
Dalam perjalanan pulang.
"Akhirnya,besok adalah MOS terakhir" Pikir Yuna.
Rumah Yuna.
Yuna masuk ke dalam Rumah.
"Yuna pulang" Kata Yuna sambil membuka pintu.
Yuna mendengar suara orang yang tertawa di ruang tamu, tapi Yuna tidak menghiraukan, Yuna pergi ke kamarnya.
Saat Yuna mau naik tangga menuju kamarnya, tiba-tiba seseorang memanggilnya.
"Yuna" Panggil Kadi.
Yuna melihat ke arah orang yang memanggilnya.
Yuna tekejut.
"What are you doing in here?" Tanya Yuna.
"What do you think I'm doing here?" Tanya Kadi balik.
Yuna menatap Kadi datar.
"Minta sumbangan" Jawab Yuna dingin.
"What the... " Jawab Kadi kaget dengan jawaban Yuna.
"Yunaa" Kata Ibu Yuna.
"It's okay mom, sudah biasa" Jawab Kadi sambil tersenyum.
"Mom,, mom,, pala lu pe'a" Lanjut Yuna.
Kadi menatap Yuna kesal.
"Al" Panggil Yuri kakak kedua Yuna, yang baru pulang dari Universitas.
Kadi melihat ke arah Yuri.
"Hai sist" Jawab Kadi.
"Aku mandi dulu" Kata Yuna.
Kadi hanya mengangguk, Yuna pun pergi ke kamarnya.
"Aku juga mandi dulu" Lanjut Yuri.
YURI RAHADIAN DUNGGA, kakak kedua Yuna. Tahun kedua Jurusan kedokteran.
Kadi ingin membantu Ibu Yuna menyiapkan makanan, tapi di cegah.
"Gk usah nak" Kata Ibu Yuna.
"Bantu dikit aja, Mom" Jawab Ibu Yuna.
Ibu Yuna menatap Kadi.
"Okay, Al akan duduk manis" Lanjut Kadi.
Ibu Yuna tersenyum kecil.
"Memang buah tidak jauh jatuh dari pohonnya, tatapan Mom sama seperti Yuna kalo lagi marah, seram" Pikir Kadi.
Kadi pun duduk, sambil melihat Ibu Yuna yang sedang menyiapkan makanan.
5 menit kemudian, Yuna dan Yuri turun menuju ruang makan.
Kadi makan bersama Yuna dan keluarganya (Yuri dan Ibu Yuna)
"Om sama kak Yudha kapan pulang Mom?" Tanya Kadi.
"Katanya pulangnya agak larut, banyak urusan di kantor" Jawab Ibu Yuna.
Kadi hanya mengangguk.
"Al, tambah ganteng aja" Kata Yuri.
"Thank you sist, you always beautifull" Jawab Kadi.
__ADS_1
"Sakit lo" Lanjut Yuna sambil menatap Kadi geli.
Yuri melihat ke arah Yuna sambil tertawa kecil.
"Sewot banget sih Yun" Kata Yuri.
"Tau ni... Cemburu ya" Kata Kadi.
"Aku gk cemburu, hanya saja... " Kata Yuna pada Yuri sambil melihat ke arah Kadi.
"What?" Tanya Kadi pelan.
"Jijik" Jawab Yuna pelan.
"Anj... " Kata Kadi yang tidak ingin dia lanjutkan.
"What.. " Jawab Yuna sambil tersenyum kecil.
Yuna dan Kadi tertawa kecil.
Keluarga Yuna tertawa kecil melihat tingkah Yuna dan Kadi.
"Mereka berdua masih dekat, walaupun sudah hampir 2 tahun tidak bertemu" Pikir Yuri.
Mereka pun selesai makan.
Yuna dan Yuri membantu Ibunya untuk membersihkan meja makan.
"Saya bantu" Kata Kadi.
"Tidak usah" Jawab Ibu Yuna.
"Ok" Jawab Kadi.
"Yuna pergi ajak Al jalan-jalan" Lanjut Ibu Yuna.
Yuna hanya mengangguk sambil tersenyum kecil.
Setelah selesai membantu Ibunya, Yuna pun pergi keluar bersama Kadi.
