
Rendi memperhatikan tangan Yuri.
"Tenangkan dirimu Dok" Kata Rendi.
"Hufttt" Yuri menenangkan dirinya.
Yuri menatap teman-teman Yuna satu persatu.
"Jangan ada dari kalian yang masuk di kamar Yuna, selangkah pun" Kata Yuri penuh tekanan.
Mereka semua terkejut.
Yuri melihat jam tangannya, dia berbalik ke arah Rendi.
"Saya serahkan adik saya pada anda Dok" Kata Yuri sambil menatap Rendi.
"Baik" Jawab Rendi.
"Kak" Panggil Ayu, Eka dan Jamia.
Yuri berjalan pergi, tanpa melihat kebelakang.
"Lebih baik dia membanting kita" Kata Kadi.
"Atau memukul kita" Lanjut Arya.
"Kita harus gimana?" Tanya Eka sedih.
Eka berjongkok menangis.
"Kalian sudah dengar kan, keluarga pasien melarang kalian masuk" Kata Rendi.
Rendi melihat anggota keluarganya,mereka semua saling memandang, Rendi berjalan pergi.
Mereka semua menunduk.
"Kalian pergi berganti pakaian dulu" Kata Erik.
"Benar, kalian semua terlihat berantakan" Lanjut Reza.
Mereka tidak menghiraukan perkataan mereka berdua.
Mereka melihat Yuna dari luar lewat kaca.
"Tente lu bilang semua udah beres kan, JK" Kata Ayu.
Jamia melihat Ayu.
"Al, lu juga bilang mereka semua sudah di tangkap" Lanjut Eka.
Kadi melihat Eka.
__ADS_1
"Lalu kenapa ini terjadi?" Tanya Ayu mulai menangis.
Kadi dan Jamia menunduk.
Two(orang Bayu) datang bersama beberapa orang.
Tiba-tiba..
Seorang wanita mendorong teman² menjauh dari depan pintu kamar Yuna.
"Siapa kalian?" Tanya Gita.
Mereka semua terkejut.
Wanita itu menatap Gita dengan dingin.
"3D(three D)" Kata Eka, Kadi dan Arya kaget.
Mereka bertiga melihat kearah teman lama Yuna tanpa ekspresi.
Mereka bertiga berjaga di depan pintu kamar Yuna, wanita itu melihat orang yang ada di situ satu persatu.
Teman² Yuna mundur.
"Siapa mereka?" Tanya Ayu.
"Mereka bertiga murid terbaik Kak Yuri" Jawab Eka.
"Deah, dia juara taekwondo" Jawab Eka sambil melihat wanita yang berdiri di depan pintu.
"Deni juara karate" Lanjut Arya sambil melihat pria tinggi yang di sebelah kanan Deah.
"Teman-teman Yuna terkejut.
"Derik....." Lanjut Kadi.
"Derik juara kickboxing" Lanjut Fredik sambil melihat pria bertubuh kekar di sebelah kiri Deah.
Mereka melihat Fredik.
"Lu tau dari mana?" Tanya Eka.
"Gw penggemarnya" Jawab Fredik.
Fredik langsung berlari ke arah Derik.
"Kak, boleh foto bareng?" Tanya Fredik penuh semangat.
Derik tersenyum kecil.
Mereka berdua berfoto bersama, setelah itu ekspresi Derik berubah.
__ADS_1
Derik menatap Fredik dengan dingin.
"Sekarang pergi dari sini" Kata Derik.
Fredik terkejut, dia langsung mundur.
Bayu menatap 3D dengan dingin.
"Ayo kita kembali" Kata Kadi.
Mereka semua terkejut.
"Sudah ada yang menjaga Yuna" Lanjut Kadi.
Ketiga teman lama Yuna berjalan pergi.
"Sahabat macam apa kalian" Kata Ayu kesal.
Mereka bertiga berbalik.
"Yu, itu baru orang milik kak Yuri yang keluar, jangan sampai milik kak Yudha atau Ayah Yuna yang keluar" Jawab Eka.
Mereka semua bingung.
"Jika sampai mereka yang keluar, kita tidak akan bisa melihat Yuna lagi" Lanjut Kadi.
Arya mengangguk.
Mereka semua terkejut.
Keluarga Ayah dan Ibu Yuna seorang seni beladiri, mereka memiliki sebuah tempat latihan besar dari berbagai macam seni beladiri seperti, taekwondo, karate, tinju,kickboxing, judo, kendo(seni beladiri menggunakan pedang),dan silat.
Yuri salah satu gurunya.
Setelah 2 hari Yuna di rumah sakit, Yuri memberi tau kepada orang tuanya tentang kondisi Yuna.
Keluarga Yuna sangat marah, ibu Yuna hampir jatuh pingsan karena mendengar kondisi Yuna.
Teman-teman Yuna bergantian pergi ke rumah sakit, mereka selalu berpapasan dengan keluarga Yuna,jangan kan membalas sapaan teman-teman Yuna melihat wajah mereka pun tidak.
Yang menjaga Yuna selalu bergantian, mereka menjaga Yuna 24 jam.
Kadi,Jamia, Bayu dan Arya pergi pulang dari luar negri, mereka terus menyelidiki dan menghancurkan geng yang berhubungan dengan geng dari Singapura, karena yang menembak Yuna salah satu orang yang berhubungan dengan geng dari Singapura.
Felix dan Fredik mencari yang ada di Indonesia.
AARG dan Ayu mencari di internet.
Eka sampai berfikir minta bantuan pada ayahnya tapi di larang Kadi dan Arya.
Hubungan Eka dan Ayahnya tidak baik.
__ADS_1
Mereka semua tinggal di rumah besar