
Jamia sampai di rumahnya.
"Welcome" Sambut seorang pria.
Jamia menatap pria itu dengan dingin.
"What are you doing in here?" Tanya Jamia.
"See my daughter" Jawab Ayah Jamia.
"Now you've seen it so come back" Kata Jamia.
"Jangan seperti itu JK" Kata Ibu Jamia.
"Aku fikir banyak mobil di depan karena Mom punya tamu, ternyata tamu tidak di undang" Pikir Jamia.
Jamia masuk melewati Ayahnya menuju ke Ibunya lalu memeluknya.
"Me?" Kata Ayahnya.
Jamia melepaskan pelukannya.
"What?" Jawab Jamia.
Jamia dan Ibunya melihat ke arah Ayahnya.
Jack Ara Valuenz pemilik Bar dan Kasino terbesar di US, Egois dan keras kepala. Karena terlahir di keluarga kaya dan selalu berurusan dengan dunia bawah(Mafia, gengster dll). Apa pun yang di inginkan selalu di wujudkan dan tidak pernah puas dan gampang bosan.
"Hug me" Kata Ayahnya.
Ibu Jamia tertawa kecil.
"For?" Jawab Jamia.
"I'm your father" Jawab Ayahnya.
"So?" Kata Jamia.
Ibu Jamia dan bodyguard tertawa kecil.
"You don't change" Kata seorang wanita yang baru keluar dari kamar tamu.
Jamia tersenyum seringai.
"Sudah kuduga pasti ada salah satu iblis mengikutinya" Pikir Jamia
Jamia melihat ke arah sumber suara.
"What do you want me to look like, wonder woman, black widow or gamora?" Jawab Jamia.
Ayah dan bodyguard nya mendengar itu tertawa.
"Jamiaa" Tegur Ibu Jamia.
"It's not funny" Bentak Jessi
Jessi Ara Valuenz, adik tiri Jamia, Anak pertama dari hubungan kedua Ayahnya. Hubungan mereka berdua kurang baik.
"Keep your voice down, this is not your house" Kata Jamia sambil memelototi Jessi.
Jessi terdiam, sambil melihat ke arah Ibu Jamia.
"Mom aku akan ke atas untuk mandi" Kata Jamia.
"Ah,iya" Jawab Ibu Jamia.
"Bi antarkan makanan ku ke atas" Kata Jamia.
"Baik non" Jawab Bi Ija.
"And Father.. " Lanjut Jamia sambil berbalik melihat ke arah ayahnya.
" Yes i am" Jawab Ayah Jamia.
"If you wanna say something, you will call me or go to my room" Kata Jamia.
"Ok" Jawab Ayah Jamia.
"Dia selalu banyak bicara saat bersamanya, sedangkan dengan ku dia hanya akan menjawab terserah lalu pergi" Pikir Jessi sambil melihat ke arah ayahnya.
Jamia melihat ke bodyguard.
Bodyguard berdiri tegak.
Jamia memalingkan wajahnya, lalu berjalan menuju kamarnya tanpa melihat ke arah Jessi.
Perbedaan umur mereka hanya satu tahun.
Jamia berhenti lalu berbalik melihat ke arah Jessi
"Watch your language while here, speak politely to my mother or anyone here including them" Kata Jamia sambil menunjuk bodyguard dan pembantunya.
"Understand" Lanjut Jamia.
Jessi melihat ke arah Jamia dengan ekspresi marah.
"You have neither a mouth nor a tongue?" Lanjut Jamia
"I understand" Jawab Jessi.
"Good Girl" Balas Jamia.
Jamia pun naik ke atas menuju kamarnya.
Ayahnya tersenyum puas melihat Jamia.
"She is my Girl" Pikir Ayah Jamia.
Kamar Jamia.
Jamia melempar tas nya.
"Ngapain sih mereka kesini" Kata Jamia.
"Hahhh, moodku buruk" Kata Jamia.
Jamia mengambil ponselnya.
__ADS_1
Jami mengirim pesan di grup.
"Jalan yuk" Pesan Jamia.
"Yuk" Pesan Yuna.
"What terjadi" Pesan Bayu.
"Bahasa macam apa itu" Pesan Yuna.
"Nothing, hanya ingin keluar" Pesan Jamia. @B.Y45
"๐๐๐" Pesan Bayu.
"Cih gila" Pesan Yuna.
"Ouh kira kenapa๐ฅฐ" Pesan Bayu @J.K
"Waktu kalian hanya satu jam" Pesan Jamia.
"Buset dah, cepat amat๐ซ" Pesan Yuna.
"Amat aja ngk cepat-cepat, btw @A.Y.U๐ mana ni" Pesan Bayu.
"Tau tu, oi cok @A.Y.U๐ kamu dimana?" Pesan Yuna.
"Bay cepetan Bay, waktu kita hanya sejam" Pesan Yuna.
"Ok๐ฆธโโ๏ธ" Pesan Bayu
Yuna pergi untuk mandi, setelah mandi dia pergi ke bawah untuk makan.
Kamar Ayu.
Ayu baru selesai makan dan naik ke kamarnya,tiba-tiba dia turun lagi ke bawah sambil membawa ponselnya.
"Ibuuu, mass" Teriak Ayu.
"Ada apa Yu" Jawab Ibu Ayu kaget
"Kenapa Yu" Tanya Sri kaget.
"Hehe maaf, Ayu cuman mau pamit untuk keluar" Kata Ayu.
"Keluar?" Tanya Ibu dan Kakak ipar Ayu.
Ayu menunjukkan ponselnya.
"Teman-teman Ayu ngajak keluar" Jawab Ayu sambil tersenyum.
