
Saat Fredik berjalan ke ring.
"Body mereka jauh berbeda" Kata Aris khawatir.
Felix hanya tersenyum.
Sebelum Fredik naik.
"Bayangkan yang menembak Yuna adalah dia" Bisik Felix pada Fredik sambil pandangan mereka berdua tertuju pada Rol.
Fredik mengangguk.
Frutttttt (Pertandingan Fredik di mulai).
Mereka berdua pun bertanding.
Ronde 1.
Buk.. Rol memukul Fredik.
Teman-teman Fredik terkejut.
Yuna menatap Yuyun dari atas dengan tajam, Yuyun yang sadar akan tatapan Yuna, dia memalingkan wajahnya.
Fredik membalas pukulan Rol.
"Yeee, hajar terus Dik" Teriak teman laki-lakinya sedangkan yang wanita menutup mata kecuali Jamia dan Eka.
1 menit istirahat.
Ronde 2.
Rol memukul bibir Fredik sampai berdarah.
"ahk" Teriak Ayu kaget melihat pukulan Rol.
Yuna berdiri khawatir.
Fredik membalas menendang Rol.
Istirahat.
"Sial sakit" Pikir Fredik sambil memegang bibirnya.
Ronde 3.
Tatapan Fredik berubah menjadi dingin, dia pun menyerang Rol dengan membabi buta dia tidak memberikan wktu Rol membalas pukulannya.
Mereka semua terkejut, Felix dan Yuna tersenyum.
Frutttttt... (Pertandingan selesai)
Pertandingan di mengkan Fredik, karna Rol menyerah.
Wasit mengangkat tangan Fredik,teman²nya semua tersenyum bangga.
Fredik kembali pada teman-temannya, Felix dan Reky dengan cepat menghampiri Fredik.
Teman perempuannya menghampirinya.
"Are you ok" Tanya mereka khawatir melihat bibir Fredik yang pecah.
__ADS_1
Fredik tersenyum.
"I'm......ok" Jawab Fredik.
Yuna berdiri lalu menatap Yuyun dan anggotanya dengan marah, Yuyun dan anggotanya kaget.
Mereka mengobati Fredik.
Yuna ingin turun tapi di cegah Yuri, mereka berdua saling memandang.
"Teman Yuna luka kak" Kata Yuna sambil menatap Yuri dengan dalam.
"Kamu di larang ke sana" Jawab Yuri.
Yudha melihat tatapan Yuna dan ekspresinya mulai kesal.
"Mereka begitu karena Yuna kak" Lanjut Yuna mulai kesal.
"Yuna juga bukan pertama kalinya seperti ini" Lanjut Yuna.
Yuri terdiam, dia menatap Yuna dengan kesal Yudha menahan tangan Yuri.
"Dek"panggil Yudha pada kedua adiknya.
Arya melihat ke arah Yuna.
"Mereka berdua kenapa?" Kata Arya.
"Kenapa?" Tanya Kadi.
Kadi juga melihat ke arah Yuna.
"Dari tatapan Yuna dan kak Yuri sepertinya mereka berantem" Kata Eka.
"Yunaaaaa" Teriak Arya.
Yuna melihat ke arah teman-temannya.
Mereka semua berbaris memanjang lalu mengacungkan jempol dan bertingkah konyol.
Para penonton tertawa.
Ibu Jamia tertawa bahagia melihat kelakuan anaknya.
"Apa-apaan itu" Kata Erik melihat tingkah konyol Bayu.
Erik tertawa kecil.
"Ternyata memang sudah berubah" Pikir Erik.
"Dasar pilih kasih,kalo sama kita judesnya minta ampun" Kata Reza.
Keluarga yang lainnya pun kaget melihat mereka.
Yuna tersenyum melihat kelakuan teman-temannya, air mata Yuna pun jatuh, Yuna menghapus air matanya, kedua kakaknya melihat kearahnya dengan sedih.
"Yahh, dia nangis" Kata Felix.
Teman-teman perempuannya pun ikut nangis, teman laki-laki mereka kaget.
"Ohhh" Teman-teman laki-laki mereka membujuk mereka.
__ADS_1
Fruttttttttttt.
"Pertandingan selanjutnya Oil melawan Felix" Kata Wasit.
"Hufttt, ok gw jalan" Kata Felix.
"Semangat woi" Kata teman-temannya.
"Hmm" Jawab Felix.
Felix berjalan ke arah ring.
Felix berhadapan dengan oil, saling memberi hormat lalu...
Frutttttttt (Pertandingan di mulai)
Baru ronde 2 Oil pingsan jadi pertandingan di menangkan Felix.
Felix turun dari ring dengan sempoyongan, Felix pun jatuh, teman-temannya berlari ke arahnya, Yuna yang di atas pun cemas.
"Are you ok bro?" Tanya Kadi.
"Ngk.... Sakit" Jawab Felix pelan.
Felix pun di angkat, lalu di bawa utuk di obati.
"Padahal pertandingannya cepat selesai" Kata Gita binggung.
"Iya, tapi pukulan lawannya keras tadi" Jawab Aris.
"Syukurlah dia menyelesaikannya dengan cepat" Kata Anif.
teman-temannya mengangguk sedangkan Ayu dan Gita binggung.
"Hufttt" Yuna melihat ke arah Yuyun dan anggotanya dengan marah, mereka semua takut.
"Turunkan pandangan mu Yuna, salah satu anggotanya juga pingsan" Kata Yudha.
"Hufttt" Yuna menenangkan diri, pandangan Yuna fokus pada teman²nya.
Reky kembali pada teman-temannya.
Ibu Yuna naik ke atas ring.
"Pertandingan hari ini selesai,pertandingan akan di lanjutkan besok, begitu juga dengan penilaian untuk lukisan" Kata Ibu Yuna.
Mereka semua pun bubar.
Teman-teman Yuna dan keluarganya bertemu saat di luar, Yuna melihat mereka dari jauh sambil tersenyum.
Tiba-tiba...
"Ah, kaget" Kata Yuna sambil melihat ayahnya.
Ayah Yuna berdiri tepat di depan Yuna saat Yuna berbalik mau masuk ke dalam mobil, Yudha menurunkan tas pakaian milik Yuna.
"Ini apa?" Tanya Yuna bingung.
"Yuna di usir dari rumah" Jawab Yuri datar.
"Heee?!!!" Kata Yuna kaget.
__ADS_1
Mereka semua melihat ke arah Yuna dan keluarganya.