KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 6 Empat Sekawan.


__ADS_3


Sesampainya Anif di kelas.


Reky yang sedang bermain game di poselnya,menadari kedatangan temannya.


Reky melihat ke arah Anif "Udah balik cok" Kata Reky.


Anif menuju ke arah Reky lalu (Plak) Anif menampar leher belakang Reky.


"Anji**" Kata Reky kaget.


"Apaan si lo" Reky pun kehilangan fokus sambil menahan rasa perih karena tamparan Anif, Reky pun kalah dalam gamenya.


"Bangsat" Kata Reky sambil mematikan poselnya. Reky pun berbalik menghadap Anif.


"Kenapa lu gk bilang kalo ada Gita" Kata Anif yang suaranya bergema di dalam kelas.


"Bangsat, gua bilang cuman lu berdua udah lari duluan kynk di kejar Anji**" Kata Reky sambil memegang bekas tamparan Anif tadi


"Bangsat perih" Lanjut Reky kesal.


"Woe berisik" Kata Kadi yang dari tadi berbaring di sebelah Reky.


"Tau ni teman lu, datang-datang main geplak leher orang aja" Kata Reky sambil menatap Anif sinis.


Kadi bangun.


"Teman lu juga gblok" Kata Kadi.


"Kok lu cuman sendiri? Yang satunya mana?" Tanya Kadipada Anif.


Anif duduk di sebelah Reky.


"Sorry" Kata Anif pada Reky.


Reky melihat ke arah Anif sambil matanya berkaca-kaca Kadi yang melihat itu pun tekejut.


"Lu nangis Rek?" Tanya Kadi.


Anif melihat Reky, Reky sedang menghapus air matanya yang tidak sempat jatuh.


"ngak, perih" Cerutu Reky.


Anif yang melihat itu pun tertawa kecil, Reky yang mendengar itu pun emosi


"Anjin**, lu ketawa Bangsat lu" Kata Reky sambil melayangkan tendangannya pada Anif.


Tendangan Reky mengenai kaki Anif.


"Bangsat celana gua kotor" Kata Anif.


"Bodo amat" Jawab Reky sinis.


Anif pun kesal.


Tidak sempat Anif menjawab pertanyaan Kadi, dia malah bertengkar dengan Reky ,mereka berdua pun bertengkar saling menarik rambut.


"Lu yang duluan Anji**" Kata Reky sambil menarik rambut depan Anif.


"Gua kan udah minta maaf Bangsat" Jawab Anif sambil menarik rambut bagian samping Raky.


"Ahk, sakit" Jerit Reky.


"Lepas" Teriak Reky.


"Lu dulu yang lepas" Teriak Anif.

__ADS_1


Kadi yang melihat tingkah kedua temannya itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Aris berjalan masuk.


Aris terhenti di depan pintu karena melihat Anif dan Reky yang sedang bertengkar.


"Oh, udah datang lu" Kata Kadi yang melihat kedatangan Aris.


Anif mengangkat kedua alisnya.


"Lu berdua ngapain" Tanya Aris pada kedua temannya yang sedang bertengkar sambil berjalan menghampiri teman-temannya.


"Biasa.. Ngerebutin gue" Jawab Kadi.


Anif dan Reky pun berhenti sambil melihat ke arah Kadi.


"Cuih.. Najis" Kata Reky dan Anif kompak.


"BANGSAT" Kata Kadi pada kedua temannya itu.


Mereka pun tertawa, Aris yang baru datang pun ikut tertawa.


Tiba-tiba


"Haiiii Haiiii boysss" Kata Yuni sambil nada suara nya yang manja.


Yuni dan teman-temannya masuk ke dalam kelas.


Kadi yang mendengar itu langsung berbaring lagi lalu pura-pura tidur,sedangkan ketiga temannya langsung mengambil ponsel mereka.


Mereka membuat diri mereka sibuk.


Yuni dan kedua temannya,wanti dan Leli berjalan mendekati Aris dan teman-temannya.


