
Rumah Yuna.
Yuna di larang keras menghubungi teman-temannya, Yuna juga tidak menghubungi mereka, teman-temannya juga mengerti.
Yuna anak yang sangat taat atas perintah orang tuanya, orang tua Yuna juga memberi kebebasan pada Yuna karena mereka tau Yuna bisa menjaga diri.
Yuna dan kedua kakaknya pergi duluan ke tempat pertandingan sedangkan ibu dan Ayah Yuna dari belakang.
Ibu Yuna mengisi barang Yuna ke dalam tas.
Semalam Ayah,Ibu dan kakak Yuna sudah berdiskusi tentang Yuna yang akan tinggal bersama teman-temannya, Ibu dan Yudha agak keberatan tapi Ayah dan Yuri menjelaskan dengan baik, Yuri juga mengatakan tentang rumah sakit yang merawat Yuna adalah milik keluarga Bayu dan Rendi adalah sepupu Bayu jadi orang tuanya tidak perlu khawatir.
Ibu dan Yudha pun mengiyakan dan mengijinkan Yuna pergi, besok juga Yuna harus sekolah.
...----------------...
"Pergilah" Kata Ayah Yuna.
"Ye?" Jawab Yuna bingung.
Teman-teman Yuna mendekat ke arah mereka.
Yudha menatap tajam teman-teman Yuna.
"Dia harus banyak istirahat" Kata Yudha pada teman-teman Yuna.
"Siap" Jawab mereka bahagia.
"Tungguuuuu" Kata Yuna keras.
"Ma.. Pa" Panggil Yuna.
Ibu Yuna memegang pipi Yuna.
"Yuna dilarang mengatakan atau mengajarkan gerakan apa pun pada mereka" Kata Ibu Yuna.
"Bukan itu maksud Yuna" Jawab Yuna mulai menangis.
"Yuna mau kan tinggal bersama mereka?" Tanya Yuri.
Yuna terdiam.
"Emang mau tapi.... " Pikir Yuna sambil melihat keluarganya.
"Tidak apa² Yuna" Kata Ayah Yuna menenangkan.
"Asalkan Yuna tidak mengajar atau meberikan info apapun tentang pertandingan, karena... " Lanjut Ibu Yuna.
"Itu tugas kami" Jawab Teman-teman Yuna.
Mereka tertawa.
__ADS_1
Yuna memeluk orang tuaanya lalu kedua kakaknya sambil menangis.
"Terima kasih" Kata Yuna dengan suara serak.
Keluarga tersenyum lalu mereka berlima berpelukan, teman-temannya juga ikut menangis dan memeluk keluarga mereka, tidak dengan AABKAEFF.
Mereka pun menuju ke rumah besar.
Orang tua mereka takjub pada rumah besar itu.
Ruang tamu.
Mereka pergi ke kamar mereka satu persatu.
Kamar para wanita ada di lantai 4 sedangkan.
Kamar Jamia
Kamar Yuna
Kamar Eka.
Kamar Gita.
kamar pria ada di lantai 3.
Keluarga mereka menjelajahi rumah besar itu di temani Ayu Eka dan Gita, sedangkan Bayu dan Jamia mengantarkan Yuna pada kamarnya di temani Rendi untuk mengecek kondisi Yuna.
Mereka duduk di ruang tamu lantai 1.
Singkat cerita orang tua mereka pun kembali ke rumah mereka masing-masing, mereka mengantar orang tua mereka sampai ke depan.
"Kalian harus jaga diri" Kata Ayah Yuna.
"Siap bapak(logat jawa)" Jawab Aris.
Ayah Ayu melihat kearah Bayu.
"Bapak titip Ayu ya nak Bayu, maaf hanya Bayu yang bapak kenal" Lanjut Ayah Ayu tanpa melihat Aris dan Anif.
__ADS_1
Mereka semua terdiam, Bayu tersenyum canggung.
"Hufttt, apa aku harus menyelesaikan ini juga" Pikir Yuna sambil melihat Ayah Ayu.
"Bapak" Panggil Yuna pelan.
Yuna berjalan ke arah Ayah dan Ibu Ayu.
"Kami semua tinggal bersama, jadi KAMI SEMUA AKAN MENJAGA AYU" Kata Yuna pelan tapi penuh tekanan.
Orang tua yang lainnya tersenyum.
"Jadi bapak tidak perlu khawatir" Lanjut Yuna sambil tersenyum.
Yuna mengerutkan alisnya menahan sakit, mereka khawatir.
"Maaf, bapak masih... " Jawab Ayah Ayu.
"Yuna paham pak, gini aja gimana setelah pertandingan ini Aris dan Anif akan menerima hukuman dari bapak, kang Yud dan Kang Rya(Surya)" Potong Yuna.
Orang tua Ayu berfikir sedangkan Aris dan Anif kaget.
"Mati kita" Pikir Aris dan Anif saling memandang.
"Yun" Panggil Ayu sambil memegang tangan Yuna.
Orang tua Ayu mengangguk, Yuna tersenyum.
"Baiklah,selesai pertandingan seminggu kemudian KAMI akan kerumah Ayu" Kata Yuna.
Setelah negosiasi, orang tua mereka pun pergi.
"Hahhhh, waktunya istirahat" Kata Yuna.
Bayu berdiri di sebelah Yuna.
"Apa?" Tanya Yuna.
"Ya.. Ya.. Ya.. WHAT ARE YOU DOING?" Kata Yuna yang sudah berada di pelukan Bayu.
Teman-temannya tertawa.
"Turunin gw" Kata Yuna keras.
"Jangan banyak bergerak nanti luka lu sakit lgi" Kata Arya khawatir.
"Gw bisa jalan" Jawab Yuna ketus.
Mereka tidak menghiraukan perkataan Yuna, mereka pun masuk, Yuna terdiam dengan wajah yang datar di pelukan Bayu.
Bayu mengantar Yuna sampai ke kamarnya teman-temannya mengikuti dari belakang, Bayu meletakkan Yuna di tempat tidurnya,Eka dan Jamia mengecek kondisi Yuna.
__ADS_1