
Saat Yuna duduk, Jamia melihat Yuna sambil cemberut, Yuna menghindari kontak mata dengan Jamia sambil menahan tawanya.
Ayu yang sudah dari tadi tertawa sampai perutnya sakit,Ayu yang duduk di tengah Yuna dan Jamia, Ayu menepuk pundak Yuna.
"Sebentar lagi kamu akan di makannya" Kata Ayu yang masih tertawa.
"Ha!!" Jawab Yuna bingung, Jamia masih melihat ke arah Yuna,Yuna memalingkan wajahnya lagi sambil tersenyum.
"Tamat riwayat ku" Pikir Yuna sambil tertawa kecil.
"Ini gara-gara dia(Bayu)" Pikir Yuna sambil melihat ke arah Bayu,Saat Yuna melihat ke arah Bayu, pandangannya malah bertemu dengan Felix yang duduk di belakang Bayu.
Felix Bararo adalah teman sekelas Yuna. Felix salah satu orang yang mengetahui sifat gelap Yuna(suka berkelahi). Felix juga suka pada Yuna, mereka duduk sebangku saat kelas dua.
Felix menatap Yuna sambil tersenyum kecil sedangkan Yuna hanya melihatnya tanpa ekpresi.
Saat Bayu mau melihat ke arah Yuna, Yuna sudah memalingkan wajahnya.
Bayu melihat ke arah belakangnya.
Pandangan Bayu dan Felix bertemu, mereka berdua hanya saling tersenyum kecil.
30 menit kemudian kemudian.
"Baikla, besok jangan lupa perlengkapan kalian" Kata Maya mengingatkan siswa baru untuk membawa peralatan MOS mereka.
"Baik" Jawab mereka(siswa baru) semua.
Mereka pun bersiap untuk pulang,mereka keluar dari aula.
Saat keluar dari Aula.
...----------------...
Yuna menggandeng tangan Jamia, Ayu di satunya lagi,mereka berdua tersenyum, Jamia menatap mereka dengan curiga.
"Mau apa lagi mereka berdua?" Pikir Jamia.
"What" Kata Jamia sambil menatap kedua temannya itu.
"You know him, right" Tanya Yuna.
"No" Jawab Jamia, menghindari kontak mata dengan Yuna.
"Really" Tanya Ayu.
Jamia terdiam sejenak "Yup" Jawab Jamia memalingkan wajahnya lagi.
Yuna dan Ayu saling memandang, mereka berdua mengangguk.
"Emang kamu tau siapa yang sedang kami bicarakan?" Tanya Yuna.
Jamia melihat ke arah Yuna, Yuna mengangkat sebelah alisnya, Ayu hanya mengangguk,Jamia menatap Yuna sedikit kesal.
Tiba-tiba Bayu muncul "Kalian sedang membiarkan apa" Tanya Bayu yang berjalan di sebelah Yuna.
"none of your business" Jawab Jamia ketus.
Bayu dan kedua temannya kaget, Jamia sendiri pun kaget dengan apa yang dikatakannya.
"Oh god" Pikir Jamia.
Jamia melepaskan tangannya yang di gandeng oleh kedua temannya lalu dia berjalan cepat kedepan.
Yuna, Ayu dan Bayu tertawa kecil melihat ekpresi Jamia.
__ADS_1
"Hahaha" Tawa Yuna dan Bayu.
"Oi cukup, kasian tau" Kata Ayu, Ayu mengejar Jamia.
Bayu dn Yuna saling memandang lalu tersenyum.
Tiba-tiba dari belakang Yuna dan Bayu.
"Yuna Rahadian Dungga" Pangil Yuni.
Yuna dan Bayu berbalik.
"Ya" Jawab Yuna
"Bisa kita bicara" Lanjut Wanti sambil menatap Yuna dengan serius.
"Ouh, iya" Kata Yuna sambil mengangguk. Yuna melihat ke mereka sambil tersenyum
"Harus ku apakan ya mereka" Pikir Yuna sambil tersenyum.
Saat Yuna mau pergi bersama mereka,Bayu mencegah Yuna pergi dengan menahan tangan Yuna.
Yuna melihat ke arah Bayu "It's okay" Kata Yuna sambil melepaskan pegangan Bayu.
Alis Bayu mengkerut "No" Kata Bayu pelan, Yuna hanya tersenyum.
"Aku akan menyelesaikan nya dengan cepat" Lanjut Yuna sambil tersenyum.
"15 menit, tunggu aku 15 menit" Lanjut Yuna lagi.
