KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 38. Pasal Pembantu.


__ADS_3

Markas.


Mereka berempat duduk di tengah ruangan.


Ketiga teman wanitanya masih celingak-celinguk melihat sekitar sambil senyum-senyum.


"how much did it cost you to build this place?" Tanya Jamia.


Jamia melihat Bayu di ikuti oleh kedua temannya.


"Lumayan banyak" Jawab Bayu.


"Btw, di atas itu.. . " Kata Ayu


"Tempat tidur" Potong Bayu.


"Ha!!" Kata ketiga temannya kaget.


Bayu tertawa kecil.


Orang Bayu meletakkan minuman untuk mereka.


"Kalian lihat sendiri ini masih kosong" Kata Bayu


Ketiga temannya mengangguk sambil melihat sekitar.


"So?!" Tanya Ayu.


"Aku sudah membangunnya, kalian mengisinya" Jawab Bayu.


Ketiga temannya hanya mengangguk.


ketiga temannya berfikir.


"Aku akn menyiapkan keperluan kamar mandi" Kata Ayu.


Ketiga temannya mengangguk.


"Sofa and kasur" Kata Jamia.


Yuna melihat sekitar.


"Aku apa ya?" Pikir Yuna.


"Lemari" Kata Yuna


Ketiga temannya melihatnya.


Yuna melihat ketiga temannya.


"Kita butuh itu, untuk menyimpan barang kita" Lanjut Yuna.


Ketiga temannya mengangguk.


"Bagaimana dengan dapur?" Tanya Ayu.


"Sudah ku urus" Jawab Bayu.


"Semua kesukaan kita ada di sana" Lanjut Bayu


Ketiga temannya tersenyum.


"Sayang kamu" Kata Ayu sambil melihat Bayu.


"Sorry, I already like someone" Kata Bayu.


"Aish, maksud gw juga ngk kynk gitu" Kata Ayu kesal.


Ketiga temannya tertawa meliat Ayu.


"Baiklah, kita persiapkan sekarang" Kata Yuna.


"Btw" Kata Yuna sambil melihat Bayu.


"Di mana lu tidur?" Tanya Yuna.


Bayu melihat ke atas.


"Ku colok mata kau" Kata Ayu.


Bayu tersenyum kecil.


"Aku akan tidur di sana" Kata Bayu sambil menunjuk sebuah ruangan di depan tangga menuju ke atas.


"Aaa, itu kamar ya, ku pikir kamar mandi" Kata Ayu.


"Kamar mandi di sebelah dapur" Jawab Bayu.


"Kamarku juga belum punya kasur" Lanjut Bayu.


"Nanti ku belikan" Jawab Jamia.


"Letakan lemari juga" Kata Bayu sambil melihat Yuna.


"Au, gw cuma mau letakan di sebelah sana" Jawab Yuna sambil menunjuk ke pojok ruangan.


"Buat kynk loker gitu" Lanjut Yuna.


"Emang lemari lu buat apa?" Tanya Yuna.


"Nyimpen senjata" Jawab Bayu.


"Anjirr, gila lu" Kata Ayu kaget.


"Sebagai pertahanan diri Yu" Jawab Bayu.


"Tapi keburu mati kita sebelum ambil senjata di kamar kau" Kata Jamia.


"Benar" Jawab Yuna.


Bayu melihat Yuna dan Jamia bingung.


"Kamar lu lumayan jauh goblok" Kata Yuna.


Bayu melihat jarak kamarnya dengan pintu.


"Ngk begitu jauh" Kata Bayu.


"Tolol, lu bayangin aja. Tu penjahat di depan kita, ngk mungkin kan kita bilang " Tunggu sebentar ya saya ambil senjata dulu" Kata Ayu.


Yuna dan Jamia tertawa.


"Yuna kan tau banting orang" Jawab Bayu.


Yuna kaget.


"Gimana kalo gw sendiri" Kata Ayu.


"Impossible, mereka" Jawab Bayu sambil melihat orang yang di panggilnya untuk melayani mereka.


"Meraka akan selalu gantian, dengan orang yang baru la..." Lanjut Bayu.


"For what?!" Potong Jamia.


"For.... Ngelayanin....kita" Jawab Bayu gugup.


"Goblok, tolol, anjiirr" Kata Yuna.


Bayu dan orangnya kaget.


