
Setelah selesai berbicara dengan keluarga dan teman-teman mereka yang ada di luar negeri, mereka pun masuk ke kamar masing-masing.
...****************...
Rumah besar 2,tempat tinggal Kadi dan teman-temannya yang bersekolah di luar negeri.
Reky "Gila, baru kali ini gw liat Gita semarah itu" Tercengang
Anif tertawa kecil.
Arya " Benar, gw ampe kaget. Orang pendiam marahnya seram ya" Takut.
Anif tersenyum bangga.
Kadi " Menarik" Senyum.
Anif kaget lalu menatap Kadi.
Aris melihat tatapan Anif, Aris tertawa sampai membuat teman-temannya bingung.
Reky "Napa lu, jangan bilang otak lu bermasalah kynk Fredik" Khawatir.
Plak
Reky "Ahk" Memegang lengannya yang di pukul Aris.
Aris "Otak lu tu yang bermasalah" Kesal.
Mereka semua tertawa.
Aris "Btw Di" Melihat Kadi.
Kadi "Hm!?" Melihat Aris.
Aris "Menurut lu, Gita tu gimana?" Senyum.
Anif kaget dengan pertanyaan Aris.
Anif "(Ni anjg maksudnya apaan)" Menatap tajam Aris.
Kadi "Hmm, nice" Senyum.
Anif melihat Kadi.
Arya melihat lirikan Aris pada Anif untuk melihat ekspresi Anif bagaimana, Arya pun paham.
Arya "Menurut gw dia juga menarik, cantik and...." Berfikir.
Aris dan Anif melihat Arya.
Anif "(Anjg, ini apa lagi) Ekhem.. " Mencoba mengalihkan pembicaraan.
Aris dan Arya menahan tawa.
Reky "And cute apa lagi tadi dia marah, she so very cute" Senyum.
Anif "Lu ngk usah nambah² anjg" Menatap tajam Reky.
Reky "Lu kenapa bangst" Bingung
Arya dan Aris pun tertawa.
Anif "Tau ah, gw mau tidur" Kesal.
__ADS_1
Anif berdiri lalu pergi ke kamarnya lantai 2,Arya dan Aris pecah tertawa.
Reky "Tu anak kenay sih? Tamu juga datang ya sama dia" Bingung.
Mereka semua pecah tertawa.
...****************...
Besoknya.
Rumah besar.
Sarapan.
Fredik menatap Gita.
Yuna "Lu kenapa liatin Gita gitu banget?" Melihat Fredik.
"Hmm" Teman-temannya melihat Fredik, sedangkan Gita tidak perduli.
Julio "Last night Gita's sister and Fredik's brother had a fight" Pelan.
Yuna "Hee?" Kaget.
Jamia "JULIO" Menatap tajam Julio.
Julio terkejut lalu menunduk "Sorry"
Gita "Ngk kok Yun, tapi hampir aja sih" Masih kesal.
Fredik berdiri ingin menjawab perkataan Gita.
Bayu "DUDUK" Menatap tajam Fredik.
Yuna "Ahk" Memegang perut.
"Yuna" Mereka semua melihat Yuna.
Jessi yang duduk di sebelah Yuna "Sist are you ok" Khawatir.
Yuna "Ah, ok" Menunduk menahan sakit.
Bayu "Lu izin aja hari ini Yun" Khawatir.
Felix "Benar Yun, wajah kamu pucat" Khawatir.
Jamia memberikan air hangat pada Yuna.
Jamia "Ini minum"
Ayu "Buat izin gw ama Yuna yah" Melihat Felix.
Yuna "Ngk usah" Selesai minum air.
Mereka semua melihat Yuna.
Ayu "Lu tu lagi... " Menatap Yuna.
Yuna berdiri "Ayo pergi nanti kita terlambat"
"Yunaaaa" Mereka semua melihat Yuna.
Yuna berbalik lalu tersenyum "Gw baik² aja, gw ngk akan bnyk gerak, ayolah ini udah kelas 3 gw ngk mau absen gw kotor" Senyum.
__ADS_1
Felix "Tapi kamu sakit" Khawatir.
Yuna "Tenang aja, ini hanya sebentar kok" Senyum.
Fredik "Lu tau dari mana?" Menatap Yuna.
Yuna "Kan gw yang rasa tolol, udah ah ayo pergi" Yuna berjalan perlahan menuju ke mobil.
Yuna "Wuaahhh" Kaget "Lu ngapain anjg, kaget gw" Melihat Bayu.
Bayu tiba-tiba menggendong Yuna.
Jamia "Mari tas lu" Mengambil tas sekolah Yuna.
Ayu "Ayo berangkat"
Yuna tertawa kecil melihat teman-temannya.
Julio dan Eka naik di mobil lain karna Julio masih SMP dan Eka berbeda sekolah dengan teman-temannya.
Sampai di sekolah.
Yuna tidak banyak bergerak, teman-temannya yang membelikan makanan untuk Yuna.
Bayu dan Felix meminta air hangat pada ibu kantin lalu memberikan pada Yuna yang ada di kelas lagi menahan sakit perut.
Yuna menundukkan kepalanya.
Istirahat.
Ayu "Kan dah bilang lu ngk usah sekolah" Mengelus kepala Yuna.
Yuna "Hehe gw baik² aja (Sakit)" Senyum.
Felix "Yun ini minum dulu"
Yuna melihat air hangat yang di bawa Felix "Thanks ya" Senyum kecil.
Bayu memegang dahi Yuna "Kalo sakit gini bisa kena demam ngk sih?" Melihat teman perempuannya.
Gita "Ngk sampe gitu juga sih" Berfikir.
Jamia baru kembali dari UKS "Ini obat pereda nyeri"
Yuna "Thanks" Mengambil obat.
Jamia "Kata ibu, kalo lu ngk bisa tahan lu di suruh ke UKS untuk istirahat"
Gita "Yun le ke UKS aja"
Bayu "Benar Yun"
Yuna selesai minum obat "Sama aja dong gw izin"
Ayu "Lu ngk akan bisa fokus pada pelajaran"
Yuna "Setidaknya gw hadir di kelas dan untuk pelajarannya kan ada lu" Senyum.
Ayu "Ya Allah punya teman keras kepala amat sih" Menyerah.
Yuna "Hehe" Senyum.
Teman-temannya tertawa kecil.
__ADS_1