KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 24 Sekelas Lagi.


__ADS_3

Saat di kelas mereka masing-masing.


Kelas Yuna.


"Huhuhu, kenapa.. Kenapa kami(Teman-temannya) terpisah Tuhan" Pikir Yuna


Yuna yang duduk sendiri di hampiri oleh seseorang.


"Bisa aku duduk di sini?" Tanya Indah Widayang.


"Ah, iya silakan" Jawab Yuna


Yuna melihat ke arah pintu masuk.


"Ahhh, aku sekelas dengannya lagi" Pikir Yuna.


Yuna memalingkan wajahnya.


"Hai, Yun" Sapa Felix.


Felix berhenti di sebelah Indah, menunggu Yuna membalas sapaannya.


Indah melihat ke arah Felix lalu melihat ke arah Yuna bingung.


"Hahhh" Yuna berbalik melihat ke arah Felix.


"Hai" Jawab Yuna sambil tersenyum kecil.


Felix pun membalas senyuman Yuna.


Felix duduk tepat di belakang Yuna.


"Hhaiss, kenapa dia harus duduk di situ sih!" Pikir Yuna sambil mengertakan giginya.


Indah melihat ke arah Yuna terlihat tidak nyaman.


"Kamu baik-baik saja?" Tanya Indah.


"Ah, iya. Terima kasih sudah bertanya" Jawab Yuna.


"Kamu terlihat tidak nyaman" Kata Indah.


"Sangat" Pikir Yuna.


"Haha, gak kok" Jawab Yuna canggung.


"Kamun kenal sama dia?" Tanya Indah.


"Ingin ku berkata tidak, tapi tadi dia menyapaku" Pikir Yuna.


"Yaa, begitulah" Jawab Yuna.


Felix yang mendengar itu tertawa kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuna dan Felix sudah sekelas dari kelas 1 SMP.


Yuna banyak teman saat kelas 1.


Saat ada pekerjaan rumah (PR) Yuna selalu membagi PR pada teman-temannya, temannya pun semakin banyak.

__ADS_1


Pada saat Yuna membagi PR nya pada teman-tamanya,Arya dan Kadi sedang lewat di depan kelasnya.


Saat jam istirahat Kadi menarik Yuna pergi ke kelas mereka dan pada saat itu Felix ada di kelas mereka.


"Kenapa sih?" Tanya Yuna.


Mereka sampai di kelas.


Yuna dan duduk di depan Arya, sedangkan Kadi duduk di depan mereka berdua hanya terhalang meja.


Mereka duduk di tempat guru sedangkan Felix dan kelima temannya duduk di belakang.


"Kamu membagikan pekerjaan rumahmu dengan teman kelasmu?" Tanya Arya.


"Iya" Jawab Yuna spontan.


Kadi sedang bermain game online kaget.


Arya menatap Yuna kesal.


"Kenapa?" Tanya Yuna takut dengan tatapan Arya, Yuna melihat ke arah Kadi, Kadi menatap Yuna.


"Emang mereka gk punya otak?" Tanya Arya kesal.


"Ya ngk apa-apa kan, berbagai pengetahuan" Jawab Yuna sopan.


"Sampai kapan?" Tanya Kadi.


"Sampai.... " Jawab Yuna masih berfikir.


Arya menutup matanya menahan amarah.


"YUNA RAHADIAN DUNGGA" Kata Arya.


"Kenapa kamu goblok banget" Lanjut Arya.


"Ha?" Jawab Yuna kaget.


Kadi tertawa terbahak-bahak.


"Haishhh" Kata Yuna sambil memukul Kadi.


Yuna melihat ke belakang Kadi, pandangan Yuna dan Felix bertemu.


Yuna memalingkan wajahnya.


"Kenapa ada dia di situ sih" Pikir Yuna.


"Yuna" Panggil Arya.


"Ya" Jawab Yuna kaget.


Arya menatap Yuna, menunggu penjelasannya.


"Aa, itu aku kasian sama mereka" Jawab Yuna gugup.


Kadi masih tertawa.


Yuna dan Arya melihat ke arah Kadi.


"Diam" Kata Yuna dan Arya.

__ADS_1


"Ah, ok sorry" Jawab Kadi yang masih tertawa kecil.


"Yuna cukup, ok, berhenti memperlihatkan mereka PR mu" Lanjut Arya.


Yuna terdiam sejenak, lalu menatap Arya.


"Jika aku tidak memperlihatkan mereka, mereka tidak mau dekat dengan ku" Jawab Yuna.


Kadi dan Arya terkejut.


"Apa maksud mu?" Tanya Arya.


Felix keluar dari kelas bersama teman-temannya.


Yuna merubah posisi duduknya, memangku kaki kirinya lalu ekspresinya berubah.


Arya yang melihat itu pun tersenyum kecil.


Yuna menatap Arya lalu...


"Ahhkkk" Jerit Arya karna Yuna menarik rambutnya.


Kadi terkejut dan langsung berdiri.


Yuna menjambak rambut Arya dengan kedua tangannya.


"Beraninya kamu memarahiku" Kata Yuna kesal.


"Kamu fikir aku juga mau berbagi, tapi mau gimana, mereka udah berdiri di depan ku" Lanjut Yuna


Arya melambaikan tangannya pada Kadi.


Kadi menaruh ponselnya lalu memajukan wajahnya dan meraih tangan Yuna.


"Yuna cukup Yun" Kata Kadi sambil mencoba melepaskan tangan kanan Yuna.


Yuna melihat ke arah Kadi lalu....


"Ahhkkk" Jerit Kadi


"Dan kamu beraninya tertawa saat temanmu ini memarahiku" Kata Yuna.


"Ada yang melihat kalian memarahiku" Lanjut Yuna.


Tangan kiri Yuna ada di rambut Kadi sedangkan, tangan kanannya ada di rambut Arya.


"Yakk Yuna, sakit" Kata Kadi dan Arya.


Yuna tambah menariknya.


"Iiiiiiii" Cerutu Yuna


"Ahkkkkkk" Jerit Kadi dan Arya.


Tiba-tiba Felix masuk lagi di kelas.


Yuna melihat ke arah Felix, tangannya masih menjambak rambut kedua temannya.


Pandangan mereka berdua bertemu.


Kadi dan Arya juga melihat ke arah Felix.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2