
Yuna turun ke bawah, Kadi mengikutinya di belakang.
"Mau ngapain sih lu?" Tanya Kadi.
Yuna tidak menjawab.
Yuna mencari Ibu dan kakaknya.
"Mama, kakakk" Panggil Yuna.
"Ada apa Yun?" Jawab Ayah Yuna.
"Papa?" Kata Yuna kaget.
Yuna berlari ke pelukan ayahnya, Yuna memeluk ayahnya dengan erat.
"Ahk" Jerit Ayah Yuna.
Yuna melepaskan pelukannya sambil tertawa kecil.
"Yuna rindu" Kata Yuna manja.
"Papa juga rindu sama kamu" Jawab Ayah Yuna sambil mengecup kening Yuna.
Ayah Yuna jarang pulang karena pekerjaannya.
"Yuna pikir Papa ngk pulang, cuman kakak doang" Kata Yuna.
Ayahnya hanya tersenyum sambil mengelus pelan kepala anak gadisnya itu.
Kadi tersenyum.
...****************...
Rumah Ayu.
Ayu kembali lagi ke kamarnya, langsung melihat ponselnya.
"Ni anak udah mati kali ya" Kata Ayu.
"Yuna bangsat" Pikir Ayu kesal.
...****************...
Rumah Yuna.
"Ingat umur dah tua" Kata Yudha sambil menaruh kopi ayahnya.
"Masbuloh" Jawab Yuna.
"Yunaaa" Tegur Ibu Yuna.
Yuna cemberut.
"Maaf" Kata Yuna.
Yudha dan Kadi tertawa.
"Bagaimana kabar mu Al?" Tanya Ayah Yuna.
"Baik Om" Jawab Kadi.
"Mari duduk" Kata Ayah Yuna.
"Iya om" Jawab Kadi.
Kadi berjalan ke arah kursi makan, tiba²...
"Yuna mau pamit" Kata Yuna.
Mereka semua terkejut.
"Mau kemana lagi kamu?" Tanya Ibu dan Kakak Yuna.
"Ma, teman-teman Yuna perlu bantuan" Jawab Yuna.
"Terus kamu mau jadi pahlawan gitu" Kata Yudha.
"Cih" Jawab Yuna.
"Sekalian tambah pengalaman Ma, Pa" Lanjut Yuna.
"Tambah pengalaman?" Kata Kadi.
Yuna melihat Kadi.
"Lulus nanti, gw mau jadi detektif, penyelidik lalu menangkap mafia jalanan kynk kalian" Jawab Yuna.
"Heyy, kita itu ma.... " Balas Kadi terhenti karena keluarga Yuna melihatnya.
"Mafia baik" Lanjut Kadi pelan.
Yuna dan keluarganya tertawa.
Yuna melihat orang tuanya.
"Ya Ma, Pa?" Kata Yuna.
Ayah dan Ibu Yuna memalingkan wajah.
"Mama, Papa" Cerutu Yuna.
"Al juga bareng Yuna kok" Lanjut Yuna.
Kadi kaget, Kadi melihat Yuna, Yuna melihat Kadi sambil tersenyum.
"Dah gila dia" Pikir Kadi.
Ayah, Ibu dan Yudha melihat Kadi.
"Anjirr, beban" Pikir Kadi.
Kadi tersenyum gugup sambil melihat keluarga Yuna, Yuna berlari kecil ke sebalah Kadi lalu tersenyum.
"Dan Yuna banyak teman, sekitar.. " Kata Yuna sambil berfikir.
"Lebih dari 20 orang mungkin" Lanjut Yuna.
Kadi dan Keluarga Yuna terkejut.
__ADS_1
"Sebanyak itu?" Kata Yudha kaget.
"Iya dong, teman Yuna kan banyak" Jawab Yuna sambil tersenyum.
"Dan orang bermasalah semua" Pikir Yuna.
"Huftttt, gimana Pa?" Tanya Ibu Yuna.
"Biarkan lah Ma, nambah pengalaman" Jawab Ayah sambil melihat anak gadisnya yang bersemangat itu.
Yuna tersenyum bahagia, lalu berlari ke arah orang tuanya.
Yuna memeluk Ibu dan Ayahnya.
"Aku sangat mencintai kalian berdua" Kata Yuna, Yuna mencium kedua pipi orang tuanya.
"Belum di izinin" Kata Yudha.
Yuna menatap Yudha kesal.
"Ya Ma, Pa" Kata Yuna manja.
"Jijik" Pikir Kadi.
"Yaudah, kamu hati²" Kata Ibu Yuna.
"Tentu saja" Jawab Yuna.
Kadi tersenyum pasrah.
"Al, jaga Yuna ya" Kata Ibu Yuna.
"Siap mom" Jawab Kadi sambil tersenyum.
Yuna berlari ke atas mengambil barang²nya.
...****************...
Kamar Jamia.
Jamia sedang mencari tau tentang Bayu.
"Kecelakaan keluarga Elean!!" Kata Jamia sambil memegang sebuah berkas.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Jamia pada orangnya.
"Itu.. " Jawab orang Jamia terhenti.
Tiba-tiba seseorang masuk.
"Nona saya mendapatkannya" Kata Roy, tangan kanan Jamia.
Jamia meletakkan berkas Bayu, lalu mengambil berkas yang di bawa Roy sekaligus dengan sebuah rekaman video.
"Ini" Kata Jamia kaget.
Jamia berdiri, sambil melihat video.
...****************...
Rumah Yuna
"Lu mau kemana?" Tanya Yudha kaget.
Kedua orang tuanya pun kaget, Yuna tersenyum.
