KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bercanda Seorang Teman.


__ADS_3

Eka memberian hadia pada Yuna.


Yuna melihat isi hadiahnya, lalu melihat ke arah Eka.


"Are you serius" Kata Yuna sambil menatap Eka dengan berbinar².


"Yes" Jawab Eka memalingkan wajahnya.


"Oh God, aku juga ada rencana beli ini" Kata Kadi kaget melihat hadiahnya.


"Tapi.. " Lanjut Eka.


"Gua buat masalah, jadi gk di kirimin uang" Jawab Kadi sambil tersenyum kecil.


Yuna dan Eka menggelengkan kepala.


"You Like it, Yuna?" Tanya Eka sambil melihat ke arah Yuna.


Yuna melihat ke arah Eka sambil memasang ekspresi terharu.


"Ngk perlu di tanya, gw suka pake banget tapi tas ini mahal Ka!" Jawab Yuna.


"Terus" Kata Eka


Yuna terdiam sejenak.


"Ngk,I love you so much" Kata Yuna sambil memeberikan kecup di pipi kiri Eka.


"Ewewwww" Kata Eka sambil melap pipinya.


Kadi memajukan wajahnya.


"Mau apa loh, hah" Kata Eka judes.


Eka menatap Kadi sambil memajukan bibirnya sedikit.


Yuna mengambil sebelah sepatu pemberian Eka pada Kadi lalu.. Plak


"Anjirr, sakit" Jerit Kadi sambil memegang bibirnya.


Kadi melihat Yuna kesal.


"Otak lu yang sakit goblok" Jawab Yuna


Kadi menatap Yuna.


"You... " Kata Kadi, dan....


"Ahhkkkkkk" Jerit Yuna karna di jambak Kadi.


"Ahkkkkk" Jerit Kadi karena di balas, di jambak oleh Yuna


"Woe stop woee, heran gua ama lu berdua hobi banget sih gelut" Teriak Eka.


"Dia nih yang duluan" Jawab Yuna sambil menunjuk Kadi


"Enak aja, lu yg mukul gua duluan" Jawab Kadi.


"Udahhhhh" Teriak Eka.


Yuna dan Kadi terdiam sambil merapikan rambut mereka.


"Huft...." Kata Eka menahan kesal.


"R(Arya),ngk kuat aku ngurus peliharaan mu" Pikir Eka.


"Ini gara-gara kamu" Kata Kadi pelan.


Yuna mengertakan giginya, sambil melihat ke arah Kadi.


Yuna melihat ke arah Eka.


"Jangan marah-marah nanti cepat tua" Kata Yuna menenangkan Eka.


"Gara-gara siapaa ha?" Jawab Eka kesal.


Eka menatap Yuna dengan mata besar.


Yuna mundur lalu mengeser kursinya mendekati Kadi.


Mata Eka mengikuti Yuna.


"Seram" Bisik Yuna pada Kadi sambil memegang lengan Kadi.


Kadi hanya mengangguk.


...****************...


Kamar Ayu.


"Gimana dengan sekolah mu?" Tanya Sri.


"Baik Mba" Jawab Ayu.


"Udah punya teman?" Tanya Sri lagi.


"Udah Mba" Jawab Ayu sambil mengambil ponselnya lalu memperlihatkan fotonya bersama Yuna dan Jamia.


"Seharusnya ada laki-laki sih" Lanjut Ayu.


"Laki-laki?" Kata Sri kaget.


"Kami berempat satunya laki-laki" Jawab Yuna.


"Ouh" Kata Sri sambil mengangguk-angguk.


"Cuman ngk sempat foto bareng dia" Jawab Ayu.


"Bukan ngk sempat, takut ada yang cemburu" Pikir Ayu.


"Sriiii" Panggil Yudi.


"Mba di panggil tu" Kata Ayu.


"Iya mass" Jawab Sri.


"Ya udah Mba pergi dulu" Lanjut Sri.


