KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 33. Banyak Rahasia.


__ADS_3

"APA HUBUNGAN MU DENGAN DIA?" Tanya Kadi.


"Dia? You mean Bayu?" Tanya Yuna.


"Yes" Jawab Kadi.


"Just friend" Kata Yuna.


Kadi melihat pakaian Yuna.


"Why you take a jaket?" Tanya Kadi.


Kadi meraba dahi Yuna.


"Are you sick?" Lanjut Kadi.


"No" Jawab Yuna gugup.


"So why you take it?" Tanya Kadi lagi.


Ting... Ting.. Ting...


"Bel masuk, byeee aku masuk dulu" Kata Yuna lalu pergi meninggalkan Kadi.


"What the.. " Kata Kadi sambil melihat Yuna yang pergi meninggalkannya.


Yuna pun masuk ke kelasnya.


"Huh, dia gk curiga kan'' pikir Yuna.


"Semoga" Pikir Yuna.


Brrr(pesan masuk)


"Udah masuk kelas?" Pesan Bayu.


"Udah" Pesan Yuna.


"😮‍💨" Pesan Bayu


"Kenapa lu? Masih sakit" Pesan Yuna.


"Masih sakit Yun, cuman gw khawatir sebentar istirahat" Pesan Bayu.


Jamia melihat ke arah Bayu.


Bayu terkejut saat Jamia melihatnya.


"Woee kalian tau, Bayu di pukul ampe kagk bisa napas🤣" Pesan Yuna di grup.


"🤣🤣 ngapain lu bantuin sih kemarin" Kata Ayu.


Bayu membaca pesan Yuna di grup.


"Anjirr Yuna" Pikir Bayu.


"Tau, ngapain di bantuin, biarin aja dia" Pesan Jamia di grup.


Bayu melihat Jamia.


Jamia berbalik membelakangi Bayu.


"Jangan gitu🥲" Pesan Bayu.


"Tunggu.. Mereka berdua lihat?" Pikir Bayu.


"Guru masuk" Pesan Yuna.


"Mee too" Pesan Ayu.


Ayu dan Yuna pu off.


Kelas 10-6.


Jamia berbalik, Jamia terkejut Bayu melihat kearahnya.


Guru pun masuk.


Ting.. Ting.. Ting.. (Bel istirahat)


Ayu dan Yuna sudah berdiri di depan kelas Bayu dan Jamia.


Beberapa murid keluar dari kelas 10-6.


"Yuna" Panggil Ayu.


"Hm" Jawab Yuna melihat Ayu.


"Kamu kenal mereka bertiga?" Tanya Ayu.


Melihat ke arah 3 orang wanita yang masih mencuri pandang pada Yuna.


Yuna melihat ke arah mereka, mereka langsung berbalik dan langkah mereka di percepat.


''Kenal" Jawab Yuna sambil tersenyum kecil.


Ayu melihat ke arah Yuna.


"Really" Tanya Ayu kaget.


"Hm" Jawab Yuna mengangguk.


"Gara-gara mereka aura gengster ku keluar" Lanjut Yuna.


"Ha!?" Kata Ayu kaget.


"Siapa gengster?" Tanya Jamia yang baru keluar bareng Bayu.


Yuna dan Ayu melihat Jamia.


Bayu melihat Yuna.


"Aku" Jawab Yuna.


"Ha?!" Kata ketiga temannya.


Bayu mengingat yang terjadi pada teman Alex.


"sepertinya dia memang gengster" Pikir Bayu.


"Udah ayo pergi aku lapar" Kata Yuna.


Yuna berjalan di depan mereka.


Kantin.

__ADS_1


Mereka bertiga makan bersama.


Brrr(telfon masuk dari Kadi)


"Hallo" Jawab Yuna.


"Bisa bertemu?" Tanya Aris.


"Siapa?" Tanya Yuna.


"Aris" Jawab Aris.


"Maaf nomor yang Anda tuju sedang makan dan sangat sibuk, cobalah beberapa tahun lagi" Kata Yuna.


Yuna mematikan telfonnya.


Yuna meletakkan ponselnya dan meneruskan makan.


Ketiga temannya melihat Yuna.


"What" Kata Yuna.


"Nothing" Jawab Bayu.


Mereka pun melanjutkan makan.


...****************...


Kelas Aris.


"What the.. " Kata Aris.


"Dia mematikan telfonnya" Lanjut Aris.


Teman-teman Aris tertawa mendengar apa yang Yuna katakan.


"Sudah ku bilang biar aku yang bicara" Kata Kadi.


"Kita kan udah pernah bertemu beberapa kali" Kata Aris.


"Terus lu pikir udah akrab gitu" Kata Anif.


Reky tertawa.


"Yaa setidaknya udah biasa gitu" Jawab Aris.


"Biasa matamu, kamu ngk lihat matanya kayk mau makan orang" Kata Reky.


Kadi menatap Reky.


"Kok gw merinding ya?" Kata Reky.


"Sebelah mu" Bisik Anif.


Reky melihat ke sebelahnya.


Reky terkejut dengan tatapan Kadi.


"Matanya cantik kok, cantik banget" Kata Reky.


Anif dan Aris tertawa kecil.


"Lu mau bicara apa sama Yuna?" Tanya Kadi.


"Kita mau ajak di gabung di club basket" Lanjut Anif.


"Lah kenapa gk telfon si lakinya saja, kenapa malah wanitanya yang di telfon" Kata Reky.


Plak


"Ahk" Jerit Reky sambil memegang kepalanya.


