG LAIN AMPE CIUMAN AMA ORANG LAIN SELAIN AKU?" Menatap Ayu lembut.
Semua teman-temannya beper.
Yuna "Lu kapan njing" Bisik ke Bayu.
Bayu kaget.
Ayu tambah gugup, dia mulai ngk fokus "Itu.. Tau.. Aku.. Bukan gw ngk tau... " Tidak berani melihat Aris.
Aris yang tidak tahan melihat Ayu pun memeluk Ayu.
"Wooahhhhhhhh, woooo" Teriak teman-temannya sampe menghentan kaki.
Aris tersenyum sedangkan Ayu malu.
__ADS_1
Aris melepaskan pelukan, lalu menatap Ayu lembut.
Aris "Kalo gitu, kita harus punya hubungan di mana bisa saling melarang benar kan?" Senyum.
Ayu "Tau" Melihat tempat lain.
Aris "Yu" Menatap Ayu.
Ayu "Hm" Tidak menatap Aris.
Eka "Hmm, Ayu malu²" Senyum.
Yuna Iya...dia malu²in" Tertawa kecil.
Ayu yang mendengar itu menatap teman-temannya tajam, mereka langsung mengalihkan pandangan dan tertawa kecil.
Aris "Will you be my lover?" Memegang pipi Ayu.
"Hmmmm" Teriak teman-temannya dalam hati.
Ayu "(Aku tidak bisa bernafas)" Menatap Aris.
Yuna "Cepat jawab agar bisa bernafas" Bisik.
Gita tertawa kecil dan Ayu mendengar itu, tiba² Ayu mengingat kejadian saat di taman waktu mereka SMP.
Ayu "Aku si selingkuh atau di selingkuhi?" Dingin.
Mereka semua terkejut, senyum mereka semua hilang.
Yuna, Jamia dan Bayu menatap tajam Aris.
Aris "Itu tidak akan pernah terjadi" Memegang tangan Ayu.
Ayu "Apa aku bisa percaya itu?" Dingin.
Anif dan Gita melihat Aris yang terlihat sedih, sedangkan yang lainnya khawatir melihat tatapan Ayu yang dingin.
Felix "Tatapan itu dia ikuti dari lu Yun" Bisik.
Yuna "Bukan gw tapi JK"
JK menatap Ayu dengan bingung yang lainnya tertawa kecil, Yuna melihat tatapan Ayu yang menatap Aris dengan dingin dan ada rasa benci.
Aris "Aku bersumpah itu tidak akan terjadi" Menatap Ayu dengan sedih.
Ayu "Bagaimana jika itu terjadi?" Menatap Aris.
Aris "Itu.... " Karena tatapan Ayu yang tidak ada kepercayaan lagi pada Aris membuat Aris gugup dan khawatir juga sedih, Aris mengingat pertengkaran mereka sampai 3 tahun Ayu tidak menganggap mereka ada.
Aris perlahan melepaskan tangan Ayu.
Yuna "AYU" Berdiri lalu menatap Ayu.
Teman-temannya khawatir.
__ADS_1
Ayu "Huft" Memegang tangan Aris.