"Baik-baik sekolahnya jangan terlalu banyak mikir,masih muda" Lanjut Sri lagi.


"Iya Mba, Terima kasih" Jawab Ayu.


Kakak iparnya pun keluar kamar.


Ayu melihat fotonya bersama Jamia dan Yuna sambil tersenyum kecil.


Ayu berdiri menghampiri laci meja belajarnya, lalu mengambil foto yang tersambung dengan lakban.


"Jika aku tidak melihat kalian di sekolah, mungkin aku sudah lupa dengan wajah kalian berdua" Kata Ayu sambil melihat fotonya bersama Aris dan Anif.


Ayu menaruh foto itu lagi lalu pergi untuk mandi.


...****************...


Sekolah.


Ting... Ting... Ting...


Tak terasa sudah setengah tahun pertemanan mereka.


"Good morning" Kata Bayu


"Good morning" Balas Yuna dan Ayu


"Jaken mana?" Tanya Yuna.


"In here" Jawab Jamia yang baru datang.


Yuna mendorong Bayu ke belakang.


"Ahk, yaah" Kata Bayu kesal.


"Aaaaa" Kata Yuna dan Ayu lalu memeluk Jamia.


"Cih, pilih kasih" Cerutu Bayu.


"Good morning" Kata Ayu.


"Morning" Jawab Jamia sambil memeluk kedua temannya.

__ADS_1


"Ikutan" Kata Bayu manja.


Ketiga temannya melihat Bayu dengan ekspresi jijik.


"Wajah kalian kenapa gitu haa" Kata Bayu.


"Udah ayo masuk" Kata Jamia.


Mereka meninggalkan Bayu.


Ayu berbalik melihat ke arah Bayu yang hanya berdiri diam.


"Kamu ngapain di situ, ayo" Kata Ayu sambil memberikan tangannya.


Bayu meraih tangan Ayu sambil tersenyum.


Mereka berempat pun pergi ke kelas mereka.


Aris dan Anif hanya bisa melihat Ayu dari jauh dan hanya bisa menghembuskan nafas kasar mereka.


Felix dan Yuna juga sudah saling menegur, Ayu juga sudah tidak terlalu risih jika bertemu Anif dan Aris jika mereka berpapasan Ayu menganggap mereka tidak ada.


2 Jam kemudian


Ting... Ting... Ting (Bel istirahat).


Seperti biasa Yuna dan ketiga temannya pergi ke kantin bersama.


Yuna dan Bayu meminmpin Jalan jika mereka melihat Aris dan kawan-kawan, mereka akan berbalik arah, mengusahakan agar Ayu tidak melihat mereka.


Kelas IPS.


"Gua lihat lu akrab juga ama Yuna" Kata Andre sambil melihat ke arah Felix.


"Gua temanan ama Yuna" Jawab Felix.


"Fredik lama banget sih" Lanjut Felix mencoba mengalihkan pembicaraan.


''Sejak kapan?!" Kata Andre


"Hahh" Kata Felix memalingkan wajahnya.


"Aku sekelas dengannya" Jawab Felix.


Andre berdiri.


"Kenapa baru bilang sekarang tolol" Kata Andre sambil mendorong kepala Felix.


Felix menahan Emosi.


"Ayo kita temui dia" Kata Andre.


Felix melihat Andre.


"Untuk?" Tanya Felix.


Andre melihat ke arah Felix sambil tersenyum kecil.


"Mau apa lagi dia, jika bukan anak teman bapak gw, ogah banget gw teman ama lu Anji**. Fredik mana lagi" Pikir Felix sambil memalingkan wajahnya.


...----------------...


Yuna sedang di perpustakaan sendiri.


Saat Yuna mengambil buku tapi di tahan oleh Felix.


Yuna melihat ke arah Felix.


"Go away from here!" Kata Felix pelan.


"What!" Jawab Yuna binggung.


"GO" Kata Felix lagi.


"Why?" Tanya Yuna binggung.


"Gk usah banyak tanya, pergi aja" Jawab Felix.


