
Gudang Tua.
Seseorang menekan bel, Kadi membuka pintu gudang.
"Kalian?!!" Kata Kadi kaget.
Eka berdiri menghampiri Kadi.
"Ar" Kata Eka terkejut melihat kondisi Arya yang tidak sadar.
Jamia dengan cepat turun, Jamia melihat Arya sedang di papah oleh Anif dan Aris.
Jamia berlari ke kamar Bayu dia memberikan kamar Bayu.
"Bawa dia ke sini" Kata Jamia.
Aris dan Anif membawa Arya ke kamar Bayu, Eka dan Kadi mengikuti mereka.
"Gw balik dulu" Kata Anif setelah meletakkan Arya.
"Gw ikut" Lanjut Aris.
Kadi menatap kedua temannya.
"Tidak usah khawatir, teman kalian akan di bawah ke sini" Kata Jamia.
Jamia pergi ke ruang yang ada di bawah tangga,dia mengeluarkan kotak P3K dan alamat infus.
Kadi menghalangi Jamia, Jamia menatap Kadi.
"Lu tau caranya?" Tanya Kadi.
"Kalo gw ngk tau, ngapain gw keluarin" Jawab Jamia.
Jamia berjalan melewati Kadi.
"Goblok" Kata Jamia.
"What!!" Jawab Kadi kesal.
Jamia dan Kadi
Aris dan Anif tertawa.
Jamia masuk ke kamar, dia mengobati Arya di bantu oleh Eka.
Saat Jamia dan Eka mengobati Arya, orang² Kadi dan Jamia sampai dan Juga 2 orang pekerja Arya , dan teman² Aris sampai.
Jamia keluar dari kamar.
"Roy" Panggil Jamia.
Dengan cepat Roy berlari ke arah Jamia.
"Yes Mis" Jawab Roy.
"Taru sofa itu di sudut sana" Kata Jamia.
"Lalu kau, ambil pengalas lantai di sana" Lanjut Jamia sambil melihat Kadi.
Kadi menatap Jamia.
"You told me?" Tanya Kadi sambil menujuk dirinya.
"Yes" Jawab Jamia.
"I'm not your maid" Kata Kadi.
Plak.
__ADS_1
"Ahk" Jerit Kadi karena di pukul Yuna dari belakang.
Yuna menatap Kadi dengan marah, Kadi dan yang lainnya terkejut melihat kedatangan Yuna.
Bayu berlari ke arah karpet,Bayu membawa karpet itu lalu membukanya, Ayu berlari ke atas mengambil bantal,mereka pun membaringkan 2 orang pekerja Arya.
"Keluar" Kata Yuna marah pada Kadi.
Air mata Yuna jatuh, Kadi terkejut.
Mereka semua melihat Yuna dan Kadi, Eka menghampiri Yuna.
"Yun" Panggil Eka sambil memegang lengan Yuna.
...****************...
1 Jam yang lalu.
Rumah Bayu.
Bayu turun ke bawah mengejar kedua temannya.
"Ayuuuu, Yunaaaaa" Teriak Bayu.
Yuna berjalan ke arah dapur mencari makanan.
Ayu yang masih di atas tangga terkejut dengan panggilan Bayu, dia pun berlari cepat ke bawah.
Tiba-tiba Yuna terdiam karena dapat telfon dari Jamia.
Jamia dapat kabar, Arya di berikan pada teman Ayu dalam keadaan tidak sadar dan ada beberapa luka, karena di kejar mereka terpisah,orang² Jamia pergi hanya membawa 2 orang pekerja Arya, Yo dan Rin.
Mereka sampai duluan sebelum orang² Jamia dan Kadi.
Yuna mendengar itu, dia berbalik pergi sambil menarik Ayu, mereka berlari ke luar, Bayu,Ronald dan orang² mengikuti mereka.
Orang di bengkel melihat mereka.
"Ada apa Yun?" Tanya Bayu khawatir karena melihat ekspresi Yuna yang cemas.
Mereka sampai di depan.
"Ayu cepat tlfon Ren" Kata Yuna cemas.
"Ii.. Iya" Jawab Ayu ikutan panik.
Ayu mengambil ponselnya.