"Buset dah minyak wanginya" Kata Reky pelan.


"Ya ampun Nif, kamu sakit" Kata Wanti manja.


Saat Wanti mau mendekati Aris tiba-tiba Kadi bangun dan...


"Tetap di tempat mu" Kata Kadi dingin.


Kadi pun bangun dari tidur pura-puranya.


"Ya ampun beb, kamu ada di situ rupanya" Kata Yuni manja.


Kadi menatap Yuni dengan kesal.


"Thankfully you are in Indonesia, if you were in America I would make you disappear without a trace" Kata Kadi sambil melihat Yuni dengan tatapan ingin memakannya.


Yuni merasa takut dengan tatapan Kadi, dia dan teman-temannya pun mundur.


Teman-temannya yang mendengar itu pun merinding.


"Anjirr.. Seram cok" Bisik Reky.


"Syukurlah mereka tidak mengerti" Kata Anif pelan sambil mengscroll ponselnya.


Saat Alkadrie naik kelas 3 SMP dia pindah ke Amerika, tinggal bersama Ayahnya. Kadi kembali ke Indonesia setelah dia lulus dari Sekolah di Amerika.


Kadi turun dari meja. "Bukannya bagus kalau mengerti, so they live a good life" Kata Kadi sambil berjalan melewati Yuna dan kedua temannya.


Saat Kadi lewat dia membisikkan sesuatu pada Yuni.


"Stop fucking around, it's not funny" Bisik Kadi dekat dengan telinga Yuni.


Yuni yang mendengar itu merinding, walaupun dia hanya mengerti arti kata "Funny".

__ADS_1


Kadi berjalan meninggalkan kelas.


"Woe pergi ke mana lu?" Tanya Reky sambil teriak.


"Kantin" Jawab Kadi yang terus berjalan, dia sudah melewati jendela.


"Ikut" Teriak Reky.


Reky berbalik melihat ke arah Aris dan Anif.


"Pergi aja" Kata Anif


"Lalu kalian? " Tanya Reky


"Udah tadi" Jawab Anif lagi.


Aris hanya menganggukkan kepalanya.


"Cepat sana, Kadi udah jauh tu" Kata Aris.


"Bangsat" Kata Reky sambil melihat ke arah Kadi yang sudah tidak terlihat.


"Ya udah gua ke kantin dulu" Kata Reky sambil berjalan cepat untuk mengejar Kadi.


"Hm" Jawab mereka berdua kompak.


Reky pun meninggalkan kelas,Reky melewati Yuni dan teman-temanya sambil menutupi hidungnya.


"Orang yang jual minyak wangi aja baunya gk kynk kalian" Kata Reky sambil berlari pelan.


"What" Kata Wanti teman Yuni.


Mereka melihat ke arah Reky dengan kesal.


Aris dan Anif saling memandang lalu tersenyum kecil mendengar apa yang di katakan Reky.


"Main yuk" Ajak Anif.


Aris hanya mengangguk sambil mengeluarkan ponselnya.


Yuni mendekati Aris dan Anif.


"Jangan menggangu" Kata Arif tegas


Yuni melihat Aris seperti itu.


"Aaahh, aku tambah cinta" Pikir Yuni geregetan.


"Ya udah kalian main aja, kami gk ganggu kok" Kata Yuni manja.


Anis yang mendengar itu "Jijik" Pikir Anif


Yuni dan kedua temannya pun pergi duduk di bagian belakang. Tapi mereka curi-curi pandang pada mereka berdua.


"Ajing** gua gk fokus" Kata Aris kesal sambil menekan ponselnya dengan kuat.


"Sama gua juga" Lanjut Anif.


"Tapi mau gimana lagi, aku takut ketemu dia(Ayu)" Lanjut Anif lagi yang fokus pada gamenya.


"Hifttttt" Aris dan Anif menunduk.


Wanti.



Leli

__ADS_1



__ADS_2