KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
YUNA DI CUEKIN.


__ADS_3

Abzar Menatap Yuna


"Kalian Sangat Mirip" Ujar Abizar.


Mereka Semua Bingung Tapi Tidak Dengan Yuna Dan Kedua Istri Abizar.


"Bagaimana Kabar Ibumu?" Tanya Ibu Eka.


Mereka Semua Terkejut, Tapi Tidak Dengan Anggota Keluarga Eka, Kecuali Kedua Saudara Laki-laki Eka.


"Alhamdulillah Ibu Yuna Baik, Dan Sangat Sibuk Mengurus Ayah Saya Yang Manja" Menatap Abizar.


Mereka Semua Menahan Tawa.


"Hahahaha, Jawaban Mu Sangat Menyebalkan Persis Seperti Ayahmu" Tatap


"Tentu Saja, Saya Kan Anaknya Dan Terima Kasih Atas Pujian Nya" Senyum


Mereka Semua Melihat Yuna Karna Tidak Terkejut Dengan Perkataan Ayah Eka.


"Apa Ayah Yuna Berteman Dengan Ayah Eka?" Tanya Jamia Pada Kadi Dan Arya.


"Mungkin" Mereka Berdua Juga Binggung.


Ayah Eka Dan Orang Tua Eka Saat Berteman Lama. Ayah Yuna Adalah Rival Ayah Eka. Ayah Eka Suka Pada Ibu Yuna Tapi Sayang Cintanya Bertepuk Sebelah Tangan.


Abizar Berbalik


"Eka Besok Kamu Pergi Ke Sekolah Adikmu"


Yuna Menatap Tajam Eka, Eka Melihat Tatapan Yuna


"Baik" Berat Hati


"2 Hari Lagi Mari Kita Bicara" Abizar Melihat Kadi


"Saya Ikut" Yuna Mendekat Selangkah.


Abizar Melihat Yuna


"Untuk Apa?"


"Wali"


"Wali?"


Yuna Menghampiri Abizar


"Ah Begini Paman.."


"Apa Kamu Yang Akan Menikah Dengan Eka?"


"Ah Paman ,Dengarkan Yuna Dulu" Cerutu


"Hahh,Baiklah Apa?"


Semua Orang Terkejut


"Ini Siapa Yang Anaknya Sih?" Eisha Terkejut Melihat Sikap Abizar Yang Langsung Luluh Dengan Cerutu Yuna.


Yuna Melihat Eisha Begitu Juga Dengan Abizar.


Abizar Melihat Jadi


"Kita Bertemu 2 Hari Lagi" Berjalan Pergi Di Ikuti Oleh Kedua Istrinya.


"Pam..Man" Yuna Melihat Abizar Pergi


Yuna Berbalik Melihar Eisha


"Kak"


"Keluar"


"Ye?"


Eka Berjalan Pergi Keluar Dari Ruangan Eisha Meninggalkan Yuna Dan Teman-temannya , Sedangkan Eisha Berbalik Menjauh Dari Yuna.


"Ka" Panggil Kadi


Kadi Dan Jamia Mengejar Eka, Abizar Dan Istrinya Melihat Kadi Yang Sedang Mengejar Eka Yang Terlihar Kesal.


"Mereka Salah Paham Pada Yuna" Ibu Kedua Eka Melihat Abizar


"Kapan Kamu Mau Akan Mejelasakan Pada Mereka? Eisha Dan Eka Sudah Dewasa Dan Kedua Anak Itu(Saudara Laki-laki Eka) Juga Sudah Besar" Tanya Ibu Eka Melihat Abizar


" Sebentar Lagi" Bertbalik Pergi


"Haaah" Ibu Eka Kesal ,Dia Pun Berjalan Lebih Cepat Mendahului Abizar Dan Ibu Kedua Eka.


"Sarah" Panggil Abizar


"Kakak" Panggil Istri Kedua Abizar


Abizar Memegang Kepalanya, Mereka Pun Menyusul Ibu Eka.


Yuna Terdiam ,Edis Dan Asker Menatap Yuna.

__ADS_1


"Kak, Gini.." Yuna Menghampiri Eisha


"Kalian Semua Tolong Keluar, Aku Lelah"


Yuna Terhenti


"Kak..."


