
Jamia mengetuk pintu kamar Yuna, karna tidak ada reaksi dari dalam Jamia pun masuk.
"Yun?"
mmembuka kamar mandi dengan pelan
"Yuna?"
Melihat sekitar
"Dia di mana sih?"
Jamia pun keluar dari kamar Yuna.
"JK?" panggil Kadi
"Oh ,hai"
"Yuna?"
"Entahlah, dia ngk ada di kamarnya"
"Huftt" Kadi melihat sekitar
Jamia melihat Kadi lalu tertawa kecil
"Gugup?"
Kadi melihat Jamia, lalu mengangguk
"Sangat, hufttt"
Jamia mendekati Kadi
"Kemarin gw juga gitu"
"Oh iya..." Kadi menatap Jamia
"Hm? " Binggung
"Nanti saja"
"Apa itu?" Penasaran
"Nanti, kalo semua sudah kelar. kita akan menceritakan satu persatu"
"Cerita apa?"
Kadi menatap Jamia dengan datar
"Haaa,, gw pergi" Kadi berbalik pergi
Jamia melihat Kadi dengan binggung.
Kadi berpapasan dengan Bayu
"Yo"
"Yo"
Sapa Kadi dan Bayu satu sama lain.
"Hai" Sapa Bayu pada Jamia dengan senyum cerah.
"Hai" Jamia tersipu malu.
"Haaa...Tolong saya mau pulang" Cerutu Arya yang ada di belakang Jamia.
Jamia dan Bayu terkejut, mereka berdua melihat Arya.
"Sejak kapan Lu disitu?" Tanya Jamia kaget
"Haaa, tersesat"
Bayu tertawa
"Tadi gw juga tersesat, syukur penciuman gw tajam, gw ngikutin bau parfum Al"
arya tertawa
"Lu anjing"
Plak.. Jamia memukul Arya
"Ahk" Jerit Arya
"Siapa yang lu bilang anjing?" Tatap tajam
Arya melihat Jamia.
"Pacar lu" berlari pergi sambil mendorong Bayu.
"Yakk, Kamandanu" kesal
__ADS_1
Bayu tertawa kecil melihat Jamia, lalu memeluk Jamia.
Arya brbalik.
"Woe jangan lama-lama, kalo Yuna liat habis kalian"
Bayu berbalik melihat Arya dengan kesal.
Arya mengejek Bayu, mereka bertiga pun tertawa.
Yuna duduk di depan Eisha, Edis berdiri dan mundur menjauh dari Yuna.
"Aku tidak akan memakanmu" Tatap
"Maaf"
"Jika kamu merasa tidak nyama, silahkan keluar" kesal
Eisha melihat Yuna.
"Haaa, Edis bersikap baiklah"
"Iya kak, maaf kak Yuna"
"Ya ya, keluarlah"
"Siapa kamu menyuruh adikku keluar?"
Asker menatap Yuna dari belakang, Eisha dan Yuna terkejut lalu mereka berdua melihat Asker yang tampak tidak suka pada Yuna
"Oh" Yuna berdiri karna terkejut melihat Asker
PS: (YUNA BERBICARA MEMAKAI BAHASA INGGRIS DENGAN EDIS)
"Eka versi laki-laki"
"Ha?" Asker binggung karna yuna berbicara memakai bahasa indonesia.
Eisha tertwa
"Kamu benar , dia Eka versi laki-laki "
Eisha dan Yuna tertawa.
"Kakak" panggil Eka dari balik pintu
"Ya" jawab Eisha
Eka pun masuk, Yuna yang berada di antara para saudara yang baru saja bertemu merasa canggung.
"Yuna" panggil Eisha
"Ya?" kaget langsung berbalik
"Mau kemana?"
"Ah,itu..."
Yuna melihat Eka yang sedang menatapnya, sedangkan kedua saudara beda ibu melihat Eka.
"Ayo duduk"
"Ah,itu..nanti aja Kak"
"Emangnya lu mau kemana?" tanya Eka
"gw...mau" melihat ke arah lain
Yuna berbalik.
"Apa sih, aku hampir nyium kamu loh" Yuna terkejut saat dia berbalik wajah Eka sangat dekat dengan wajahnya.
Eka menatap Yuna dengan dingin.
