
...****************...
Lantai 6.
Jessi berbaring di kursi santai di pinggir kolam renang dan melihat langit.
Jamia "What are you doing in here?" Mendekati Jessi.
Jessi bangun lalu berbalik ke belakang "Sist?!!" Kaget.
Duduk di kursi sebelah Jessi.
Jessi "What you doing in here?" Melihat Jamia.
Jamia "Suddenly my sister disappeared" Melihat Jessi.
Jessi memalingkan wajahnya karena malu.
Jamia berbaring "So, what are you doing in here?" Melihat Jessi.
Jessi melihat Jamia "Nothing, i just want... " Melihat ke arah lain.
Jamia "What do you want?" Jamia berbaring.
Jessi terdiam.
Jamia "You don't like stay in here?" Melihat langit.
Jessi melihat Jamia "No, i love living here" Kaget.
Jamia "You don't like me?"
Jessi "No, i like you" Jawab cepat.
Jamia tersenyum "Really" Melihat Jessi.
Jessi memalingkan wajahnya "Little" Malu.
Jamia tertawa kecil "So what's bothering you?" Melihat langit.
Jessi berbaring lalu melihat langit "I envy"
Jamia "Hah, about"
Jessi "Can i get friends like sis Yuna and others?"
Jamia kaget lalu melihat Jessi "You can" Senyum melihat langit lagi.
Jessi "Really!!" Melihat Jamia.
Jamia "Course, don't you already have Eni" Melihat Jessi.
Jessi terkejut "(Her know about Eni?) You know?" Melihat Jamia.
Jamia tersenyum "Course i know" Melihat Jessi.
Jessi "But in scholl you never to see me and talk with me"
__ADS_1
Jamia tekejut dengan perkataan Jessi, Jamia bingung mau menjawab apa.
Yuna "Wah kejam banget lu" Kaget dengan perkataan Jessi
Jamia dan Jessi kaget mereka berbalik ke belakang.
"Yuna" Jamia kaget
"Yuna sist" Jessi kaget.
...****************...
5 menit yang lalu.
Ruang keluarga.
Yuna "(JK ama adiknya kok belum balik ya)" Melihat Pintu dengan khawatir.
Felix "Kenapa Yun?" Melihat Yuna.
Yuna "Ha?" Kaget "Ngk apa²" Senyum.
Felix menatap Yuna "Pergilah susul JK" Senyum.
Yuna melihat Felix lalu tersenyum "Hmm" Yuna pun berdiri "Gays gw ke atas dulu, Gita waktunya minum obat lalu bergi istirahat, Eka tolong ya"
Eka "Siap" Hormat.
Anif "Gw bisa Yun" Mengangkat tangan.
Yuna menatap dingin Anif "Jauh 100km"
Yuna "Jangan bertengkar" Menatap tajam Reky dan Fredik si pembuat onar.
"Ngk kok" Reky dan Fredik saling memandang.
Yuna melihat Felix "Gw ke atas dulu ya" Senyum.
Felix "Hm" Mengangguk sambil tersenyum.
Kadi,Bayu dan Arya melihat Yuna dan Felix, Kadi dan Bayu melihat Arya yang menunduk sambil mengepalkan tangannya.
...****************...
Yuna duduk di sebelah Jamia.
Yuna "Has her not been paying attention to you?" Melihat Jessi.
Jamia memalingkan wajahnya, Jessi melihat Jamia lalu melihat Yuna.
Jessi bingung mau jawab apa.
Yuna "Jujur,I don't like people lying" Menatap Jessi.
Jessi kaget "Ah actually, ah.. She.. Aamm" Bingung.
Yuna "JK" Menatap Jamia.
__ADS_1
Jamia "Ya" Melihat Yuna, Jamia terkejut dengan tatapan Yuna.
Jessi "Ah, Yuna sist"
Yuna "What" Menatap tajam.
Jessi terkejut.
Jamia "Gw perhatiin dia kok, cuma ngk ngajak dia bicara"
Yuna kaget "Selama ini?" Menatap Jamia.
Jamia "Yaa" Pelan.
Yuna berdiri lalu menatap tajam Jamia "Ini udah 2 bulan JK, wait selama 2 bulan ini, kalian berdua bicara hanya di rumah kalo di sekolah ngk?" Melihat Jamia dan Jessi.
Mereka berdua mengangguk.
Yuna memegang kepalanya "Oh god" Kesal.
Jessi dan Jamia saling memandang dalam diam.
Kadi "You don't know about it?" Baru datang.
Mereka bertiga melihat kearah Kadi.
Yuna "Kalian bertiga!!" Melihat Kadi, Bayu dan Ayu.
Ayu duduk di sebelah Jamia, Bayu duduk di sebelah Jessi lalu Kadi berdiri di depan Yuna.
Yuna "Gw tau"
Kadi "Terus?" Menatap Yuna.
Yuna "Hah, i think karena baru tinggal bersama pertama kali setelah sekian lamanya jadi mereka masih canggung, jadi gw biarin"
Kadi "Why?"
Yuna "Gw ngk mau ikut campur dalam urusan persaudaraan mereka" Melihat Kadi "Tapi gw ngk nyangka akan selama ini" Melihat Jamia dan Jessi.
Jamia berdiri "Sorry Yun" Melihat Yuna.
Jessi juga ikut berdiri "Sorry sist" Menunduk.
Yuna "Tidak, tidak ada yang salah di sini hanya saja., Hah" Bingung "Emang kalian berdua ngk canggung di sekolah ngk saling ngaya di rumah saling bicara" Mulai kesal.
Jamia "Canggung" Datar.
Jessi mengangguk.
Yuna "TERUS KENAPA LU NGK NEGUR ADIK LU KAMPRETT" Marah.
Ayu dan Bayu melindungi Jessi dan Jamia, sedangkan Kadi menahan Yuna yang ingin memukul Jamia.
Jamia dan Jessi ketakutan.
Jamia "Sedang di usahakan" memeluk Ayu.
__ADS_1
Yuna "Hahhh" Kesal.