Arya Menahan Yuna


"Kita Pergi Dulu"


"Yuna Dan Yang Lain Pergi Dulu Kak, Assalamualaikum"


"Walaikumsalam"


Yuna Dan Dan Kedua Temannya Pergi, Yuna Masih Berbalik Melihat Eisha.


2 Jam Kemudian.


Balkon


"Hufttt" Yuna Melihat Langit


"Bagaimana Jika Kamu Tertembak Lagi"


Yuna Berbalik , Seorang Pria Yang Sedang Berjalan Ke Arah Yuna, Yuna Menatapnya Dengan Datar.


"Hahaha, Jangan Menatapku Seperti Itu"


"Haaa, Jika Bukan Karna Mama Suruh Sama Yuna Untuk Bersabar Dan Membantu Paman, Malas Bangaet, Yuna Sampe Di Cuekin Ama Ke 4 Anak Paman Loh"


"Hahaha Iya,Iya Maaf Dan Terima Kasih"


Yuna Melihat Abizar


"Lalu Kapan Paman Akan Mengatakan Pada Mereka?"


"Nanti, Seminggu Lagi"


"Seminggu, Haaa.. Jadi Selama Seminggu Yuna Akan Di Tatap Mencuri Hati Seorang Ayah Gitu" Meliaht Ke Arah Lain


Abizar Melihat Yuna


"Bagai Mana Kabar Eka Selama Di Sana?"


Yuna Terdiam Lalu Melihat Abizar, Lalu Melihat Langit


"Baik, Dia Sangat Baik Dan Bahagia Dan Juga.." Yuna Melihat Abizar


"Dia Tambah Bahagia Dengn Pria Itu"


"Bagaimana Jika Tidak?" Tanya Abizar.


Yuna Menatap Abizar Dengan Datar, Lalu Meilihat Langit


"Saat Pama Tidak Ada, Saat Paman Memberikan Beban Yang Berat Pada Eka, Dia Lah Yang Selalu Menemani Eka" Yuna Melihat Abizar


"Lalu Kau Di Mana?"


"Ha?"


"Yuna Saat Itu Ada Di Mana Saat Eka Sedih?"


"Yuna Ada ( Sebagai Pajangan)" Tatap


Abizar Melihat Langit


"Haaaaa,Apa Pria Itu Baik?" Tanya Abizar


Yuna Tersenyum, Lalu Melihat Kebelakang Karna Kadi Perlahan Masuk. Yuna Perlahan Berjalan Mundur, Dan Kadi Menggantikan Posisi Yuna.


Abizar Melihat Ke Arah Yuna, Di Terkejut Yang Dia Lihat Bukan Lagi Yuna Tapi Kadi.


"Assalamualaikum Paman" Sapa Kadi


"Walaikum Salam" Jawab Abizar


Abizar Lurus Menatap Kadi,Kadi Juga Berdiri Dengan Tegap Ke Arah Abizar. Yuna Melihat Jauh Di Depan Pintu Dengan Gugup.


"Hufttt" Yuna Melihat Mereka Dengan Gugup.


Eka Dan Eisah Keluar Dari Kamar Mereka Menuju Dapur Untuk Mengambil Minum,Mereka Berdua Terkejut Karna Bertemubertemu, Mereka Berdua Saling Memandang.


"Eka" Panggil Jamia


"Ya?" Eka Berbailk


"Oh, Hai Kak" Sapa Jamia


"Hai, Belum Tidur Mia?" Tanya Eisha


"Ini Mau Tidur Kak, Tapi Mia Lagi Nyari Yuna"


"Yuna?" Ujar Eka Dan Eisha Bersamaan, Mereka Berdua Saling Memandang.


"Udah Biarkan Saja, Dia Itu Kan Biasa Suka Ngilang"

__ADS_1


"Benar Dia Suka Ngilang" Ujar Bayu Baru Datang Lalu Menatap Eka.


Eka Dan Eisha Terkejut Dengan Tatapn Bayu.


"Ayo Kita Cari Yuna" Ujar Bayu Pada Jamia.


Bayu Menarik Jamia Pergi Tanpa Melihat Eka Dan Eisaha.


"Bay, Tadi Kamu..."


"Kita Pulang Aja, Kita Bawa Yuna Pulang"


"Bay.."


