
Mereka berkumpul di ruang makan.
Arya melihat Yuna.
"Lu hebat dalam menyelesaikan masalah" Kata Arya.
Mereka semua melihat Arya,tapi Yuna tidak dia sibuk makan.
"Dia bicara ama elu" Kata Ayu.
"Hah? Siapa?" Jawab Yuna kaget dan bingung.
Mereka menggelengkan kepala sambil tertawa kecil.
"Gw" Kata Arya.
"Oh! Ya tadi bilang apa?" Tanya Yuna.
Arya tersenyum.
"Makanannya enak?" Jawab Arya.
"Hmm" Jawab Yuna sambil makan ayam.
Mereka semua tertawa.
"Apa sih" Kata Yuna.
Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga.
Yuna duduk di kursi gantung, yang lainnya duduk di sarung sofa bulat tapi yang sakit duduk di kursi yang membuat mereka nyaman.
"Ngk tertarik hukum Yun?" Tanya Arya.
"Hukum?" Jawab Yuna berfikir.
"Benar, lu kan jago menyelesaikan masalah" Lanjut Ayu.
Yuna masih berfikir.
"Bukannya polisi sama aja" Jawab Yuna.
"Tapi polisi hanya nangkap, kecuali lu masuk di bagian kasus" Kata Anif.
Yuna berfikir lagi.
"Benar, kalo hukum udah pasti kerjaan lu menyelesaikan masalah orang" Lanjut Eka.
Mereka semua mengangguk.
"Hm, ok gw coba dulu baca buku perihal hukum, kalo masuk ke otak gw" Jawab Yuna.
Mereka semua tertawa kecil.
Mereka pun masuk ke kamar masing-masing, tapi Yuna tidak.
Yuna pergi ke lantai 6, dia menikmati pemandangan malam.
"Wahhhh, terbaik" Yuna bicara sendiri.
Angin malam yang menerbangkan rambutnya.
"Rindu keluarga" Lanjut Yuna.
Yuna melihat ada asap dari bawah.
Seseorang sedang berdiri di balkon kamar.
"Siapa itu?" Pikir Yuna.
Yuna menelfon Kadi.
__ADS_1
"Yo" Jawab Kadi.
"Oh, bukan lu" Kata Yuna.
"What?" Jawab Kadi.
Yuna mematikan telfonnya.
Kadi melihat ponselnya.
"Gilanya kambuh" Kata Kadi.
Kadi melanjutkan bermain gitar di ruang musik.
Yuna menelfon Bayu.
Seseorang itu bergerak.
"Hmm" Jawab Bayu.
"Jadi itu elu" Kata Yuna.
"Ha?" Jawab Bayu.
"Tu asap keluar dari mulut lu, lu kenapa?" Tanya Yuna.
"Anjirr" Jawab Bayu.
Bayu mematikan rokoknya.
Yuna tertawa.
"Syukur gw yang liat, kalo JK dan Ayu yang liat lu, abis mulut lu bengkak" Kata Yuna.
"Lu di mana anjirr" Jawab Bayu.
"Bawah kaki lu" Balas Yuna.
"Anjirr" Kata Bayu sambil tertawa kecil.
Mereka berdua tertawa.
"Lu kapan nyelesain masalah lu ama JK, cok?" Tanya Yuna.
Bayu terdiam.
"Lu ngk niat bantuin gw gitu?" Jawab Bayu.
"Bukan gitu cok, mulut aku tuh lelah, lu kan suka tu ama dia dan btw itu salah lu anying" Balas Yuna.
Bayu terdiam.
"Ngapain lu bikin ulah, dimana lu ngk tau jalan ceritanya. goblok" Lanjut Yuna.
"Gw...sorry" Jawab Bayu dengan ekspresi sedih.
"Udah gw maafin, tapi mereka berdua? Lu harus cepat nyelesaiin masalah lu... " Kata Yuna.
"Yun" Panggil AnifAnif dari belakang.
Yuna berbalik.
"Oh Nif" Jawab Yuna.
Tiba-tiba kamera drone mendekati Yuna,Yuna melihat ke arah kamera lalu...
Dor..... (Bunyi tembakan)
Anif kaget.
Brak... (Ponsel Yuna terjatuh)
__ADS_1
"Ahk" Jerit Yuna.
"Yunaaaaaaa" Teriak Anif dan Bayu.
Felix, Fredik dan beberapa orang mendengar teriakan Bayu.
Kamera drone pergi.
Yuna jatuh, dengan cepat Anif meraih Yuna.
"Yun" Panggil Anif.
Yuna berbaring di pangkuan Anif.
"Sakit" Kata Yuna pelan.
Bayu dengan cepat berlari keluar kamar, dia juga langusng menghubungi ambulans.
Felix dan Fredik keluar dari kamar, mereka melihat Bayu yang berlari dengan cepat ke atas.
"Woe kenapa?" Teriak Fredik.
"Yun.. Yun.. " Panggil Anif panik.
Anif menutup luka Yuna.
Pikir Yuna mulai kosong.
Mata Yuna mulai tertutup.
"Yun, jangan tidur Yun" Teriak Anif.
"Woee tolonggggggg" Teriak Anif.
Tangan Anif penuh dengan darah Yuna.
"Tolong anjg" Teriak Anif mulai menangis.
Yuna pingsan.
"Yunaaa, jangan tidur Yunnnn" Kata Anif keras.
Anif menggendong Yuna, Bayu pun datang.
Bayu mengambil Yuna dari pelukan Anif, Anif membuka bajunya lalu menaruh bajunya di luka Yuna.
Mereka pergi ke lift, teman-teman terkejut dengan suara ambulans.
Mereka semua keluar.
"Ada apa ini?" Tanya Ayu.
"Minggirrr" Teriak Bayu dengan suara serak.
Mereka semua terkejut.
"Apa... Apa yang terjadi?" Tanya Arya.
Mereka memasukkan Yuna ke dalam ambulans.
"Jaket" Kata Bayu pada Arya.
Arya mbuka jaketnya, Bayu meberikan pada Anif, Eka dan Ayu masuk ke dalam, Jamia ikut masuk tapi di cegah Bayu.
"Cepat jalan" Kata Bayu pada sopir ambulans.
"Bay, apa yang terjadi?" Tanya Kadi panik.
Bayu tidak menjawab pertanyaan temannya.
Bayu hanya dia menatap mobil ambulans pergi.
__ADS_1
Tangan Bayu bergetar, Jamia melihat tangan Bayu yang memegang tangannya.