"Apa sih, Gaje deh lu" Jawab Yuna sambil mengambil buku yang di tahan Felix.


Tiba-tiba...


"Hai" Sapa Andre yang tiba-tiba berdiri di sebelah Yuna.


"Hai" Jawab Yuna sambil tersenyum canggung.


"Lama tidak bertemu Yuna" Kata Andre.


"Hehe iya" Jawab Yuna.


"Siapa ya?" Pikir Yuna.


Yuna melihat ke arah Felix tadi.


"Di mana tu manusia, apa dia bukan manusia?" Pikir Yuna.


Andre maju perlahan-lahan ke arah Yuna sampai membuat Yuna terkejut, Yuna pun mundur.


"Anji** ngapain sih dia" Pikir Yuna.


Felix berdiri di tengah Yuna dan Andre.


Felix berdiri menghadap Yuna.


"Udah gua bilang kan pergi" Kata Felix pelan.


"Hahhh,siapa dia?" Tanya Yuna pelan.


"Kenapa dia lihatin gw kynk gitu, apa gw pukul aja" Lanjut Yuna pelan.


Felix tersenyum kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Yuna kelas 2 dan Kadi kelas 3.


Pertengahan tahun,tiba-tiba Kadi pergi tanpa memberi tahu Yuna.


Yuna sangat marah dan emosi, Yuna pergi ke belakang kelasnya mencoba menelfon Kadi tapi tidak terhubung karena Kadi sedang berada di dalam pesawat.


"Bangsat, seharusnya dia beritahu gw kalo pergi ini gw taunya dari guru" Kata Yuna kesal.


Sampai pulang sekolah Yuna terus mencoba menghubungi Kadi.


Di taman.


"Gimana?" Tanya Eka.


Yuna menggelengkan kepalanya.


"Dia juga ngk beritahu gw kalo mau pergi,Anji** liat aja kalo dia balik" Kata Eka kesal.


Yuna melihat ke arah Eka.


"Btw kok lu bisa ada di sini?" Tanya Yuna.


"Anda yang menghubungi saya buk" Jawab Eka.


"Hehehe, iya juga ya" Jawab Yuna.


"Gw geprek juga lu" Kata Eka kesal.


"Ka(Eka)" panggil Yuna.


"Hmm" Jawab Eka.


"Jangan kynk mereka berdua" Kata Yuna.


Eka terdiam.


"Kalo mau pergi beritahu gw, dan saat lu pergi harus hubungi gw terus jangan ngilang" Lanjut Yuna sambil melihat ponselnya.


Sudah hampir 3 bulan Arya tidak memberi kabar pada Yuna.


"Jika bukan karena Al, mungkin gw kira dia udah mati" Lanjutnya.


Hanya Kadi yang masih berkomunikasi dengan Arya untuk menanyakan tentang Yuna, terkadang Arya juga menghubungi Eka untuk menanyakan kabarnya.


Eka memeluk Yuna, Yuna membalas pelukan Eka.

__ADS_1


"Awas aja kalo mereka berdua balik" Jawab Yuna.


Eka melepaskan pelukannya.


"Gw banting mereka berdua" Lanjut Yuna.


"Benar, banting mereka" Kata Eka tegas


Mereka berdua saling memandang lalu tertawa.


"Gimana kalo di tambah balok, saat mereka jatuh mereka berdua kita pukul pake balok" Kata Eka.


"Bagus juga ide lu, pukul bagian kaki" Jawab Yuna.


"Agar mereka ngk bisa jalan" Kata mereka berdua bersamaan.


Mereka berdua tertawa lagi.


Tanpa mereka sadari Felix mendengar percakapan mereka berdua sambil tersenyum kecil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Lu ngapain hah" Kata Andre sambil memukul Felix dengan kuat


Plak..


Yuna terkejut mendengar suara pukulan di pipi Felix.


Felix memegang pipinya sambil terhempas ke sisi kanan Yuna.


Yuna memegang Felix.


