
Kadi, Arya dan Yuna mencari seseorang.
"Esid right" Kata Yun dari belakang.
Esid berbalik lalu menatap Yuna, di belakang Yuna ada Kadi dan Arya.
...----------------...
Esid Asad adik dari Asker Asad. Hubungan persaudaraan mereka kurang baik.
Asker sibuk dengan belajar dan selalu mendapat perhatian beda dengan Edis yang terlambat dalam pelajarannya dan selalu di kucilkan, saat Edis mendapat perlakuan buruk ,dia bertemu dengan Eisha bertemu dengannya. Tapi pada saat itu Eisha tidak tau, Edis adalah anak di luar nikah ayahnya.
Eisha pun mengajari Edis tentang pelajaran dan bagaimana dia harus bersikap, saat itu Edis berusia 10 tahun dan Eisha 13 tahun. Hampir setahun Eisha mengajari Edis tapi Tiba-tiba Eisha harus pergi ke Indonesia,dia hanya memberikan beberapa buku pada Edis tapi lewat pembantunya.
...----------------...
Edis "Hai" Bingung
Yuna "Hai" Senyum.
Yuna dan kedua temannya memandangi Edis.
Kamar Eka.
"Btw, Sha. Kenapa kamu kemari bersamanya?" Tanya Eka.
"Siapa?" Jawab Eisha bingung.
"Ahhhh" Teriak Eisha ingat tentang Edis.
"Kagettt" Jawab Eka keras.
Eisha keluar mencari Edis.
Lantai 6.
"Apa pemandangannya bagus?" Tanya Yuna(B.inggris) sambil berjalan ke arah Edis.
"Yun" Panggil Arya khawatir.
"Yuna lu mau kemana?" Lanjut Kadi khawatir.
Mereka berdua mengikuti Yuna, Edis hanya menatap mereka bertiga.
"Hufttttttt" Yuna menikmati udara malam.
Yuna menatap Edis.
"Spertinya dugaanku benar" Kata Yuna.
"Wajahnya mirip dengan paman Abizar" Lanjut Yuna sambil tersenyum.
Edis binggung.
Kedua teman Yuna menatap Edis.
"Apa yang mereka katakan?" Pikir Edis.
"Iyaa, sebagian wajahnya sama" Lanjut Kadi.
"Tapi kenapa yang satunya ngk mirip ya, tapi malah mirip seseorang?" Tanya Arya binggung.
Yuna tersenyum.
"Karena wajah pria itu mirip dengan Eka" Jawab Yuna.
Kedua temannya kaget, lalu memandangi Yuna.
"Coba kalian satukan wajah Eka dan pria itu" Lanjut Yuna.
Kadi dan Arya dengan cepat mengambil ponsel mereka lalu membandingkan wajah Eka dan Asker.
"Oh God"Arya dan Kadi Kaget.
"What are you doing guys?" Kata Eisha dari belakang.
Mereka melihat ke arah Eisha dan Eka, Yuna tersenyum. Eisha mendekati mereka.
__ADS_1
"Are you ok?" Tanya Eisha pada Edis.
"Kak, kita hanya nyapa kok" Jawab Yuna.
Eisha menatap Yuna.
"Cih pilih kasih" Kata Yuna sambil memalingkan wajahnya.
Eisha mengerutkan alisnya sedangkan ketiga temannya tertawa, Edis hanya diam karena dia tidak paham.
"Ahk.. Ahk.. Kak" Jerit Yuna karena di jewer Eisha.
Edis terkejut.
"Kamu, kapan tobatnya Yuna. Hobi banget bikin orang kesal" Kata Eisha tambah kuat mencubit telinga Yuna.
"Ampun kakkk" Jawab Yuna dengan ekspresi sedih.
Ketiga temannya tertawa, Edis juga tertawa kecil.
"Ayo Edis, kita pulang" Kata Eisha(B.Arab) sambil melepaskan telinga Yuna.
"Loh kok pulang sih kak?" Tanya Kadi.
"Lah terus" Jawab Eisha.
"Nginap aja di sini" Jawab Arya.
"Kalo dia, tidur aja di.... " Lanjut Yuna.
Tiba-tiba..
"Ahk" Jerit Yuna karena kakinya di injak Eka.
"Ayo turun, dan ini sudah malam sudah waktunya kalian pulang" Kata Eka(B.Arab)
Edis menatap Eka, Eka memalingkan wajahnya.