"Wahh, ini ekspresi yang sudah lama tidak aku lihat" Pikir Yuna.
"Jangan keluarkan ekspresi ini saat bertemu dengan ayahmu,ok"
Eka terkejut, Eka mengalihkan pandanganya mengatur ekspresinya.
PS: (EKA DAN YUNA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA)
"Kalian semua duduk" Pinta Eisha sambil berjalan menghampiri adik-adiknya.
Mereka semua pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Esiha berdiri di hadapan mereka.
"Edis, bukanya kamu masih sekolah?" Tanya Yuna
"Ah iya" Edis mengangguk
Asker melihat Yuna tidak suka, Yuna tertawa kecil melihat ekspresi asker yang terlihat seperti Eka kalo lagi kesal.
__ADS_1
"Ok baiklah, dari Edis yang pertama masuk" mereka semua melihat Edis
"Ada apa kamu menemui Kakak?"
"Itu, besok ada acara sekolah. Bisakah kakak pergi?"
Mereka semua menatap Eisha.
"Tidak"
Edis terkejut, Eisha melihat Eka dan Yuna.
"Besok aku sangat sibuk ,tapi tidak dengan mereka?"
"Ha?" Eka dan Yuna bingung.
Eisha tersenyum, Eka yang mengerti maksud kakaknya itu pun berdiri.
"Aku pergi"
"Eka" panggil Eisha.
"Kami akan datang satu tahun kemudian" membuka pintu.
Yuna dan Eisha terkejut
Yuna dengan cepat mencegah Eka dengan menutup kembali pintu.
Yuna dan Eka saling memandang.
"Ngk lucu Ka" Tatap.
"Lu pasti ngerti maksud dia kan"
"Course, tapi apa masalahnya?"
"Aku tidak mau" Tatap.
"Eka, apa masalahnya hanya pergi ke sekolah doang?"
Eka berbalik
"Itu dia yang aku tidak mau"
"Ka" panggil Yuna pelan.
"AKU TIDAK MAU" Eka membentak yuna
Eisha dan kedua saudara laki-lakinya, Yuna tersenyum kesal.
"Itu..."
Yuna menghentikan Edis berbicara dengan mengarahkan telapak tangannya.
Yuna menatap dingin Eka.
"Hentikan keras kepala lu Ka"
"Yun lu tau gw ngk suk..."
"Sampai kapan?" Tatap
Eka terdiam, Eka takut melihat Yuna yang menatapnya dengan dingin.
"Mau lu jungkir balik kayak gimana pun , mereka berdua tetap saudara lu" tatap
"Gw tetap ngk terima"
Yuna tersenyum menahan emosi, Yuna melihat tempat lain
"hufttt"
Eka melihat tempat lain, Eka juga menahan emosi
Tanpa mereka tau teman-teman mereka dan kedua orang tua Eka ada di balik pintu sedang mendengar pertengkaran mereka.
"Dan lu pikir, bokap lu mau nerima Al" tatap.
Eka terkejut, lalu menatap Yuna.
"Lu ngk nerima mereka karna mereka dari ibu yang berbeda ,status beda dan mereka...ayah lu ngk nikahin ibu mereka"
Mereka semua terkejut
"Lalu gimana ama Al? Yang sangat JAUH berbeda dengan lu? Bukan kita. Dia beda ama kita dari luar mau pun dalam dari ujung kaki Samapi rambut, dia beda semua Ka"
"sedangkan mereka masih ada hubungan darah ama elu dan...mereka udah lama tinggal di sini. Kak eisha aja bisa kok nerima mereka, kenapa lu ngk?"
Eka masih diam, sedangkan yang lain tercengang dengan perkataan Yuna kecuali Edis dan Asker, karna mereka berdua tidak paham.
"Dan kalo bisa jujur Ka, perasaan benci marah lu iyu ngk ada apa-apanya di bandingkan Kak Eisha"
"Apa?" Eka menatap Yuna.
__ADS_1
"Iya ngk ada apa-apanya Ka, karna apa? Saat mereka datang lu ada di Indonesia , sekolah di sana, lu hanya bisa dengar kabar dari sini, tapi Kak Eisha?"
Eisha menahan air mata, Yuna juga menahan air mata, Eka mengalihkan pandangannya.