"Anjirr" Kata Yuna kaget.


Yuna melihat Andre dengan marah.


"Apa yang kamu lakukan" Kata Yuna pada Andre.


Yuna melihat ke arah Felix.


"Anjirr pipi lu merah banget" Kata Yuna sambil memegang pipi Felix.


"Sampai telinga, lu ngk apa-apa?" Lanjut Yuna cemas, Yuna melihat Andre dengan marah.


"Hahaha udah biasa, kita bercanda kynk gitu" Kata Andre.


"Hahh, kynk gini lu bilang bercanda!? Gila lu" Jawab Yuna kesal.


Perpustakaan mulai rusuh.


Andre mendengar jawaban Yuna pun kesal.


"Siapa yang lu bilang Gila" Kata Andre.


Yuna menatap Andre kesal.


"Menurut lo" Jawab Yuna.


"Hahh" Kata Andre kesal.


Yuna yang mengepalkan tangannya.


Felix memegang tangan Yuna.


"OSIS datang" Kata Kadi pelan.


"Ha!?" Jawab Yuna.


Aris dan kawan-kawannya datang dari belakang Yuna.


Pandangan Yuna dan Aris bertemu.


"Kenapa ribut²? Ini perpustakaan" Kata Aris kesal.


"Apa yang terjadi?" Tanya Anif.


Andre mundur ke belakang.


"Ada apa?" Tanya Kadi yang berdiri di belakang Aris.


Kadi maju untuk melihat apa yang terjadi.


"Yun!" Panggil Kadi kaget melihat Yuna.


Kadi menghampiri Yuna.


"Al!" Panggil Yuna juga kaget melihat Kadi.


"what's wrong?" Tanya Kadi sambil memegang bahu Yuna.


Yuna melihat ke arah Andre.


"Mereka berdua saling kenal" Pikir Andre sambil melihat ke arah Yuna dan Kadi.


"Kita keluar dulu" Kata Aris.


Yuna meletakkan buku di atas meja, lalu mereka keluar dari perpus.


Di luar perpustakaan


Mereka semua melihat ke arah Andre.


"Dia memukul Felix" Kata Yuna sambil menujuk Andre.


"Felix?" Jawab Kadi.


Kadi melihat ke arah orang di sebelah Yuna.


"Omg,itu sangat merah. Are you ok?" Tanya Kadi.


Teman-teman Kadi pu melihat ke arah Felix.


"No,it hurts" Jawab Felix.


"Ouh sorry" Kata Kadi.


Yuna berbalik ke arah Felix.


"Kita ke UKS yuk" Kata Yuna khawatir.


"Iya cepat bawa dia ke UKS" Kata Anif.


"Dan lo, ikut gw" Kata Aris pada Andre.


"Hei, ini hanya bercanda" Kata Andre membela diri.


"Iya kan Lix" lanjut Andre.


"Bercanda" Kata Reky kesal.


"Iya bercanda" Jawab Andre.


Kadi dan Aris hanya menggelengkan kepala.


(Plak)


"Ahkkk" Jerit Andre.


Yuna dan lainnya terkejut.


"OH MY GOD" Kata Yuna kaget


Andre memegang pipi kanannya lalu berbalik melihat ke belakang.


"Bercanda" Kata Fredik dengan dingin.


Yuna dan Felix juga Kadi dan teman-temannya tertawa kecil.


"Bangsat" Kata Andre sambil melayangkan pukulan pada Fredik tapi di tahan oleh Anif.


"Cukup, karna bercanda kita akhiri sampai di sini" Kata Anif sambil memegang tangan Andre dengan kuat.


"Apa?!" Kata Andre kesal.


"Tapi dia" Lanjut Andre tapi kesal sambil nunjuk Frederik.


"Apa" Potong Anif.


Andre sangat marah sambil menahan sakit.

__ADS_1


Mereka pun pergi menuju ke UKS.


Kadi dan teman-temannya mengikuti Felix dan Yuna pun pergi ke UKS.


__ADS_2