Eka duluan pergi, di susul oleh kedua temannya dan Edis. Yuna dan Eisha di belakang mereka.
"Dia mirip dengan kakak" Kata Yuna.
"Ah, sepertinya kakak tau" Lanjut Yuna sambil tersenyum.
Eisha masih terdiam.
Dalam lift, Eka dan teman-temannya asik berbincang, sesekali teman² Eka mengajak Eisha berbincang sedangkan Edis hanya diam saja karena tidak paham dengan Bahasa Indonesia, dia hanya menunduk sambil memainkan kakinya.
Yuna tersenyum lalu...
"Booo" Kata Yuna sambil menundukkan kepalanya lalu menatap Edis.
Edis terkejut, Yuna tertawa kecil.
"Yunaaa" Panggil Eisha penuh tekanan.
Edis langsung berbalik melihat Eisha, teman² Eka tertawa.
"He blushing" Kata Kadi.
Mereka tertawa, Eisha menahan utuk tertawa.
"Hufttt" Edis menenangkan dirinya.
Mereka sampai di lantai 1,keluarga mereka pamit pulang.
...****************...
Ruang keluarga.
Tiba-tiba Eka berdiri, semua temannya melihat kearahnya.
"Hufttt" Eka menatap teman²nya.
"Hahhh" Eka menunduk.
"Lu kenapa sih?" Tanya Yuna.
__ADS_1
"Eka mau minta bantuan" Jawab Eka manja sambil melihat teman²nya.
Teman² perempuan Eka menatap Eka dengan dingin, sedangkan teman laki-lakinya menahan tawa.
"Hufttt, maaf" Lanjut Eka sambil menunduk.
"Gw minta bantuan kekuatan dari keluarga kalian, untuk Eisha" Lanjut Eka.
Mereka semua melihat Eka.
"Eisha akan melawan Asker anak angkat bokap gw, jadi dia butuh kekuatan dari pihak luar" Lanjut Eka.
Mereka mengangguk, mengerti.
"Emang anak angkat itu udah ada kekuatan?" Tanya Ayu.
Eka melihat teman²nya.
"Sudah, termasuk bokap gw juga menjadi kekuatannya" Jawab Eka sambil tersenyum pahit.
Ayu terkejut.
"Jangan bilang, bapak lu mau dia jadi penerus" Lanjut Jamia.
"Hufttt,begitula" Jawab Eka kembali duduk.
"Siapa yang tua dari kalian?" Tanya Gita.
"Eisha" Jawab Eka.
TL Eka menatap Eka, tiba² Kadi berdiri lalu berlutut di depan Eka sambil tersenyum kecil, teman² kelas Kadi terkejut.
"Kami pasti akan bantu" Kata Kadi sambil menatap Eka.
Mereka mengangguk.
"Huaaaaa" Tangis Eka yang begitu keras sampai teman² terkejut.
Kadi memeluk Eka.
"Udahh" Kata Jamia menenangkan Eka.
Mereka tertawa kecil.
Seminggu kemudian, Eisha mendapat dukungan dari keluarga teman²nya, sampai kepercayaan dari keluarga Elean, Valuenz,Bararo, dan Karel langsung ke perusahaan Ayah Eka dan mendukung langsung Eisha menjadi direktur utama perusahaan Ayah mereka.
Yuna dan teman² nya bersiap untuk ke rumah Ayu.
Tempat parkir.
Ayu dan ketiga temannya gugup.
"Hahahahahha" Tawa Yuna memecahkan keheningan.
"Muka lu pada kenapa?" Tanya Yuna sambil tertawa.
"Jan**k" Kata Ayu kesal.
"Yakkk" Teriak Yuna.
Mereka semua tertawa.
Mereka pergi ke tempat Ayu, saat mereka sampai orang tua Ayu sedang naik mobil.
"Loh bapak mau kemana?" Tanya Yuna yang turun pertama dari mobil.
"Ayah, Ibu mau kemana?" Tanya Ayu khawatir.
"Ikuti mobil bapak" Jawab Ayah Ayu.
"Ha?" Jawab Yuna dan Ayu binggung.
Keluarga Ayu masuk kedalam mobil, Yuna dan Ayu masuk kembali ke dalam mobil.
"Kenapa Yu?" Tanya Aris.
"Ngk tau,Ayah bilang ikuti mobilnya" Jawab Ayu binggung.
__ADS_1
Mereka mengikuti mobil Ayah Ayu.