"Yuna mau menyelesaikan masalah, jadi Yuna mau tinggal di gudang tua, di sana juga dekat sekolah" Jawab Yuna.
"Gudang tua? Di mana itu?" Pikir Kadi bingung.
Kakak dan orang tua Yuna melihat Kadi.
"Yuna, anjirr kau" Pikir Kadi.
Kadi mengangguk sambil tersenyum.
"Itu... " Jawab Kadi bingung.
"Markas Yuna, Yuna kan pernah cerita sama Mama, Papa" Jawab Yuna.
Ayah dan Ibunya saling memandang, lalu tersenyum pasrah.
"Ya ampun anak kita" Batin kedua orang tua Yuna.
"Yud, antar adikmu" Kata Ayah Yuna.
Yuna tersenyum.
"Tapi Pa!!" Jawab Yudha.
"Cepat antar Yuna, banyak yang harus Yuna urus" Kata Yuna.
"Dah Ma, Pa I love you" Kata Yuna.
Yuna berjalan keluar.
"Lu ngapin sih cok" Bisik Kadi.
"Lu diam aja cok" Jawab Yuna.
Yudha menaruh barang² Yuna di dalam bagasi, mereka pun naik ke dalam mobil, Kadi naik mobilnya.
🎼Pretty Savage🎼(Telfon masuk)
"Yo" Jawab Yuna.
"Lu di mana?" Tanya Jamia.
"Gw di... " Jawab Yuna berfikir.
"Cepat Yun, di mana, di rumah? gw kesana sekarang" Balas Jamia.
"Gw ngk di rumah" Jawab Yuna.
"Terus di mana?" Tanya Jamia.
"Lu kenapa sih, kynk panik gitu?" Tanya Yuna.
"Where... Are.. You.. Now" Jawab Jamia penuh tekanan.
__ADS_1
"Buset dah, otw Gudang tua gw" Balas Yuna.
"Guda... Ok gw kesana" Jawab Jamia.
"Heyy.. Wai... " Kata Yuna terhenti karena Jamia mematikan telfonnya.
Yuna melihat ponselnya.
"Di matiin" Kata Yuna.
"Siapa Yun?" Tanya Yudha.
"Teman Yuna" Jawab Yuna.
Yuna menelfon Ayu.
"Bangsat lu dari mana aja" Jawab Ayu kesal.
"Santai cok" Balas Yuna.
"Santai asw, gw mau gila gara² nunggu kabar dari lu asw"Jawab Ayu tambah kesal.
"Iya, iya sorry, gw sekarang otw ke markas" Balas Yuna.
"Ngapain lu di sana?" Tanya Ayu.
"Nanti gw cerita, JK juga otw ke sana" Jawab Yuna.
"Apaa!!, anjirr lah" Balas Ayu kesal.
"Ok gw kesana" Lanjut Ayu.
"A.... " Kata Yuna terhenti karena Ayu sudah mematikan telfonnya
"Teman laknat, bangsat emang" Pikir Yuna.
Yuna pun sampai di gudang tua.
Yuna turun dari mobil, lalu menuju ke pintu gudang.
Yudha dan Kadi melihat gudang.
"Ini, sejak kapan?" Pikir Kadi yang kaget melihat sebuah bangunan terlihat buruk.
Pintu gudang terbuka.
"Kak, ayo masuk" Ajak Yuna.
"Iya" Jawab Yudha.
Yudha dan Kadi mengeluarkan barang Yuna, setelah itu mereka berjalan ke arah gudang.
"Woww" Kata Yudha takjub setelah masuk ke dalam gudang.
"Bagus kan" Kata Yuna sambil tersenyum bangga.
Yudha mengangguk.
"Oh iya, aku harus menghubungi Eka" Pikir Yuna.
Yuna mengambil ponselnya.
Yun mengirim lokasinya pada Eka , Yuna juga mengirim foto Kadi dan Yudha.
"Datang" Pesan Yuna.
Yuna melihat Kadi dan Yudha.
"Kalian duduk dulu" Kata Yuna.
Yuna pergi ke atas sambil membawa tas belakangnya.
Yudha dan Kadi kesana kemari melihat semua ruangan dalam gudang.
Yuna turun ke bawah menuju lemari.
"Ini... " Kata Kadi.
"Jangan banyak tanya, liat aja, gw ngk mau jawab" Potong Yuna.
Kadi melihat Yuna dengan kesal.
"Berapa orang tinggal di sini Yun?" Tanya Yudha.
"Ngk ada,seharusnya besok kita kumpul cuman masih ada masalah" Jawab Yuna.
Yudha mengangguk.
"Al, ada berapa orang kalian?" Tanya Yudha.
"Ya?" Jawab Kadi kaget.
Kadi bingung.
"4 orang" Jawab Yuna.
Tiba-tiba pintu gudang terbuka.
"Yunaaaa" Teriak Jamia yang baru sampai.
Yudha, Kadi dan Yuna melihat Jamia.
Jamia membeku melihat ada orang selain Yuna di dalam.
"Oh, welcome" Sambut Yuna.
"Yunaaaa" Teriak Ayu dari belakang Jamia.
"Oh, kau sudah datang" Lanjut Ayu sambil melihat Jamia.
"Napa lu?" Tanya Ayu yang melihat Jamia hanya diam.
Ayu melihat ke depan, Ayu ikut membeku.
"Welcome" Sambut Yuna sambil tersenyum pada kedua temannya.
"Siapa mereka?" Pikir Yudha.
Kadi tertawa kecil.
__ADS_1
"Yuna bangsat" Pikir Jamia dan Ayu.