
Sudah 3 hari Bayu tidak banyak bicara dan di selalu fokus pada ponselnya.
Kantin sekolah.
Jamia melihat makanan Bayu belum di sentuhnya, Jamia melihat Bayu sibuk dengan ponselnya.
"Bay makan dulu" Kata Jamia.
"Hmm" Jawab Bayu sambil melihat ponselnya.
Jamia kaget dengan Jawaban Bayu, Jamia diam,dia pun melanjutkan makannya.
Yuna dan Ayu saling memandang.
Yuna meletakkan sendoknya lalu melihat Bayu dengan kesal,Ayu menendang kaki Yuna.
"Ahk" Jerit Yuna pelan.
Yuna melihat Ayu, Ayu menggelengkan kepalanya.
"Why?" Kata Yuna tanpa suara.
"Shutt" Jawab Ayu sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.
"Huftt" Yuna melihat Bayu dengan kesal.
...****************...
Kelas.
Bayu fokus pada pelajaran, biasanya dia akan menganggu Jamia dan selalu mencari perhatian Jamia dengan membuat Yuna dan Ayu marah.
"Lu kenapa sih cok?" Bisik Yuna.
"Shutt, ada guru di depan" Balas Bayu.
Yuna menatap Bayu.
"Nih anak, pingin gw jedotin kepalanya di tembok" Pikir Yuna.
Pulang sekolah.
Bayu dengan cepat masukan buku²nya.
"Gw duluan ya" Kata Bayu.
Dengan cepat Bayu berjalan pergi.
"Yaaaa, wait" Teriak Yuna.
"Tu anak kenapa sih" Kata Ayu heran.
Jamia melihat Bayu pergi dengan sedih.
"Udah ngk usah di pikirin, ayo kita pulang juga" Kata Yuna mulai kesal.
Mereka bertiga keluar dari kelas.
Ayu dan Yuna melihat Jamia.
"I think he angry me" Kata Jamia.
"Why?" Tanya Ayu.
"I don't know" Jawab Jamia.
Yuna tersenyum kecil.
"Udah gk usah di pikirin, datang bulan kali dia" Kata Yuna kesal.
"Bisa jadi" Jawab Ayu sambil tertawa.
Jamia ikut tertawa, Yuna dan Ayu membuat Jamia tertawa terus agar dia tidak kepikiran pada Bayu.
"Awas lu(Bayu)" Pikir Yuna sambil melihat Jamia tertawa.
...****************...
Bayu sampai di rumahnya.
Bayu langsung ke kamarnya, dengan cepat dia berganti pakaian lalu turun ke bawah pergi ke bengkelnya.
Bayu menyibukan dirinya dengan pekerjaannya, sampai pekerjaan sepupunya pun di ambil alih olehnya.
"Kenapa harus kamu, kenapa harus kamu anaknya" Pikir Bayu.
Ketiga temannya coba menghubunginya tapi dia menonaktifkan ponselnya, Yuna dan Ayu sampai menelfon orang-orangnya, mereka mengatakan kalau Bayu sedang keluar atau ada urusan atau ada pekerjaan.
...****************...
Kamar Yuna.
"Anjirr kenapa sih" Kata Yuna kesal sambil melihat ponselnya.
Yuna habis berbicara dengan orang Bayu.
Yuna mengirim pesan suara pada Bayu(pribadi).
"Anji** lu punya masalah apa sih ha?" Pesan Yuna.
Yuna mematikan layar ponselnya.
"Ahhk, kesal gw" Kata Yuna.
"Hahhh, masalah yang satu belum selesai nambah satu lagi" Cerutu Yuna.
Ting(pesan masuk)
"Bisa di hubungin ngk dia?" Pesan Ayu.
__ADS_1
"Ngk😮💨🤬" Pesan Yuna.
"Anjirr.. Napa sih tu bocah" Pesan Ayu.
"Tau,bisa darah tinggi gw lama²" Pesan Yuna.
"Jaken gimana?" Pesan Yuna
"Ngk semangat dia" Pesan Ayu.
"Katanya, Bayu udah mulai diam di saat Jaken menceritakan tentangnya" Pesan Ayu.
"Ha?" Pesan Yuna.
"Ngk ingat aku🤔" Pesan Yuna.
"Asw😒" Pesan Ayu.
"😅😅😅🥲" Pesan Yuna.
"Apa kita ke tempatnya?" Pesan Ayu.
"Huftt, entahlah. Maunya sih gitu gw cuman... Nyokap bokap gw pulang so.. " Pesan Yuna.
"Yahh, ok lah" Pesan Ayu.
"Kita liat perkembangan, takutnya dia beneran sibuk ama pekerjaan" Pesan Yuna.
"Terus Jaken?" Pesan Ayu.
"Bilang aja dia sibuk ama pekerjaan" Pesan Yuna.
"Udah dulu, gw mau jemput bokap nyokap gw di bandara" Pesan Yuna.
"Ok ok, bye" Pesan Ayu.
Yuna bersiap pergi ke bandara.
Ayah Yuna punya pekerjaan di luar kota, Ibunya mengikuti Ayahnya.
...****************...
Kamar Ayu.
"Haduhhh gimana ni" Pikir Ayu.
Ayu mengirim pesan pada Jamia.
"Jangan terlalu di pikirin, dia sibuk ama pekerjaannya" Kata Ayu.
"Tapi Yu.. " Pesan Jamia.
"Udah, tunggu dia ngobrol ama kita" Pesan Ayu.