Mereka berdua pergi ke pohon besar yang biasanya tempat mereka berempat(Yuna, Eka, Arya dan Kadi) mengobrol.
Dalam perjalanan ke pohon, Yuna berdiri di depan Kadi.
Yuna perlahan-lahan meraih tangan Kadi, sambil tersenyum..
"Wha are you doing?" Tanya Kadi bingung sambil celingak-celinguk melihat sekelilingnya.
Yuna hanya tersenyum kecil.
Lalu mengangkat sedikit tangan Kadi
Lalu memutar tubuhnya sampai membelakangi Kadi.
Lalu Bukk, Yuna membanting Kadi.
"Anji**" Kata Kadi.
Yuna tersenyum puas.
Yuna melihat Kadi yang sedang berbaring di depannya dengan datar, lalu dia berjalan pergi meninggalkan Kadi.
Kadi berusaha bangun sambil menahan sakit.
"Ahk, sakit" Jerit Kadi sambil memegang pinggulnya.
Kadi menyusul Yuna, Yuna berbalik melihat ke arah Kadi sambil tersenyum kecil.
Kadi mengertakan giginya, lalu tersenyum.
Kadi berjalan tertatih-tatih menahan sakit.
Mereka pun sampai di pohon.
"Wah, dia tambah besar" Kata Kadi sambil memegang pohon.
Yuna pun duduk.
"Di sini juga sudah ada tempat duduk, biasanya kita akan bawa kain untuk duduk" Lanjut Kadi.
"Kamu kok jadi cerewet sih, sepertinya sakitnya udah hilang" Cerutu Yuna.
__ADS_1
"Agar seseorang tidak bosan" Jawab Kadi sambil memegang bahunya.
"Berisik goblok" Jawab Yuna.
Kadi mencubit kedua pipi Yuna.
"Mulutmu itu, dari dulu gk berubah ya kasarnyaa" Kata Kadi sambil mengertakan giginya.
"Ahkk,sakit" Jawab Yuna sambil memegang tangan Kadi.
"Aku lebih sakit tadi" Jawab Kadi.
"Kamu memang pantas mendapatkannya" Jawab Yuna.
"Aku malah rencana memelintir leher mu dari belakang, tapi kasihan karna masih muda" Lanjut Yuna.
Kadi kesl lalu melepaskan tangannya, lalu memegang kepala Yuna dan...
"Ahkkkk" Jerit Yuna karna di jambak Kadi
Yuna mencoba meraih kepala Kadi, tapi sayangnya Kadi terlalu tinggi.
Tiba-tiba
"What are you doing gays? " Kata seseorang di belakang mereka berdua.
Yuna dan Kadi berbalik melihat ke arah belakang.
Yuna dan Kadi terdiam lalu tersenyum, orang itu tersenyum juga.
"Huaaaa" Yuna dan orang itu menagis sambil berpelukan.
...****************...
Hari ketiga MOS.
Jamia dan Ayu terkejut melihat wajah Yuna.
"Wajahmu kenapa?" Tanya Ayu.
"Matamu bengkak" Lanjut Jamia.
"Kamu semalam nangis ya?" Lanjut Bayu.
"Hmm" Jawab Yuna.
"Why" Jawab Bayu.
"Nanti aku cerita" Jawab Yuna.
"Sekarang" Cerutu Bayu.
Yuna menatap Bayu dingin.
"Yaudah, nanti aja" Lanjut Bayu sambil tersenyum kecil.
Mereka pun menjalankan MOS.
"Aaaahh, akhirnya selesai juga" Kata Ayu.
Ketiga temannya hanya tersenyum kecil.
"Semoga kita sekelas" Kata Yuna.
"Amin" Kata Ayu manja.
...****************...
Hari mulai pelajaran.
Yuna masuk di kelas 10-4.
Yuna duduk sendiri di sebelah jendela.
Ayu masuk di kelas 10-2.
Ayu duduk paling depan, di sebelah jendela.
Jamia dan Bayu masuk kelas 10-6
Jamia duduk di sebelah jendela urutan ke dua
__ADS_1
dan Bayu duduk di depan Jamia,mereka berdua duduk terpisah.