"Lu nyuruh orang lebih tua dari kita untuk ngelayanin kita gitu" Lanjut Yuna.

__ADS_1


Bayu mengangguk.


"Kgk punya otak lu" Kata Ayu kesal.


Bayu dan Jamia tercengang.


"Why?" Tanya Bayu.


"WHY.?" Kata Ayu dan Yuna kaget.


"Hahh, kesal aku" Lanjut mereka berdua.


"Yuna, tolong di urus" Kata Ayu sambil menundukkan kepalanya lalu menujuk Bayu.


"Siap laksanakan" Jawab Yuna.


Yuna berdiri berjalan menghampiri Bayu sambil melakukan peregangan.


"W.. What!" Kata Bayu.


Bayu pun berdiri, mencoba menghindari Yuna.


Jamia berdiri.


"Aku juga punya pembantu" Kata Jamia.


Ketiga temannya melihatnya.


"Dan dia lebih tua dari mereka" Lanjut Jamia sambil menujuk orang Bayu.


"Tapi yang dia layani bukan hanya lu doang kan" Kata Ayu.


"Iya sih" Jawab Jamia sambil mengangguk pelan.


"Kalian memberinya uang kan" Kata Yuna.


"Iya" Jawab Jamia.


"Hey aku juga memberi mereka.. "Kata Bayu.


"Diam kau" Kata Ayu.


Bayu melihat Ayu sinis.


"Kita berbeda" Lanjut Ayu sambil berdiri lalu memegang pundak Jamia.


"Tapi kami baik-baik saja" Kata Orang Bayu.


Mereka berempat melihat orang Bayu.


"Kami yang tidak baik-baik saja" Jawab Yuna.


Ayu mengangguk.


"Aku baik-baik saja" Kata Bayu pelan.


Plak.


Ayu memukul Bayu.


"Ahk" Jerit Bayu.


"I hear you" Kata Ayu.


Ayu menatap Bayu dengan tatapan sinis.


"Kita juga akan memberikan mereka..." Kata Jamia.


"I know" Potong Yuna.


"Masalahnya bukan itu" Lanjut Yuna.


"So?" Tanya Jamia.


"Iya" Jawab Jamia.


"Actually just mom" Pikir Jamia.


"Kita semua masih di bawah umur" Kata Yuna.


"Cuman dia yang tua itu pun di bawah mereka" Kata Ayu sambil menujuk Bayu.


"W.. What.. . Tua" Kata Bayu tercengang.


Orang Bayu tertawa kecil.


"Ngk pantes Ken, kalo ada yang lebih tua dari kita berempat atau seumur dengan mereka atau lebih dari mereka,itu baru boleh tapi kita.." Kata Ayu menjelaskan.


Ayu menjelaskan deng pelan pada Jamia.


"Kita juga kan perempuan, jadi kita yang akan mengurus tempat ini" Kata Yuna.


Ayu mengangguk sambil tersenyum.


Bayu dan Jamia melihat Yuna dan Ayu sambil tersenyum.


"Bisa-bisanya aku punya temen sebaik kalian" Pikir Bayu.


"Hahhhh. Okok,i'm sorry" Kata Bayu.


Bayu melihat orangnya.


"Kalian kembalilah" Kata Bayu.


"Tapi kita butuh mereka untuk saat ini" Kata Yuna.


"What?" Kata Bingung.


"Tolong angkat barang yang akan datang" Kata Yuna.


"Aah, benar tapi harus tambah orang kyknya" Lanjut Ayu.


"Gampang" Kata Bayu.


"Yaudah kita bergerak sekarang" Kata Yuna.


Ketiga temannya mengangguk.


Mereka bertiga pun kembali menyiapkan semua.


Yuna mencari lemari, Ayu pergi ke toko swalayan mencari keperluan kamar mandi dan Jamia pergi ke toko yang menjual sofa dan keperluan tempat mereka tidur dan Bayu menelfon orangnya untuk membantu mereka.


2 Jam kemudian.


Jamia pertama datang.


Setelah itu Ayu dan Yuna.


Mereka mengatur markas mereka.


1 stengah jam kemudian.


Mereka berempat duduk di sofa.


"Hahhh" Kata mereka berempat di ikuti oleh orang-orang Bayu.


Ayu berdiri.