Brummm, mobil Ren berhenti di depan mereka, Ayu kaget karena dia belum sempat menelfonnya.
Yuna dan Ayu bergegas masuk,mereka pun pergi.
Bayu menggerakkan beberapa orang-orangnya,mereka mengikuti Yuna dan Ayu.
Banyak mobil yang terparkir di jalan menuju gudang tua, sebelah kanan milik orang² Jamia, sebelahnya milik orang² Kadi, mobil mereka masuk di tengah.
"Wah banyak sekali mobil di sini!!" Pikir Ayu.
"Apa sebenarnya terjadi" Pikir Bayu.
Mobil Yuna berhenti tepat di depan gudang tua, Yuna keluar dari mobil,Yuna berlari cepat ke dalam, di ikuti oleh kedua temannya.
...****************...
Yuna dan Kadi saling memandang, Yuna pergi ke kamar Bayu untuk melihat Arya sedangkan Kadi keluar tapi di tahan Eka.
"Dia mencari kita" Kata Eka sambil menatap Kadi.
"Lu ngk dengar dia bilang apa" Jawab Kadi kesal.
__ADS_1
Mereka yang ada di situ melihat Kadi dan Eka, Kadi melepaskan pegangan Eka.
"Tolong maafin dia" Kata Ayu yang mendengar percakapan Kadi dan Eka.
Mereka melihat Ayu, Kadi dan Eka melihat Ayu.
"Selama gw berteman ama Yuna, baru kali ini gw liat dia seperti itu" Lanjut Ayu sambil menahan air matanya jatuh.
Jamia dan Bayu menghampiri Ayu lalu memegang pundaknya.
"Benar, biasanya jika ada masalah dia tetap tersenyum atau dia akan marah setelah itu selsai dia akan kembali seperti bisanya" Lanjut Bayu.
Bayu berdiri di sebelah kanan Ayu dan Jamia di sebelah kiri Ayu.
"Tadi dia kynk.. Mau gila" Kata Ayu sambil membayangkan betapa cemas dan khawatir Yuna tadi.
Ayu berbalik memeluk Jamia, Bayu dan Jamia menenangkan Ayu.
Eka memeluk lengan Kadi.
"Al" Kata Eka pelan.
"****" Kata Kadi kesal.
Aris, Anif dan Reky terkejut melihat ekspresi Kadi.
"Ini pertama kalinya gw liat dia semarah itu" Bisik Reky.
"Shutt diam" Jawab Anif.
"Tunggu gw di sini, nnti gw balik" Lanjut Kadi.
Kadi melihat Kamar yang di tempatkan Arya.
Kadi melepaskan tangannya pelan dari Eka, lalu dia pergi.
"Tunggu, gw ikut" Kata Jamia.
Kedua teman Jamia melihatnya.
"Ken!!" Kata Bayu.
"Orang lu, jaga di sini" Kata Jamia pada Bayu.
"Ken.. " Panggil Ayu sambil menangis.
"It's okay, gw ngk akan mati" Jawab Jamia.
Jamia melepaskan diri dari pelukan Ayu, lalu memberikan Ayu pada Bayu, Jamia pun pergi bersama Kadi.
Yuna mendengar semua percakapan mereka, dia hanya bisa menangis, Arya terbangun karena mendengar suara Yuna, dia memegang tangan Yuna.
Yuna terkejut, dia melihat Arya tapi matanya masih tertutup.
Eka, Bayu dan Ayu melihat kepergian kedua teman mereka.
Eka berjalan ke arah kamar.
"Yuna" Panggil Eka pelan.
Eka menghampiri Yuna, Yuna memeluk Eka tapi tangannya masih di pegang Arya, Yuna dan Eka menangis, pegang Arya semakin erat.
Bayu dan Ayu melihat dari luar kamar, Ayu menangis di pundak Bayu.
"Seharusnya di saat seperti ini, aku bersamanya" Pikir Aris yang sedang melihat Bayu sedang menenangkan Ayu.
Anif dan Reky menghampiri Aris, lalu memegang pundaknya, Gita hanya bisa melihat mereka.
"Maafin gw" Pikir Gita sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
__ADS_1