"Lu kalo ngomong jangan sembarangan, apa maksud lakinya ha" Kata Kadi kesal.


"Maksud gw bukan gitu" Kata Reky.


"Lu kan bisa nyebut namanya gblok" Kata Kadi.


"Gw ngk tau namanya anjer" Kata Reky.


Aris dan Anif tertawa.


...****************...


Yuna dan teman-temannya kembali ke kelas.


Mereka duduk di depan kelas Ayu.


Ketiga teman Bayu sedang bergurau tapi Bayu hanya diam sambil melihat ponsel nya.


Karena dia terlalu serius dengan ponselnya dia tidak sadar kalau ketiga temannya berdiri di belakangnya membaca pesannya.


Isi pesan grup Bayu.


"Biarkan mereka dulu" Pesan Bayu.


"Lalu bos bagaimana keadaan mu?" Tanya temannya.


"Baik" Jawab Bayu.


"Seharusnya kamu tidak sekolah dulu" Kata teman satunya lagi.


"Benar bos, btw bos bagaimana keadaan wanita itu" Tanya satunya lagi.


Bayu melihat ke depannya.


"Au mana mereka?" Kata Bayu.


Bayu berdiri, celingak-celinguk mencari temannya.


Bayu berbalik, Ayu membuat rambutnya menutupi wajahnya.


"Uahhkk" Teriak Bayu kaget.


"Anjirr kenapa rambut lu digituin sih Yuuu(Ayu)" Kata Bayu kaget.


Yuna dan kedua temannya tertawa.


"Hahahaha ketua geng takut hantu" Kata Ayu.


"Hantu boongan pula" Lanjut Jamia.


Jamia tertawa lalu memukul lengan Yuna.


"Ahk sakit" Jerit Yuna.

__ADS_1


"Ahh maaf" Kata Jamia.


Mereka lalu fokus pada Yuna.


"Aku lihat" Kata Bayu.


"Jangan di sini aku malu" Kata Yuna manja.


Ketiga temannya menatapnya dengan dingin.


"Jijik" Kata Bayu.


"Eww" Kata Jamia.


"Goblok" Kata Ayu.


"Anjirr" Kata Yuna kaget mendengar kata ketiga temannya.


"Sini gw lihat" Kata Bayu.


"Jangan di sini" Kata Yuna.


"Apa sih Yun" Kata Ayu.


"Gw beneran,kalau sampe Al tau gw berantem ,abis sudah" Kata Yuna.


"Apa sih hubungan lu ama dia?" Tanya Ayu.


"Iiiii kepoo" Kata Yuna


"Anji** serius" Kata Ayu.


"Kalo gw cerita, lu mau cerita punya lu juga" Kata Yuna sambil menunduk sedikit agar setinggi Ayu lalu mendekatkan wajahnya.


Ayu terdiam.


Yuna tersenyum kecil.


Yuna memegang kepala Ayu.


"Sepertinya kita semua masih belum terbiasa" Kata Yuna sambil melihat Bayu dan Jamia.


Ketiga temannya diam dan melihat ke arah yang berlawanan.


"Waohh sepertinya rahasia kalian sangat banyak ya" Lanjut Yuna.


"Udah, bantu gw obatin memar di tubuh gw, agar Al ngk lihat" Kata Yuna.


Mereka pergi ke UKS.


Ayu mencari minyak, Bayu mencari obat.


"Gimana kalo kita ke RS" Kata Jamia.


"Say aku baik-baik saja aku hanya memaaaaa.... Al" Kata Yuna terkejut melihat Kadi masuk.


Yuna cepat-cepat memakai jaketnya.


"Anjirr kenapa dia di sini sih" Kata Yuna.


Yuna dan teman-temannya bingung.


"Al" Panggil Yuna.


"Yuna, what are you doing ini here?" Tanya Kadi.


"Ngobatin dia" Jawab Yuna sambil menujuk Bayu.


Teman-teman Yuna mengangguk.


"Oh" Kata Kadi sambil melihat Bayu.


Kadi melihat teman-teman Yuna.


"Aku mau bicara dengan Yuna jadi... " Kata Kadi.


"Sorry aku juga mau bicara dengan Yuna" Potong Jamia sambil memeluk lengan Yuna.


Kadi dan Yuna melihat Jamia, Kadi mengerutkan alisnya.


Yuna menahan sakit, Jamia dan Kadi saling memandang.


Ayu tertawa kecil.


Kadi menarik Yuna ke sisinya.


"Auuu" Kata Yuna pelan.


Jamia menarik Yuna lagi.


"Anjirr" Kata Yuna pelan.


Kadi menariknya lagi.


"Bangsat" Kata Yuna pelan sambil menahan sakit.


Jamia menarik Yuna lagi.


Kadi memegang tangan Yuna, lalu menariknya lagi


"Oiii cukup sakit" Kata Yuna.


Yuna melepaskan tangannya dari kedua temannya itu.


"Sakitt" Kata Yuna.


Jamia tekejut.


"Sorry" Kata Jamia.


"You" Kata Yuna sambil melihat Kadi.


"Nanti kita bicara" Lanjut Yuna.


Yuna pun pergi meninggalkan Kadi di UKS.


Kadi melihat Yuna dan ketiga temannya pergi.


"Ini plester luka yang kamu minta" Kata guru penjaga UKS.


"Terima Kasih Bu" Kadi pun meninggal UKS.


Kadi keluar UKS.


Kadi melihat ke arah Yuna dan Teman-temannyaTeman-temannya, tatapannya ke arah Bayu..

__ADS_1


__ADS_2