KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Hantu


__ADS_3

Yuna berjalan ke arah kamarnya sambil memegang kepala.


"Huftt" Membuk pintu.


"Ahhhkkkkkk" Jerit Yuna.


Yuna terduduk di lantai.


"Kenapa Yun"


"Kenapa Yun"


Ayu dan Eka yang mengikuti Yuna dari belakang kaget dengan teriakan Yuna, Gita berlari ke arah mereka.


Yuna melihat seseorang di tempat tidurnya, teman²nya ikut melihat tempat tidur Yuna.


Seorang wanita yang duduk di atas kasur Yuna dengan menundukkan kepalanya dan rambut sedikit acak²kan di dalam kegelapan.


Eka, Ayu dan Gita kaget, Yuna berdiri.


"Si.. Siapa?" Tanya Ayu takut.


Eka dan Gita saling berpelukan.


"Lu ngapain duduk di situ si anjirr,kaget gw" Kata Yuna kesal.


Ketiga temannya kaget, Yuna menghampiri sosok wanita itu.


"Yun" Panggil ketiga temannya takut.


"Mana gelap pula" Lanjut Yuna.


Ketiga temannya bingung.


Yuna berbaring di belakang sosok wanita itu, ketiga temannya takut.


"Gw ngk mau... " Kata sosok itu.


"Setannya ngomong" Potong Gita kaget.


Mereka semua terdiam.


"Buahahahahahahahaahaha setan" Kata Yuna tertawa.


Sosok itu menyalakan lampu, lalu menatap ketiga teman Yuna yang ketakutan sedangkan Yuna masih tertawa.


Eka "Jamia"


Ayu "JK"


Gita "Mia"


Mereka bertiga terkejut.


Yuna " Lu setan, hahahahaha"


Jamia "Hufttt"


Eka,Ayu dan Gita "Maaf"


Yuna "Hahahahahah, lu sih pake acara duduk di gelap² , di kamar orang pula"


Ketiga teman mereka mendekat.


Eka "Tau, bikin kaget aja"


Gita "Bukan kaget, tapi takut"


Ayu dan Yuna tertawa kecil.


Yuna "Sakit perutku"


Jamia "Ahhhh tau ah" Berbaring.


Teman laki-laki mereka masuk.


Anif "Apa yang terjadi?"


Kadi "Are you ok gays?"


Yuna "hahahahahaha ada setan tadi"


Ketiga temannya ikut tertawa.


Bayu "Setan?"


Jamia "Huhh"


Jamia bangun, Ayu memperbaiki rambut Jamia sambil tertawa kecil, Yuna bangun.


Yuna "Ayo sini ngumpul"

__ADS_1


Felix "kenapa?"


Yuna "Ada bisnis"


Mereka semua duduk di kasur Yuna.


Yuna, Jamia, Eka, Ayu dan Gita duduk di pangkuan Ayu. Mereka duduk berhadapan dengan Anif, Bayu, Kadi dan Arya, Reky Felix, Fredik Aris berdiri dei belakang keempat temannya.


Jamia "Mereka bilang apa tadi?"


Yuna "Huftt, lu semua pada ngpain di kamar gw?"


Mereka semua menatap Yuna datar.


Yuna "Hahahahahahaha, jangan terlalu serius"


Yuna turun dari tempat tidurnya.


Yuna "Ayo ke ruang keluarga"


Mereka semua turun dari tempat tidur Yuna.


Mereka semua sudah keluar dari kamar Yuna tapi Yuna masih di dalam dan berputar arah.


Aris "Lah lu mau kemana?"


Yuna "Mandi bambang"


Yuna masuk ke dalam kamar mandi


Aris "Nama gw Aris bukan bambang"


Mereka semua tertawa, mereka semua pergi duluan ke ruang keluarga.


5 menit kemudian Yuna datang, teman²nya sedang makan sambil menonton film.


Yuna " Lah lu pada belum mulai diskusinya?"