Yuna pun pergi mengikuti Yuni dan teman-temannya.
...----------------...
"Mau apa lagi tiga ular itu" Pikir Kadi.
"Aku turun duluan" Kata Kadi pada teman-temannya, yang pandangannya masih tertuju pada Yuna.
Kadi berlari turun ke bawah.
Anif melihat ke arah Kadi yang tampak cemas
"Ada apa dengannya?" Tanya Anif bingung.
"Ada apa emangnya?!" Lanjut Aris, sambil melihat Kadi yang lari begitu cepat.
"Cepat juga larinya" Pikir Aris.
Ayu dan Jamia berbalik belakang, mereka berdua melihat Bayu tinggal sendiri tanpa Yuna disebelahnya.
"Bay, Yuna mana?" Tanya Ayu yang sudah berdiri di sebelah Bayu.
Bayu melihat ke arah Yuna berjalan mengikuti Yuni dan teman-temannya, semua orang melihat ke arah mereka.
Jamia ingin menyusul kesana tapi di cegah Bayu "No" Kata Bayu sambil menggelengkan kepalanya.
"But Yuna" Lanjut Jamia tampak cemas.
"I will.." Kata Bayu yang terputus karena Kadi yang tiba-tiba datang.
"What happened?" Tanya Kadi ngos-ngosan, sambil melihat ke arah mereka bertiga.
Ayu dan Jamia tampak cemas.
Kadi menghembuskan nafas kasarnya
__ADS_1
"Haaaaa, para wanita(Yuni dan teman-temannya) itu" Pikir Kadi.
Saat Kadi ingin menyusul Yuna, dia di tahan oleh Bayu.
Kadi melihat ke arah Bayu.
"15 menit,itu katanya" Kata Bayu sambil melihat ke ruang komputer(tempat Yuna masuk).
"Itu lama" Jawab Kadi sambil menatap Bayu.
"Trust her" Jawab Bayu.
Kadi memalingkan wajahnya sambil menghembuskan nafas kasarnya. Mereka memutuskan untuk menunggu Yuna.
10 menit kemudian.
"****, mereka terlalu lama" Kata Kadi sambil melihat jam tangannya.
Kadi pun tidak kuat untuk mengunggu,dia pun ingin menyusul Yuna,tapi saat dia mau menyusul Yuna,Yuna sudah keluar dari ruangan komputer sambil tersenyum.
Mereka semua melihat ke arah Yuna.
Ayu dan Jamia langsung berlari ke arahnya, Bayu ikut menyusul pergi ke arah Yuna.
"Yuna" Rengngek Ayu sambil memeluk Yuna.
Yuna tertawa kecil sambil membalas memeluk Ayu.
"Ayu" Pikir Aris dan Anif yang memperhatikan dari atas, mereka berdua saling memandang.
"Are you okay, Yun?" Tanya Jamia cemas, sambil memegang bahu Yuna.
Yuna tersenyum kecil "Course" Jawab Yuna.
Kadi melihat ke arah Yuna. Kadi mengingat apa yang Arya katakan sebelum dia pergi ("Gk ada yang berani mukulin dia").
"Aku tidak pernah melihatnya punya masalah,semenjak Arya pergi dia selalu bersama ku, dan semua tampak baik-baik saja" Pikir Kadi.
Yuna melihat ke arah Kadi sambil tersenyum kecil
"Karena dia(Yuna), selalu tersenyum..." Pikir Kadi saat melihat Yuna.
Kadi balas tersenyum ke arah Yuna,teman-temannya yang melihatnya pun terheran-heran.
...----------------...
"Apa-apaan itu" Kata Anif yang terkejut melihat Kadi tersenyum pada seseorang.
Aris tersenyum kecil.
"Seorang Alkadrie Karel tersenyum pada seorang wanita, sebuah mukjizat" Kata Aris sambil tertawa kecil, Anif pun ikut tertawa.
Reky ikut melihat ke arah Kadi sambil menghembuskan nafas kasar
"Haaa.. Itu bukan apa-apa" Lanjut Reky sambil mengingat kejadian di kantin tadi.
Kadi orang yang sangat dingin, pada guru pun dia tidak tersenyum, jika tersenyum pun dalam keadaan terpaksa,terkadang dia akan tersenyum kecil saat bersama teman-temannya.
...****************...
Yuna dan teman-temannya pun pergi lalu Kadi kembali pada teman-temannya. Yuna sekali melirik ke arah ruang komputer sambil tersenyum kecil.
Felix Bararo.
__ADS_1