"Hmm" Pesan Jamia.
"Hmmm, cayank banget ya ama dia🤭" Pesan Ayu.
"Khawatir banget sih,ama ayangnya😆" Pesan Ayu.
"Ayuuuu😣😖" Peaan Jamia.
Ayu mencoba menenangkan Jamia.
...****************...
Bengkel Bayu.
Sudah jaml 5 sore.
"Woe makan dulu" Kata Ronald sepupu Bayu.
Bayu tidak mendengarnya, dia fokus pada pekerjaannya.
Tiba-tiba Erik memegang tangan Bayu.
Bayu melihat Erik dengan kesal.
"Makan dulu gih" Kata Erik.
Bayu melepaskan tangannya, Bayu menatap Erik dingin.
"Pergi" Jawab Bayu dingin.
Erik kaget.
"Kenapa sih dia" Pikir Erik.
Erik dan Ronald saling memandang, Erik menggelengkan kepalanya.
"Huftt" Ronald melihat Bayu.
"Apa dia punya masalah sama mereka ya(ketiga teman Bayu)?" Pikir Ronald.
Ronald Elean, dia berkerja di bengkel bersama Bayu tapi dia yang mengurus pengeluaran dan pemasukan di bengkel.
Erik Elean, dia wakil direktur di perusahaan ayah Bayu, dia terkadang pergi ke bengkel untuk istirahat atau mengantar berkas yang harus di kerjakan Bayu.
Reza Elean,saudara Ronald, dia bekerja bersama Bayu tapi dia bagian lapangan, dia mengatur masuk keluarnya mobil yang sudah atau belum di perbaiki.
Bayu adalah otak mesin, dialah yang memperbaik dan mengotak-atik mesin mobil yang di bawah oleh Reza, terkadang Reza membantunya.
Jam 6 baru Bayu makan.
Setelah makan dia pergi ke ruang kerjanya.
Ketiga sepupunya melihat Bayu.
"Si gila kerja kembali" Kata Reza sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Huftt" Ronald dan Erik tidak bisa berkata²
Besoknya.
Kelas.
Yuna duduk di kursinya menunggu kedatangan Bayu.
"Lama banget sih dia datang" Kata Yuna kesal.
"Udah Yun, gimana kalo beneran kerja" Kata Ayu yang sedang duduk di atas mejanya
"Jaken juga belum datang, apa mereka janjian" Kata Yuna.
"Anjirr" Jawab Ayu kaget, lalu Ayu tertawa kecil.
"Haii" Sapa Jamia yang baru datang.
"Oh, umur panjang dia" Kata Yuna.
Ayu dan Yuna tertawa kecil.
"Good morning" Sapa Jamia.
"Morning" Jawab Ayu dan Yuna.
Yuna melihat ke belakang Jamia.
"Cari Bayu ya?" Tanya Jamia sambil melihat Yuna.
Yuna dan Jamia saling memandang.
"Kyknya dia ngk akan masuk kelas" Kata Jamia sambil tersenyum pahit.
"What!! Why?" Tanya Yuna dan Ayu kaget.
Jamia duduk di tempat duduknya.
Jamia melihat kedua temannya sambil tersenyum pahit.
"Mereka ada latihan basket" Jawab Jamia sambil meletakkan tasnya.
Yuna dengan cepat menelfon Kadi, Ayu dan Jamia melihat Yuna.
...----------------...
"Hal.. " Kata Kadi.
"Bayu di situ ngk?" Potong Yuna.
"Anjirr, sapa gw dulu kek" Kata Kadi.
"Yaudah, Hello Al. So ada dia ngk" Jawab Yuna.
"Asw" Kata Kadi.
"Ta**, ada dia ngk" Kata Yuna keras.
"Mana gw tau" Jawab Kadi.
"Lah lu kan... " Kata Yuna terhenti.
"Apa.. Gw apa ha... Gw dari klub musik goblok" Jawab Kadi.
"Hehehe iya juga ya, tapi kan lu sekelas sama itu" Kata Yuna.
Kadi tertawa kecil.
"Itu siapa?" Tanya Kadi.
"Aduh siapa sih itu namanya" Kata Yuna sambil melihat Ayu.
"Itu namanya siapa sih" Tanya Yuna pada Ayu.
"Aris" Jawab Ayu malas lalu memalingkan wajahnya.
"Ah, iya Aris" Kata Yuna.
"Sorry Yu" Kata Yuna sambil tertawa kecil diikuti oleh Jamia.
"Tai** lah" Jawab Ayu datar.
Kedua temannya tertawa, Kadi pun ikut tertawa tapi wajahnya di tutupi buku.
"Kyknya mereka beneran latihan deh, Aris juga ngk ada dikelas" Jawab Kadi.
"Ouh ok deh, udah dulu ya guru datang" Kata Yuna.
"Thanks infonya" Lanjut Yuna.
"Your welcome" Jawab Kadi.
Yuna mematikan telfonnya.
Pelajar ke 2 Bayu masih belum masuk kelas.
"Emang latihan basket berapa jam sih?" Tanya Yuna pada Ayu.
"Setau gw, pelajar kedua mereka udah masuk kelas" Jawab Ayu.
Guru pun datang.
Pulang sekolah.
"Anjirr sampe akhir dia juga gk masuk" Kata Yuna kesal.
Ayu dan Jamia saling memandang.
"Udah pulang kali dia" Jawab Ayu takut.
__ADS_1
"Oi ladies" Panggil seseorang dari belakang.
Mereka bertiga berbalik.