Fredik "Yang ketemu keluarga Mia kan elu, bukan kita"


Teman²nya mengangguk.


Yuna "Huft" Yuna duduk di kursinya.


Jamia khawatir.


Yuna "Santai aja JK"


Yuna "Maaf ya, tapi dia memang bikin emosi"


Jamia tertawa kecil.


Jamia "Kalo laki-lakinya sih ngk apa², tapi kalo perempuannya, Huhhhf"


Yuna "Hahahaha, umurnya berapa sih?"


Jamia " Entah, ngk perduli gw"


Yuna "Hahahaha kakak durhaka kau"


Jamia dan Yuna tertawa, sedangkan teman² nya menatap mereka bingung.


Anif "Lu berdua pada ngomongin apa sih?"


Felix "Siapa sih?" bingung.


Reky "Tau, jelasin dulu kek"


Jamia dan Yuna tertawa.


Yuna "Kedua adik JK mau tinggal di sini"


"Ha" Mereka semua kaget.


Fredik "Adik Mia yang mana?"


Yuna "Mia!?"


Fredik "Jamia.. Mia"


Jamia dan ketiga temannya tertawa kecil, yang lainnya bingung.


Jamia "Udah biarin aja, mana nyaman"


Mereka tertawa.


...----------------...


🎼 Papa Telepon🎼


Yuna mengangkat telfonnya.

__ADS_1


Yuna "Hallo"


Marina "Halo Yuna"


Yuna "Oh, iya Halo Mom" Kaget.


Marina "Bagaimana pembicaraannya?"


Yuna " Ah, itu.... " Menatap Jamia.


Yuna "Beri Yuna waktu Mom, Kami juga lagi mengerjakan sesuatu dari Ayah Ayu jadi... "


Marina "Mom ngerti kok" Sedih.


Yuna berdiri.


Yuna "Yuna usahin Mom, Mom jangan khawatir tapi untuk sekarang kami masih sedikit sibuk, belum lagi kami sedang menghadapi ujian kelulusan dan naik kelas" Sopan.


Mereka semua menatap Yuna bangga.


Marina "Baiklah, terima kasih banyak ya Yuna"


Yuna "Iya, sama² Mom"


Marina "Tolong jaga JK ya"


Yuna "Siap Mom"


Yuna mematikan telfonnya.


Yuna "Hufttt"


"Woohhhh" Teman²nya tepuk tangan.


Yuna menatap teman²nya


Fredik "Terbaiklah kau"


Yuna duduk kembali.


Yuna "Huftt, terbaik pala lu pe'a" lelah.


Mereka semua tertawa.


Rumah Jamia.


Jack "You hear how her talks" Menatap Jessi.


Jessi diam.


Jack "Marina is not her mother only her friend's mother, but her talk very polite like talking to his own mother"


Saat Marina berbicara dengan Yuna di telfon, Jack memasang loudspeaker ponsel Marina.


Marina "That's enough" Menenangkan Jack.


Jack berdiri.


Jack "Correct your vices if you want to live here, this is not in America" Marah.


Marina "Jack stop"


Jack "You too Julio"


Julio kaget.


Julio "Yes Dad"


Jack "Understand"


"Understand" Jessi dan Julio mengangguk.


Jack naik ke atas, pergi ke kamarnya.


Marina "Huft, Are you ok?" Menatap Jessi dan Julio.


Mereka berdua mengangguk.


Marina mengelus kepala mereka berdua.


Marina "Go to sleep, and don't be angry"


Marina "What your father said is true, and we Indonesians highly value politeness" Lembut.


Marina "(Jika mereka di bimbing dan di ajar pasti mereka tidak akan begini)" Menatap Julio dan Jessi.


Marina "GO to sleep" Pelan.


Mereka berdua mengangguk, Jack melihat dari tangga.


Jack tersenyum.

__ADS_1


Julio dan Jessi masuk ke kamar tamu.


__ADS_2