"Ya Allah kirain kenapa, Yu.. Yu" Kata Ibu Ayu.
"Maaf Buuu" Jawab Ayu.
Sri hanya tertawa.
"Bisa ngk bu Ayu keluar?" Tanya Ayu.
"Iya, Hati-hati" Jawab Ibu Ayu.
Ayu kembali ke kamarnya untuk siap-siap.
Rumah Jamia.
Jamia selesai makan.
Jamia keluar dari kamarnya, sambil membawa bekas makannya
Jamia turun kebawah, dia melihat Ibunya dan Ayahnya sedang berbicara.
Jamia pergi ke dapur melihat Bi ija sedang mencuci piring.
Jamia meletakan bawaannya lalu meraih tangan bi Ija, mencucinya karna ada busa sabun.
"Non, ada apa non?" Kata bi Ija bingung.
Jamia hanya diam lalu pergi sambil membawa bi Ija ke ruang tamu.
Ayah dan Ibu Jamia melihat ke arah Jamia dan pembantunya.
Ibu Jamia melihat ke arah bi Ija, bi Ija hanya menggelengkan kepalanya.
"Jessiiii" Teriak Jamia.
"Jamia what are you doing" Kata Ibunya kaget.
"Jessiiiiii" Teriak Jamia lagi.
Ibunya berdiri.
"Jamia stop" Kata Ibunya.
Jamia melihat ke arah ibunya sambil tersenyum kecil, lalu...
Ayahnya hanya tertawa kecil.
"Jess.. " Kata Jamia.
"Whatt" Jawab Jessi sambi membuka pintu kamar tamu yang berada di sebelah sofa.
"Go wash the dishes" Kata Jamia.
"What" Kata Ibunya dan Jessi kaget.
"Non" Kata bi Ija juga kaget.
Ayahnya kaget sambil melihat ke arah Jamia.
"Are you crazy" Jawab Jessi.
Ayah Jamia tertawa kecil di ikuti oleh bodyguard yang berjaga di depan pintu.
"If I was crazy, I'd have you clean the whole house not just do the dishes" Jawab Jamia.
Jessi menatap Jamia dengan kesal.
Ayah mereka hanya tertawa.
__ADS_1
"Dad" Panggil Jessi pada Ayahnya.
Ayahnya memalingkan wajahnya pura-pura tidak dengar.
"GO.....NOW" Kata Jamia sambil menunjuk arah dapur.
"Dady" Panggil Jessi lagi.
"Now" Kata Jamia.
Jessi kesal, menghentakkan kakinya lalu bergi ke dapur.
Jamia tersenyum kecil.
Plak
"Ahk" Jerit Jamia.
Ibunya memukul lengannya.
"Mom" Kata Jamia sambil berbalik melihat ke arah Ibunya.
"What are doing?" Kata Ibunya.
"What i do?" Tanya Jamia kaget.
Ibunya menatapnya.
"I'm just teaching that stupid kid to work" Lanjut Jamia.
"So that her knows that living in other people's homes is not just eating and sleeping, you have to work" Lanjut Jamia sengaja membesarkan suaranya.
"Jamia" Kata Ibunya.
"Pelan- pelan Jamia, dia akan mendengar mu" Kata Ibunya sambil memukul pelan lengan Jamia.
"That great" Jawab Jamia.
"Jamia" Kata Ibunya menegur.
"I'm right" Kata Jamia pada Ayahnya.
"I don't know" Jawab Ayahnya.
"Ya, you don't know anything" Jawab Jamia.
"What!!" Kata Ayahnya kaget.
Jamia berjalan menuju ke Ayahnya.
"Ya ampun anak ini" Pikir Ibu Jamia.
Jamia berdiri di depan Ayahnya sambil membuka telapak tangannya.
"What else is this?" Tanya Ayahnya bingung.
"Give me money" Jawab Jamia.
Ayahnya terdiam.
"What?" Kata Ibunya kaget.
"Jamia stop please " Lanjut Ibunya.
Ayahnya tidak mengatakan apa-apa langsung membuka dompetnya.
"Ah Mom" Kata Jamia Sambil melihat ke arah Ibunya.
"Aku mau keluar bersama teman-teman ku" Lanjut Jamia.
"Ha! Naik apa, punya siapa?" Tanya Ibu Jamia.
"Mobil, miliki kita" Jawab Jamia.
"Baiklah" Kata Ibunya.
"What, wait!?" Kata Ayahnya sambil berdiri.
"You will take the car?'' Lanjut Ayahnya.
"Not her, the driver who will take the car" Jawab Ibunya.
Jamia melihat ke arah Ayahnya sambil mengerutkan alisnya.
"Ouh, I think" Kata Ayahnya sambil menatap Jamia.
"What!" Kata ayahnya.
"Money" Kata Jamia.
"I don't have Indonesian currency" Jawab Ayahnya.
"Just give it, I'll exchange it at the bank" Jawab Jamia.
"Ambil ini aja" Kata Ibunya.
"Tidak mau" Kata Jamia.
"Aku mau uang miliknya" Lanjut Jamia sambil melihat Ayahnya.
"Ini" Kata Ayahnya.
"That's too much Jack" Kata Ibu Jamia.
Jamia tersenyum.
"Thanks Dad" Kata Jamia langsung berjalan pergi.
"Pak sopir ayo pergi" Kata Jamia sambil berlari ke arah mobil.
"Jamia itu terlalu banyak" Teriak Ibunya.
"Pak cepetan" Kata Jamia.
"Jk" Panggil Ibunya.
Mobil Jamia pergi menuju ke arah rumah teman-temannya.
__ADS_1