KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 41. Pertemuan Yang Kacau.


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tanpa sepengetahuan Eka dan Kadi Yuna merekam percakapan mereka.


Yuna mendengar rekaman percakapan Eka dan Kadi.


Yuna kaget mendengar percakapan kedua temannya.


"Apa bedanya lu ama Al?" Kata Yuna sambil menggenggam ponselnya dengan erat.


"Apa yang lo takutin" Kata Yuna.


Yuna masih mengirim pesan pada Arya selama 2 bulan tapi masih belum ada balasan, Yuna memberanikan diri mengirim pesan pada adik Arya.


"Hai lya(Alya) " Pesan Yuna.


"Who?" Pesan Alya adik perempuan Arya.


"Yuna" Pesan Yuna.


"Ka Yuna?" Pesan Alya.


"Yes, i'm" Pesan Yuna.


"Ouh, Hai sist how are you?" Pesan Alya.


"Fine and how are you?" Pesan Yuna


"Great" Pesan Alya.


"Bagaimana dengan yang lain?" Pesan Yuna.


"Baik kak, btw... " Pesan Alya.


"Iya?" Pesan Yuna.


1 jam kemudian.


"Lya?" Pesan Yuna.


"Alya" Pesan Yuna.


"Are you ok?" Pesan Yuna


Yuna menelfon Alya tapi nomornya tidak aktif, Yuna mencoba lagi, sampai 5 kali tapi masih tidak aktif.


3 jam kemudian.


Yuna mencoba menelfon tapi nomornya di block.


"Anji**" Kata Yuna kesal.


Yuna membanting ponselnya, Yuna menahan utuk tidak menangis.


"Bangsat" Kata Yuna.


Yuna berbaring di atasnya tempat tidurnya lalu mengambil bantal menutupi wajahnya lalu dia teriak.


"Emang kenapa kalo lu dari keluarga gengster, apa bedanya lu ama Al" Pikir Yuna.


Air mata Yuna jatuh.


Yuna pun berhenti menghubungi Arya, dia kadang hanya menanyakan kabar Arya pada Kadi,dia tidak minta penjelasan panjang lebar yang penting dia tau Arya baik-baik saja.


Yuna memperkuat ilmu bela dirinya selama 1 setengah tahun, sampai dia bisa mengalahkan beberapa guru yang mengajarinya sampai kedua kakaknya pun di kalahkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yuna dan Arya saling memandang.


Arya melihat Yuna sambil tersenyum bahagia, Yuna tidak berekspresi, dia hanya diam.


"Yun.. " Panggil Eka.


"Yuna" Panggil Eka lagi sambil memengang pundak Yuna.


Kadi berjalan menuju ke arah Yuna, Arya maju, Yuna mundur, Arya berhenti.

__ADS_1


Eka dan Kadi khawatir.


...----------------...


Brrr(Telfon masuk di ponsel Yuna)


"Halo" Jawab Yuna.


"Yuna udah sampai di asr.. " Kata Jamia.


"Ok, aku akan segera kesana" Jawab Yuna.


"Ha?" Kata Jamia bingung.


Jamia memasang loudspeaker.


"Iya, gw ingat janjian kita" Kata Yuna sambil mengalihkan pandangannya.


"Lu ngomong apa sih?" Tanya Ayu.


"Iya, iya, gw otw" Kata Yuna.


"Gila lu" Kata Ayu.


Yuna mematikan telfonnya.


Jamia dan Ayu saling memandang.


"Dah gila dia" Kata Ayu.


Mereka berdua tertawa.


...----------------...


Yuna mencoba tenang.


"Sorry, kynk gw harus pergi deh" Kata Yuna santai.


"Gw udah janjian sama temen-temen gw" Lanjut Yuna dengan ekspresi sedih.


Yuna melihat Arya.


"Lama tidak bertemu and nice to meet you again" Kata Yuna sambil tersenyum.


"Yun aku baru data... " Kata Arya, tapi Yuna tidak mendengarnya


Yuna berjalan pergi dengan ekspresi dingin.


Arya terduduk di sofa.


Eka terdiam, dia hanya melihat Yuna pergi, Kadi mengejar Yuna.


Yuna berjalan cepat.


Pikiran Yuna kosong.


"Yun.. " Panggil Kadi.


"Aku harus cepat sampai di gudang tua" Pikir Yuna.


"Yuna" Panggil Kadi.


"Dadaku sesak" Pikir Yuna.


Kadi mengejar Yuna.


Jalan Yuna makin cepat.


"Gw antar Yun" Kata Kadi.


Yuna masuk lift, Kadi tepat di depan Yuna.


Saat Kadi melangkah masuk ke lift..


"Tetap di situ" Kata Yuna.


Yuna menatap Kadi dengan ekspresi dingin.

__ADS_1


Kadi kaget.


"Yun, i'm.. " Kata Kadi.


"Gw bisa sendiri" Potong Yuna.


Saat lift mau tertup.


"Jangan kejar gw" Kata Yuna dingin.


Lift pun tertutup.


"Sial" Kata Kadi kesal.


"Kenapa jadi kynk gini" Kata Kadi.


"Ahhk" Kata Kadi sambil memukul tembok.


Arya dan Eka menyusul Kadi.


"Yuna?" Tanya Eka.


"Pergi" Jawab Kadi.


Arya dan Eka melihat lift.


Eka melihat tangan Kadi yang berdarah.


"Tangan lo" Kata eka cemas.


Kadi pergi ke kamar Eka.


Dalam lift.


"Hahh, don't cryng,please" Kata Yuna sambil melihat ke atas.


Air mata Yuna mulai mengalir.


"Haiss please jangan jatuh" Kata Yuna yang masih melihat ke atas sambil menghapus air matanya yang sudah jatuh.


Yuna menarik nafas dalam-dalam.


"Don't cryng" Kata Yuna sambil tersenyum lalu menghapus air matanya.


Yuna menelfon Bayu.


"Hmm" Jawab Bayu setengah sadar.


"Lu di mana?" Tanya Yuna.


"Gudang tua" Jawab Bayu malas.


"Jemput gw" Kata Yuna yang suaranya mulai serak.


Bayu bangun deng cepat, mengambil kunci mobil dan jaketnya lalu keluar dari kamar dia menuju mobilnya.


"Di mana?" Tanya Bayu.


"Baru turun dari lift asrama Eka" Jawab Yuna.


"Ok" Kata Bayu langsung mematikan telfonnya.


"Woee mau kemana?" Teriak Ayu.


"Yunaaaa" Jawab Bayu.


Bayu masuk ke dalam mobilnya, dia pun pergi menuju ke arah Yuna.


"Semoga dia baik-baik saja'' Pikir Bayu.


Bayu menambah kecepatan mobilnya.


"Yuna?" Kata Jamia.


Jamia dan Ayu saling memandang.


Jamia pergi mengambil kunci motornya, mereka berdua pergi menyusul Bayu dan Yuna.

__ADS_1


__ADS_2