
Yuna dan kedua temannya sudah baik² saja, mereka berhubungan seperti biasa tapi mereka sudah tidak ada komunikasi dengan Arya, Eka sampai memblokir Arya.
2 hari berlalu tapi Yuna bersikap seperti biasanya dengan teman-temannya,tapi Yuna tidak fokus pada pelajaran.
"Hufttt" Yuna menulis.
Bayu melihat Yuna.
Saat di kantin, dia hanya memesan minuman.
Ketiga temannya takut untuk bertanya, mereka hanya bisa melihat Yuna, Ayu selalu membuka obralan.
Rumah Ayu.
"Ini udah mau ke 3 hari, lama banget sih baiknya dia?" Pikir Ayu sambil melihat obrolan grup mereka.
Yuna hanya membaca tapi tidak membalas chat ketiga temannya.
Tok.. Tok.. Tok..
Ayu melihat pintunya.
"Bisa ibu masuk?" Tanya Ibu Ayu dari balik pintu kamar.
"Masuk aja Bu" Jawab Ayu.
Ibu Ayu masuk sambil membawakan Ayu segelas susu.
"Ada apa ndok, wajahnya masam?" Tanya Ibu Ayu.
Ibu Ayu duduk di sebelah Ayu, Ayu meletakkan ponselnya lalu memeluk ibunya.
"Hufttt, Yuna Bu" Jawab Ayu.
"Ada apa dengan Yuna?" Tanya Ibunya.
"Dia bertengkar dengan temannya" Jawab Ayu.
"Temannya?" Tanya Ibunya bingung.
Ayu melepaskan pelukannya, lalu menatap Ibunya.
"Yuna punya teman Bu dan mereka itu...." Jawab Ayu.
"Kynk kamu sama Aris dan Anif?" Potong Ibunya.
Ayu mengangguk, lalu memeluk ibunya lagi.
"Ayu, Bayu dan Jaken, udah bikin semua agar dia senang tapi dia..." Kata Ayu.
"Kamu ngk nanya ke Yuna?" Tanya Ibu Ayu.
"Ngk... Takut" Kata Ayu cemberut.
Ibu Ayu tertawa kecil.
"Kamu juga gitu" Jawab Ibu Ayu.
Ayu melepaskan pelukannya lagi.
"Ha?" Kata Ayu bingung.
Ibunya merapikan rambutnya.
"Ibu, Ayah sama ketiga kakakmu. Kami melakukan semua yang Ayu suka tapi Ayu masih aja cemberut" Jawab Ibu Ayu sambil memegang pipinya.
Ayu menatap Ibunya.
"Ayah sampai mengajak kamu pergi ke luar kota, kakakmu mengajak kamu ke puncak, mba Sri membelikan kamu sepatu yang kamu suka" Lanjut Ibu Ayu.
"Dan ibu, selalu memasak makanan kesukaan Ayu sampe² kang Yudi kesal" Lanjut Ayu sambil tertawa kecil.
Ibunya pun ikut tertawa.
"Tapi tetap saja, Ayu belum pulih dari luka itu" Kata Ibunya.
"Malah luka Ayu sampai sebulan loh" Lanjut Ibu Ayu.
Ayu terdiam.
"Aku pulih saat Aku menceritakan semua pada Ibu dan melakukan semua yang kulakukan, dan berpura-pura baik² saja dan akhirnya terbiasa" Pikir Ayu.
Ayu memeluk Ibunya lagi.
...****************...
Rumah Yuna.
Yuna menelfon keluarganya satu persatu untuk pamit dia akan berada di markas mereka untuk sehari, dari pagi sampai jam 9 malam.
"Kenapa ngk sekalian aja tidur di sana" Kata Yuri.
"Maunya gitu" Jawab Yuna.
"Napa lagi sih ni anak" Pikir Yuri.
"Tapi?.." Tanya Yuri.
"Tapi, ngk mau aja" Jawab Yuna sambil tertawa kecil.
"Hmm pergilah, kakak juga ada tugas jadi kakak juga ngk bisa pulang" Kata Yuri.
"Hmm, semangat kak" Kata Yuna.
__ADS_1
"Hmm ok" Jawab Yuri.
Besoknya, liburan sekolah.
Yuna bangun jam 6.30,setelah selesai membersihkan rumah Yuna langsung berangkat pergi ke Gudang Tua.
Yuna sampai di gudang tua jam 7.15 sambil membawa beras, Yuna langsung memasak nasi, setelah selesai Yuna pergi ke atas utuk tidur, Yuna tidak memberi tahukan pada ketiga temannya jika dia ada di gudang tua.
Yuna bangun jam 9.15,Yuna turun untuk makan.
"Good morning" Sapa Ayu.
Yuna terkejut.
"Makanan sudah siap" Teriak Jamia.
Yuna kaget.
Yuna berjalan ke arah dapur.
"Ahkkk tvnya kecil" Cerutu Bayu.
"Mata lu yang kecil" Jawab Ayu.
"Tau, beda 2 inci doang" Lanjut Jamia sambil menaruh makanan diatas meja.
Jamia melihat Yuna.
"Good morning" Sapa Jamia.
"Morning" Jawab Yuna bingung.
"Morning my selingkuh" Sapa Bayu.
