
Ibu Eka yang mendengar dari balik pintu juga menahan air.
"Yuna terbaik" Pikir Bayu dan Arya
Ayah Eka dan ibu kedua Eka hanya diam.
"Kak Eisha"
"Kak Eisha menahan semaunya Ka. Marah, benci belum lagi dia yang bertatapan langsung dengan mereka , tapi dia berusaha menerima semuanya. Dia mengurus keperluan lu, berdebat dengan bokap lu, belum lagi.."
"Yun sudah" Pinta Eisha
"Ngk Kak, kalo bukan Yuna yang menasehati anak ini siapa lagi? Bibi(Ibu Eka)? Dia ngk akan dengar, atau Paman? Lari lagi dia ke Indonesia"
"Yun, sebenarnya lu di pihak siapa sih hah?" Eka menatap Yuna
"Gw keluar masuk rumah sakit, Gw begadang mikirin bagaiman menghadapi orang tua kalian yang kerasnya minta ampun, nyusun kata yang baik dan sopan agar tidak menyinggung agar mereka tidak marah, menahan hinaan dari tatapan mereka , belum lagi Gw menahan amarah , kesal Gw kalo ada perkataan yang menyinggung tentang persahabatan kita, dan lu masih nanya Gw di pihak siapa? Bangsat lu" kesal.
Mereka semua tertawa kecil, kecuali Asker dan Edis,Abizar mengerti bahasa indonesia.
"Maaf" Eka menahan tawa
"Asw kau" Kesal.
Tiba-tiba pintu terbuka
"Huaaakk" Teriak yuna kaget karena pintu tepat di belakang Yuna.
Yuna dan lainya yang ada di dalam terkejut melihat kedua orang tua mereka belum lagi ada kadi dan lainya.
".. Assalamu'alaikum Paman, dan kedua Bibi" Yuna mendur kebelakang dengan canggung.
"Walaikumsalam" Jawab orang tua Eka.
"Wah, ini pertama kalinya kau bertemu paman dan bibi ke dua. Bibi pertama terakhir ketemu kapan ya?" Pikir Yuna.
"Yuna sudah besar ya" Sapa Sarah ibu Ekka
"Ah iya, halo bibi" Mencium tangan
Kadi melihat Eka yang berdiri kaku melihat orang tuanya, Yuna memberi salam pada Nadia ibu kedua Eka, dan juga Abizar.
Selesai memberi salam yuna mendekati eka.
"Beri salam sana" Bisik yuna.
Eka perlahan-lahan mendekati orang tuannya yang baru dia temui selama 6 tahun.
"Bagaimana kabarmu nak?" Tanya Sarah sambil melihat Eka yang sedang memberi salam dengan mencium tangannya.
"Seperti yang anda lihat, saya masih hidup"
__ADS_1
Abizar menatap Eka
"Haaa, anak ini" Pikir Yuna kesal dengan jawaban Eka.
Eka memberi salam pada ibu keduanya sedangkan dengan ayahnya dengan cepat dan langsung melepaskan tangan lalu mejauh dari ayahnya.
"Kak" yuna melihat Eisha.
"Baikalah, karna sudah berkumpul.."
"Badan kalian bau" Potong Abizar
"He?" Mereka semua terkejut
Yuna dan teman-temannya mencium badan mereka.
"Paman, Yuna baru habis mandi"
Eka menatap Abizar dengan ekspresi tidak suka.
"Eisha" Panggil Abizar
"Ya?"
"Luangkan waktumu besok untuk pergi ke sekolah adikmu" (B.Arab)
"Kenapa bukan anda saja yang pergi? Anda kan ayahnya" Eka menatap Abizar.
"Anak yang penakut ini, sudah bisa menatapku" Pikir Abizar
"Dia kakak nya"
"dia kakakku bukan kakak mereka"
Edis dan Asker terkejut.
"Ekaaa" Panggil Yuna pelan
Eisha tertawa kecil.
Abizar maju mendekati Eka , Eka terkejut.
Yuna menahan kaki Eka agar tidak mundur dan berani menghadapi ayahnya.
Abizar menatap Eka, semua orang tegang. Kadi ingin maju tapi di tahan Arya.
"Sudah berani ternyata, kapan aku terakhir memukul mu karna menatapku seperti itu"(B.Inggris)
Yuna dan lainya terkejut, Yuna langsung menarik Eka ke belakangnya. Yuna menggantikan Eka berhadapan dengan Abizar, teman-teman Eka juga maju.
Abizar melihat Yuna.
__ADS_1
"Bukannya kamu bilang kamu akan menahan amarah mu?" (B.Inggris)
"Tentu, tapi tidak dengan seseorang menyentuh sahabat saya" Tatap.
"Jadi dia belajar tatapan itu dari anak ini" Pikir Abizar "Dia mengingatkan ku pada seseorang"
"Tapi dia anakku"
"Lalu?" Datar
"Kau tau di mana kamu sekarang?" Tatap.
"Rumah Kak Eisha"
"Ini rumah ku"
"Bukan, ini rumah Kak Eisha"
"Ini wilayahku"
"Haha, jangan lupa paman saya bukan dari negara ini" Tatap
"Tidak ada yang tau jika aku melakuakan apa-apa pada kalian di sini" Tatap.
Eka dan teman-temannya menatap Abizar.
Yuna mengangguk, lalu tersenyum.
Yuna melepaskan tangan Eka lalu menatap Abizar.
"Lakukan. Saya ingin lihat apa yang bisa paman lakukan pada kami, dan apa yang akan terjadi pada paman setelahnya" Dingin
Eisha tersenyum puas sedangkan Abizar dan kedua istrinya tercengang begitu juga Eidis dan asker, Eisha memberika earphone penerjemah pada mereka.
"Mungkin sebelum paman bertindak" Yuna maju salu langkah di depan abizar
Mereka semua terkejut.
"Orang-orang kami sudah melakukan sesuatu di luar dugaan paman" Senyum
Abizar terkejut,lalu tertawa. Yuna mundur kebelakang sambil mengatur nafasnya karna gugup juga kesal.
abizar bertepuk tangan
"Memang gila bokap lu" Bisik Yuna pada Eka, Eisha mendengar itu.
Eisha dan Eka tertawa.
"Tapi dia ngk tau,yang dia hadapin lebih gila dari dia" Eisha melihat Yuna.
Yuna tertawa kecil.
__ADS_1