
Mereka bertiga terkejut dengan suara Jack, Yuna berbalik.
"Maaf.. Maaf.. Mereka akan segera masuk"
"Hufttt, pergilah"
Jamia dan Bayu bersiap masuk ke dalam.
Jack menatap Yuna "Kau juga ikut" (B.Inggris)
"Untuk apa?"
"Kau yang harus bicara"
"Apa?" Yuna bingung.
Seseorang mendekat.
"Hai Jack" Sapa seorang pria.
"Kau datang di waktu yang tepat Brian" Jack menatap pria itu.
Yuna dan kedua temannya melihat pria itu.
"Wow, ganteng banget. Siapa dia?" Batin Yuna.
"Lama tidak bertemu bocah" Brian melihat Bayu.
Acuh "Tinggi ku hampir setara dengan mu dan juga kekuatanku"
Yuna melihat Jamia "Who?" Bisik.
Jamia menatap Yuna "Ay... "
"Oho, jadi ini Putri mu yang akan menjadi menantuku" Brian melihat Jamia.
"Menantu?" Yuna tekejut.
Brian melihat Yuna lalu tersenyum, Yuna kaget.
Yuna mundur ke belakang.
"Dia emang ganteng tapi senyumnya agak menyeramkan (terlalu mempesona)" Pikir Yuna.
Bayu maju kedepan.
"Kau menakutinya" Bayu menatap Brian.
"Bukannya dia dari keluarga hebat itu?" Brian melihat Yuna.
Yuna berlari ke arah Jack, lalu bersembunyi di belakang Jack.
"Hahaha, pria menyeramkan itu ayah dari temanmu"
"He?" Yuna melihat Bayu.
Bayu mengangguk "Perkenalkan dia ayahku" Malas.
"Hai Yuna, aku ayah dari Bayu. Brian Alexander Elean" Menunduk menyamakan tingginya dengan Yuna
"Ah, Hai om. Senang bertemu dengan Anda. Saya Yuna Rahadian Dungga"
Berjabat tangan, Yuna melepaskan tangannya tapi di tahan Brian.
"Daddy" Takut.
Plak... Jack memukul tangan Brian.
"Ahk"
"Ayo masuk"
[PS: Mereka memakai B.Inggris]
__ADS_1
Jack membawa Yuna dan Jamia, sedangkan Bayu dan Brian mengikuti dari belakang.
Mereka saling berjabat tangan dan saling menyapa.
Setelah itu mereka pun duduk dan berbincang-bincang memakai bahasa Jerman dan Belanda.
"Siapa pun tolong, aku mau pulang" Pikir Yuna yang duduk di sebelah Marina dengan gugup.
...****************...
Di rumah Jack.
Ayu dan lainnya juga gelisah dan gugup, menunggu kabar dari Yuna.
"Yuna kok belum nelfon ya?" Ayu melihat ponselnya.
"Ngk mungkin kan Yuna ikut masuk" Aris melihat Kadi.
"Bisa jadi, kalo dia di ajak" Gita melihat Aris.
"Pasti Yuna akan menolak" Fredik melihat Gita.
"Kalo yang mengajak Daddy" Eka melihat Fredik.
"Yuna tetap akan menolak" Felix melihat Eka.
"Gimana kalo bukan Daddy, intinya bukan yang di kenal Yuna" Arya melihat Felix.
Mereka semua melihat Arya.
"Contohnya?" Tanya Anif.
"Bokap Bayu" Kadi melihat teman²nya
Mereka semua terkejut.
"Bokap" Reky melihat Kadi.
"Benar, kita belum pernah ketemu dengan bokapnya Bayu" Ayu melihat ponselnya yang wallpapernya, fotonya dengan ketiga temannya itu(Jamia, Bayu dan Yuna).
...****************...
Restoran.
"Yuna" Marina memegang tangan Yuna.
"Ya!!" Yuna terkejut.
"Yuna baik-baik saja?"
"Ti-dak"
Marina tertawa kecil.
"Kau Yuna kan" Belinda menatap Yuna.
Yuna terkejut.
"Tenang Yuna" Pikir Yuna.
Yuna berdiri.
"Benar saya Yuna. Perkenalkan saya Yuna Rahadian Dungga"
Mereka semua melihat Yuna.
Belinda tersenyum "Aku Belinda Alexander Elean, bibi pertama Bayu, tapi sekarang aku sudah menikah jadi nama belakang ku berubah menjadi Miller"
Yuna menunduk "Senang bertemu dengan anda Mrs, Miller"
Yuna menatap Belinda sambil tersenyum.
"Dan ini suami ku"
__ADS_1
Pria di sebelah Belinda berdiri.
"Senang bertemu dengan mu Yuna, saya Dallan Miller suami Belinda" Menunduk.
"Senang Juga bertemu dengan Anda Mr, Miller" Menunduk.
Bayu dan Jamia tersenyum bangga, mereka berdua berpegangan tangan sambil menatap Yuna.
Seorang wanita di sebelah Belinda berdiri
"Aku Grace Alexander Elean, bibi kedua Bayu"
Dallan kembali duduk.
"Senang bertemu dengan Anda Mrs, Elean" Menuduk.
Seorang pria di sebelah Grace berdiri.
"Aku Fuller Alexander Elean"
"Senang bertemu dengan Anda Mr, Elean"
"Aku belum menikah"
"Saya tidak bertanya"
Fuller terkejut sedangkan yang lainnya tertawa.
"Maafkan saya" Menunduk.
"Yuna terbaik" Bisik Bayu pada Jamia.
Jamia mengangguk.
"Hahahahaha, lalu bagaimana dengan ku. Apa kau mengenal ku?" Tanya Jason sambil menatap Yuna.
Yuna melihat Jason, lalu melihat Jack.
"Senang bertemu dengan Anda Mr,Valuenz dan Mrs, Valuenz" Menunduk.
"Hahahaha, apa kau baru saja membandingkan wajah suamiku dan putraku?"
"Benar Mrs, Valuenz"
"Hahahaha dia sangat pintar"
"Terima kasih atas pujiannya"
"Anjirr, kynk di kerjaan aja gw" Pikir Yuna.
"Lama tidak bertemu Yuna" Ujar Jennie.
Mereka semua terkejut kecuali Jack dan kedua teman Yuna.
"Senang bertemu dengan mu lagi bibi"
Yuna dan Jennie berpelukan.
"Bibi sexy" Bisik Yuna.
Jennie terkejut, melepaskan pelukan.
"Mereka yang di rumah memanggilmu dan bibi karlin seperti itu"
"Hahaha benarkah, aku akan memukul bokong mereka jika bertemu nanti"
"Kami akan menyambutmu dengan pakaian hangat"
"Hahahaha"
Yuna tertawa kecil.
[PS: Memakai B.Inggris]
__ADS_1