Yuna tersenyum kecil.
"Morning my ATM" Jawab Yuna.
"Anjirr" Kata Bayu.
"Kena mental kgk lu" Kata Ayu.
Mereka berempat tertawa.
Setelah selesai makan, Ayu dan Yuna yang mencuci piring.
Setelah selesai mereka duduk di ruang tengah.
"Kalian" Kata Yuna sambil melihat ketiga temannya yang sedang makan apel.
"Sedang apa disini?" Lanjut Yuna.
"Hmm, gw boring di rumah" Jawab Ayu.
"Ngk ada kerjaan so cari kerjaan" Jawab Bayu.
...****************...
Beberapa Jam yang lalu.
Kamar Ayu.
🎼PAPA TELEFON🎼(Nomor tidak di kenal)
Ayu langsung mengangkat telfon tanpa melihat siapa yang menelponnya.
"Haloo" Jawab Ayu mengantuk.
"Halo, apa ini dengan Ayu?" Tanya Yuri.
"Hmm!!?" Kata Ayu sambil melihat ponselnya.
"Nomor baru?" Pikir Ayu.
"Siapa ya?" Tanya Ayu.
"Saya Yuri Rahadian, Kakaknya Yuna" Jawab Yuri.
"Ya!!?" Kata Ayu kaget, dia langsung bangun dan memperbaiki rambutnya.
"Iya kak, ada apa ya kak?" Tanya Ayu.
"Ada yang bisa Ayu bantu kak?" Tanya Ayu lagi.
"Gini, kakak titip Yuna ya" Jawab Yuri.
"Ya!?" Tanya Ayu bingung.
"Kemarin dia pamit, mau ke gudang tua, katanya itu markas kalian atau apalah itu" Jawab Yuri.
"Ah, iya kak" Jawab Ayu.
"Yuna sekarang ada di sana" Kata Yuri.
"Ya,, sekarang Yuna di sana?" Kata Ayu kaget.
"Iya katanya gitu" Kata Yuri.
"Ouh baik kak, nanti Ayu kesana" Jawab Ayu.
"Iya, tolong jagain Yuna ya" Kata Yuri.
"Siap kak" Jawab Ayu.
__ADS_1
"Ok, makasih ya" Kata Yuri.
"Iya sama² kak" Jawab Ayu.
Yuri mematikan ponselnya.
Ayu melihat jam di ponselnya.
"Anjirr, ini baru jam 7.40" Kata Ayu kaget.
"Dia ngapain di sana sih,ahkkkk" Lanjut Ayu sambil berguling kesana-kemari.
Ayu langsung menelfon kedua temannya lewat grup.
"Yo" Jawab Bayu.
"Morning" Jawab Jamia.
"Morning too beb" Kata Bayu pada Jamia.
"Gila" Jawab Jamia sambil tersenyum kecil.
"Woyy, Yuna ada di Gudang Tua sekarang" Kata Ayu sambil menyiapkan baju untuk di pakainya.
"What!!?" Jawab Jamia dan Bayu.
"Maksud lu, Jamia!!" Kata Bayu.
"Yunaaaa" Teriak Ayu.
"Iya maksud gw itu, ngapain dia disana jam segini?" Kata Bayu.
Jamia menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil.
"Mana gw tau" Jawab Ayu.
"Udah dulu gw mau siap² mandi" Lanjut Ayu.
Ayu mematikan telfonnya.
Kedua temannya pun bersiap.
...****************...
Rumah Jamia.
Setelah selesai berkemas, Jamia bergegas ke bawah.
Ibu dan pembantunya bingung.
"Ada apa JK?" Tanya Ibu Jamia.
"Nothing" Jawab Jamia sambil tersenyum kecil.
Jamia pun duduk di depan ibunya.
Mereka sarapan bersama.
"Mom" Panggil Jamia sambil membersihkan mulutnya dengan tisu.
"Yes" Jawab Ibu Jamia.
"Mau tambah?" Tanya Ibunya.
"Noo" Jawab Jamia.
Ibunya menatapnya.
"Can i.... " Kata Jamia gugup.
"What?" Tanya Ibunya penasaran.
"Hufttt" Jamia menatap Ibunya.
"Bisakah aku membawa beberapa makan ini ke teman-teman ku?" Tanya Jamia lantang sambil menutup matanya.
Ibu dan pembantunya kaget.
Jamia membuka matanya perlahan-lahan.
Ibu dan pembantunya saling memandang lalu mereka melihat Jamia.
"Hahahahah" Tawa Ibu Jamia.
Pembantunya tertawa kecil.
Jamia bingung.
"Mommm" Kata Jamia.
"Hahah, oh my god, i think what you wanna saying" Kata Ibu Jamia yang masih tertawa.
"Can i?" Tanya Jamia cemberut.
"Hahhaa, course baby" Jawab Ibu Jamia.
Jamia tersenyum.
Pembantunya menyiapkan semua yang ingin di bawa Jamia ke gudang tua.
Setelah selesai, Jamia pun pamit pada Ibunya untuk pergi.
Mereka bertiga sampai bersamaan di gudang tua.
__ADS_1
Jamin langsung ke dapur menyiapkan makanan, Bayu menggantikan tv dengan tv yng baru dia beli, Ayu pergi melihat Yuna.