"Terima kasih sudah membantu" Kata Ayu sambil tersenyum.


Orang-orang Bayu pun ikut berdiri.

__ADS_1


"Tidak usah duduk saja" Kata Yuna.


"Ini minumannya" Kata salah satu wanita.


"Terima kasih Kak" Kata Yuna.


Wanita itu hanya tersenyum.


Jamia melihat Yuna dan Ayu begitu ramah pada orang-orang Bayu,dia mengingat bagaimana dinginnya dia kepada orang-orang nya.


"I never do it" Kata Jamia tanpa sadar.


"Mee to" Jawab Bayu.


Jamia kaget.


"What?" Kata Jamia.


"I've never said thank you with a smile that wide to them" Kata Bayu.


"Kamu melakukannya dengan dingin" Kata Jamia.


Bayu hanya mengangguk, mereka saling bertatap.


Jamia tersenyum kecil.


"You do too?" Tanya Bayu.


Jami mengangguk.


"Maybe I'm worse" Jawab Jamia.


"Omg, really?!" Kata Bayu kaget.


Yuna dan Ayu mendengar suara Bayu, mereka berdua berbalik melihat Jamia dan Bayu.


"Kenapa?" Tanya Ayu.


Plak


Jamia memukul Bayu pelan.


"Nothing" Jawab Jamia sambil tersenyum.


Yuna dan Ayu menatap mereka berdua dingin.


"Apa kalian berencana untuk tidur bersama" Kata Yuna dingin.


Bayu dan Jamia kaget.


Orang-orang Bayu tersedak.


Yuna berbalik melihat mereka.


"Hanya bercanda" Kata Yuna.


Ayu tertawa.


Yuna berbalik lagi pada kedua temannya.


Plak


"Ahk" Jerit Yuna.


Jamia memukuk tangan Yuna.


"Mulutmu itu loh" Kata Jamia.


Yuna cemberut.


"Tau" Kata Bayu.


"Tapi bagus juga" Lanjut Bayu sambil melihat Jamia.


"Hmm, ku cekik kau" Kata Yuna sambil mendorong Bayu menjauh dari Jamia.


"Becanda" Kata Bayu.


"Lu tu kan mesum" Kata Yuna.


Salah satu dari orang Bayu mengangguk dan di lihat Ayu.


"Dia mengangguk" Kata Ayu sambil menujuk orang yang mengangguk.


Orang itu kaget.


Yuna mengeluarkan pisau lipatnya.


"Hey hey what are you doing" Kata Bayu.


"I'm not like that, I swear. Dulu iya.. " Lanjut Bayu.


"APA!!" Kata Ayu dan Yuna.


Jamia kaget.


"Tapi sekarang ngk, sumpa" Kata Bayu.


"Awas aja kau" Kata Ayu.


Ayu menatap tajam orang Bayu yang mengangguk tadi.


Dia terkejut dengan tatap Ayu.


"Ah, benar bos sudah berubah sejak berteman dengan kalian" Jawabnya.


"Benar, biasanya bos selalu pergi ke klub dan bermain dengan wanita yang berbeda-beda" Kata salah satu orang Bayu.


Ketiga temannya tercengang.


"Oi, oi, oi, stop" Kata Bayu.


Jamia berdiri sambil melihat Bayu.


Ketiga temannya menjauh dari Bayu.


"Aku udah berubahhh" Teriak Bayu yang mulai kesal.


Bayu menatap tajam orangnya.


Ketiga temannya tersenyum kecil.


"Hahaha kita percaya kok" Kata Yuna.


Yuna menyimpan pisaunya lalu menghampiri Bayu di ikuti oleh Ayu dan Jamia.


"Tapi awas aja, ku sunat kau" Kata Ayu.


"Sumpah ngk" Kata Bayu.


Orang-orang Bayu tertawa kecil.


Ketiga teman Bayu memeluknya sambil tertawa di ikuti oleh orang Bayu.


Bayu menatap mereka dingin.


Mereka terdiam.


"Jangan marah, kami tadi bercanda" Kata Yuna.


"Tapi kalo lu berubah lagi" Kata Ayu.

__ADS_1


"Ku bunuh kau" Lanjut Jamia.


Mereka bertiga tertawa di ikuti oleh orang-orang Bayu, sedangkan Bayu cemberut.


__ADS_2