
Lantai 6.
Yuna dan Ayu asik berenang lalu mereka duduk di kursi santai.
"Hufttt" Yuna melihat langit.
''Cuaca indah ya" Kata Yuna
"Hmm tapi di bawah mendung" Jawab Ayu.
Mereka berdua saling memandang.
"Benci banget ya ama dia?" Tanya Ayu.
"Maybe, gw juga bingung tapi hati gw sakit liat dia" Jawab Yuna sambil memandang langit.
"Pingin gw banting" Lanjut Yuna kesal.
"Yaudah banting aja" Balas Ayu.
"Lu mau dia mati" Jawab Yuna.
"Iya juga ya, dia lagi sakit" Balas Ayu.
"Goblok" Kata Yuna.
Mereka berdua tertawa.
"Terus lu gimana?" Tanya Yuna.
"Aku nunggu lu ngumpulin kita" Jawab Ayu.
Mereka berdua saling memandang.
"Ok, gimana kalo kita beresin semua masalah bersama, JK dan Bayu juga" Kata Yuna.
Ayu mengangguk.
"Apa hubungan perempuan itu (Gita) dengan kalian?" Tanya Yuna.
"Dia... Pacar Anif" Jawab Ayu.
"Masa, tapi kok mereka ngk dekat gitu" Kata Yuna.
"Entahlah, gw dengar mereka putus tapi bodo amat, ngk perduli gw" Jawab Ayu.
Tiba-tiba ponsel Yuna bergetar.
"Apa!!" Kata Yuna kaget.
Ayu juga ikutan kaget.
Mereka berdua lari ke arah lift.
__ADS_1
Dalam Lift.
"Kenapa sih Yun?" Tanya Ayu.
"Mereka berantem" Jawab Yuna.
"Apa? Siapa?" Tanya Ayu kaget.
"Ngk tau" Jawab Yuna.
"Anjg" Balas Ayu datar.
Mereka pun sampai.
Yuna membuka pintu dengan keras sampai membuat mereka semua terkejut.
Mereka semua menatap Yuna dan Ayu.
Rambut panjang Yuna se pinggang dan rambut panjang Ayu sebahu terurai basah dan mereka berdua hanya memakai baju mandi tapi memakai celana yang panjang.
Eka dan Jamia dengan cepat memeluk Ayu dan Yuna lalu Gita menutup pintu.
Kadi kembali duduk dan lainnya memfokuskan diri pada ponsel mereka.
Rika tersenyum.
"Lu ngapain anjg" Kata Eka.
"Gw.. Gw ngapain.. Lu kan tadi nelfon gw, kta lu ada yang berantem" Jawab Yuna bingung.
Yuna dan Ayu melihat pakaian mereka berdua, mereka berdua lari ke arah lift menuju lantai 4.
Eka,Jamia dan Gita tertawa,mereka kembali lagi ke ruang rapat.
Yuna dan Ayu tidak turun lagi, setelah Rika pulang Ayu dan Yuna masih belum turun.
Jam makan siang.
Mereka duduk bersama dengan canggung Arya, Yo dan Rin juga ikut makan bersama.
Yo dan Rin duduk bersebelahan, mereka berdua binggung dengan suasana canggung.
"Aku benci suasana seperti ini" Pikir Yuna.
Yuna berdiri sambil memukul meja dengan keras.
Gedebuk... (Bunyi pukulan meja).
"Aaahhk" Jerit beberapa orang dari mereka karena kaget.
"Lu kenapa ajng?" Tanya Kadi kaget.
Kadi dan Yuna saling memandang, Kadi langsung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
"Jangan di bayangin anjg" Kata Yuna kesal.
Mereka semua menahan tawa,sedangkan Ayu tidak berani mengangkat wajahnya, Yo dan Rin bingung.
Yuna kembali duduk, lalu melihat Ayu.
"Lu kenapa Yu?" Tanya Yuna.
Ayu menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa.
"Anjg...." Kata Yuna.
Mereka semua pun tertawa, Fredik dan Reky sampai tersedak.
"Ini semua gara² Eka" Cerutu Yuna.
Mereka masih tertawa.
"Aku mau pulang" Kata Ayu sambil menghapus air matanya karena tertawa.
Mereka pecah tertawa, Yo dan Rin pun ikut tertawa walaupun mereka tidak tau apa yang ditertawakan.
"Lu berdua kenapa sih?" Tanya Bayu.
"Eka nelfon gw, katanya ada yang berantem jadi gw cepat² turun" Jawab Yuna dengan ekspresi sedih tapi menahan tawa.
"Gw cuma ikut" Lanjut Ayu.
Mereka tertawa lagi.
"Perut gw sakit" Kata Reky.
Mereka semua memegang perut mereka.
"Asw lah kalian semua" Kata Yuna sambil tertawa kecil.
Bayu berdiri dari kursinya lalu menuju ke arah Ayu dan Yuna.
"Aigooo" Kata Bayu sambil tertawa.
Bayu memeluk kepala kedua temannya itu, Jamia pun ikut memeluk.
Yuna dan Ayu memegang lengan Bayu dan Jamia.
"Mmm maluuu" Kata Ayu.
Mereka tertawa.
Teman² lama Yuna dan Ayu hanya tersenyum sambil melihat mereka berempat yang berpelukan.
Teman-teman lama Yuna dan Ayu menunduk, sedangkan Yuna dan Ayu tertawa bersama kedua teman barunya.
Yuna yang melihat ekspresi Kadi, mereka pun melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
Bayu dan Jamia kembali ke tempat duduknya, Kadi melihat Bayu lalu Kadi memalingkan wajahnya lagi.
Ayu juga melihat ekspresi teman lamanya itu, Ayu hanya diam lalu Ayu melihat Yuna, mereka berdua saling memandang.