
Rumah besar.
Ruang makan.
Eka "Yuna mana?"
Mereka saling memandang.
Ayu "Di kamar"
Eka "Kenapa dia di kamar? Dia sakit"
Jamia "Entahlah" Bingung.
Eka "Lah kok entah sih" Menatap Jamia.
Jamia "Takut Ka"
Eka "Takut?" Bingung.
Bayu "Mukanya galak"
Mereka semua mengangguk, Jessi dan Julio bingung.
Jessi "Tapi tadi Jessi bicara dengan kak Yuna, dia baik² saja" Melihat Bayu.
Fredik "Really" Bingung.
Eka "Lu pada bikin salah kali"
Felix "Ngk, dia kyk lesu gitu" Khawatir.
Fredik "Ngk ada semangat hidup" Tertawa kecil.
Yuna "Udah selesai ceritain gw" Berjalan ke arah kursi.
Mereka semua terkejut.
Bayu "Lu kenapa sih Yun?" Melihat Yuna.
Yuna menatap tajam Bayu, Teman-temannya tertawa kecil.
Bayu "Salah gw apa? Gw hanya nanya" Bingung.
Yuna "Bacot" Dingin.
Bayu menatap Yuna dengan kesal.
Jessi "Are you ok sist?" Khawatir melihat Yuna.
Yuna mengelus kepala Jessi "I'm fine, thank you" Senyum.
"Hahh... " Teman-teman Yuna menatapnya dengan kesal.
Yuna tertawa kecil.
Selesai makan.
Yuna "Tidur jam 10 tepat" Melihat teman² nya.
__ADS_1
"Ok" Jawab mereka semua.
...----------------...
Dalam lift.
Sampai di lantai 4,Yuna keluar. Tujuan mereka ke lantai 6 untuk menelfon keluarga dan teman-temannya yang ada di Amerika.
Fredik "Lah lu.. " Bingung melihat Yuna keluar.
Jessi "Kak mau kemana?" Bingung.
Yuna "Mau istirahat" Senyum.
Jamia "Ngk nelfon mereka?" Melihat Yuna.
Yuna "Kan ada lu pada" Melihat teman²nya.
Yuna berjalan pergi menuju kamarnya.
Yuna masuk kamar lalu melihat jam "Jam 8" Tidur.
...----------------...
Lantai 6.
Bayu "Tu anak kenapa sih?" Bingung juga kesal.
Felix "Dia lagi ngk ngerencanain sesuatu kan" Khawatir.
Ayu "Bebb" Mengirim pesan suara pada Aris.
Mereka semua menatap Ayu datar.
Pertama mereka menelfon keluarga mereka, lalu teman-teman mereka yang ada di luar negeri.
Arya "Yuna mana?" Mencari Yuna.
Fredik "(Dejavu)" Tertawa kecil.
Eka "Dia tidur duluan"
Kado "Sakit dia?"
Jamia ''Kynk ada tamu datang"
Teman perempuan mereka mengangguk.
Bayu "Emang itu sakit banget ya?" Melihat Jamia.
Jamia "Hmm" Mengangguk.
Felix "Tapi gw ngk liat dia kesakitan?" Bingung.
Ayu "Emang dia harus laporan gitu" Melihat Felix.
Felix "Ya ngk juga, tapi... " Linglung.
Mereka semua tertawa.
__ADS_1
Fredik "Btw tamu siapa sih? Emang ada yang datang ya? Kok gw ngk tau?" Bingung.
Reky "Lu polos apa pura-pura polos sih anjg" Kesal.
Fredik "Bngst, gw kgk ngarti" Kesal.
Gita "Bulan" Melihat Fredik.
Fredik "Bulan?" Tambah bingung.
Gita "Anjg lama² gw banting juga lu" Kesal.
Mereka semua terkejut dengan perkataan Gita.
Fredik "Lah lu kok marah sih" Bingung.
Gita "Lah elu sih, lolet banget otak lu" Marah.
Mereka tercengang melihat Gita marah.
Fredik "Lah gw kan kgk ngarti, jelasin gw pelan-pelan kek" Takut.
Gita "Lu mau gw jelasin juga cara make softex" Menatap tajam Fredik.
Fredik "He!?" Kaget.
Mereka semua tertawa.
Gita "Bangst otak lu" Marah.
Eka "Sabar Git" Memegang pundak Gita.
Gita "Kesal gw" Ngos-ngosan.
Fredik "Yee, gw kan... "
Gita "Tutup mulut lu jangan sampe gw robek tu mulut" Berdiri sambil menunjuk Fredik.
Mereka semua tertawa terbahak-bahak, Fredik tercengang mendengar perkataan Gita.
Julio dan Jessi yang melihat mereka.
Julio "It seems Gita's sister is angry" Melihat Gita.
Jessi "Yes, I think he's mad at Brother Fredik" Melihat Fredik.
Julio dan Jessi duduk di berjauhan dari Jamia dan teman-temannya, karena mereka sedang belajar.
Fredik ingin menjawab tapi mulutnya di tutup Bayu.
Bayu "Cukup" Menatap Fredik.
Fredik "Hmmm Mmm Mmm mmmmm(Dia mau ngerobek mulut gw)" Kesal.
Gita kembali duduk, teman-temannya menenangkan Gita.
Anif melihat Gita sambil tersenyum.
Gita "Hufttt" Menenangkan diri.
__ADS_1
Jamia "Sabar Gita"
Mereka semua tertawa kecil sedangkan Bayu masih menutup mulut Fredik karena Fredik masih ingin membantah Gita.