"Aku Kesal Beb, Hanya Karna Ayah Mereka Memberi Wajah Pada Yuna Mereka Marah Yuna Sampe Segitunya. Apa Lagi Eka Yang Sudah Berteman Lama Dengan Yuna. Aku Benci Di Sini" Jelas Bayu Kesal


Eka Dan Eisaha Memndenagr Itu.


"Bay, Mereka Abisa Dengar" Pukul Jamia Pelan.


"Biarin Aja, Itu Lebih Baik. Mereka Ngak Tau Apa Bagaimna Perjuangan Yuna.. Haaa Kesal"


Bayu Dan Jamia Menaik Tangga Ke Atas.


Eka Menunduk Mendengar Apa Yang Di Katakan Bayu, Eisha Mengahampiri Eka.


"Ayo Kita Cari Yuna, Sebenarnya Kakak Juga Mau Menemui Yuna. Kakak Mau Dengar Penjelasan Dari Dia"


Eka Mengangguk.


"Eka Juga Mau Pergi Ke Kamar Yuna Habis Ngambil Minum"


".Ya Udah Ayo" Ajak. Eisha


Eka Mengangguk.


Mereka Pun Mencari Yuna.


"Alkadrie Daniel Karel"


"Iya Paman, Itu Saya"


"Namamu Dari Agama Kami?"


"Mohammad Zaher Alkadrie" Jawab Kadi


Yuna Terkejut.


Abizar Tersenyum


"Nama Yang Bagus"


" Terima Kasih Paman" Tunduk "Huftttt" Melihat Abizar.


"Oh Itu Yuna" Ujar Jamia.


Jamia Dan Bayu Menghampiri Yuna, Eka Dan Eisha Pun Sampai. Yuna Tidak Menyadari Kedatangan Mereka Berempat,Yuna Terfokus Pada Kadi Dan Abizar.


Eisha Dan Lainya Melihat Ke Arah Yang Di Lihat Yuna, Mereka Terkejut.


"Eka, Eka Itu Sifatnya Sangat Keras Kepala" Ujar Abizar


"Saya Tau Paman"


"Dia Juga Sangat Cemburuan, Dan Dia Bisa Marah Akan Hal-hal Kecil"


Mereka Asmeua Terkejut


Kadi Mengangguk.


"Dia Akan Langsung Pergi Tanpa Mendengar Penjelasan"


Kadi Mengangguk


"Dan Itu Sekarang Sedang Terjadi" Ujar Kadi.


"Hahaha Kau Benar" Abizar Melihat Langit


Eka Dan Eisha Menangis, Jamia Medekati Ka Eisha Sedangkan Bayu Mendekati Eka, Yuna Tersenyum Kecil Melihat Interaksi Abizar Dan Kadi Yang Sangat Damai.


"Tapi Dia Sangat Kuat,Mereka Berdua Sangat Kuat. Sejujurnya Aku Tidak Menyangka Anak Pertamaku Itu Bisa Menahan Tekanan Dari Para Tetua Yang Menyebaalakn Itu, Dan Dia Mendapat Sekutu Dari Orang Kuat" Abizar Menahan Air Matanya


Kadi Ingin Menghibur Abizar Tapi Dia Binggung Mau Melakukan Apa, Biasanya Kadi Akan Langsung Memeluk Eka Atau Yuna Jika Mereka Sedang Sedih Sedangkan Arya Dia Cuek.


Yuna Melihat Eisha, Eisha Medekati Abizar Lalu Memegang Tangan Abizar


Abizar Terkejut, Dia Melihat Ke Arah Kanannya.


"Karna Aku Adalah Putrimu Jadi Kau Harus Kuat Bukan?" Eisha Menatap Abizar Dengan Mata Yang Berkaca-kaca Dan Pegangan Eisah Semakin Kuat Pada Tangan Ayahnya.


Eka Memegang Tangan Abizar Yang Satunya


"Benar Sek-kali, Kami Ad-alah Put-rimu Ja-jadi Kami Har-rus K-uat" Eka Berbicara Sama


Bil Menangis Jadi Apa Yang Di Katakannya Terputus-putus.


Abizar Membeku, Dia Bingung Harus Melakukan Apa Dan Bereaksi Seperti Apa.

__ADS_1


Yuna Dan Lainya Melihat Eka,Eisha Dan Ayah Mereka Pun Ikut Menangis. Eisaha Dan Eka Memeluk Abizar, Abizar Hanya Membeku.


Yuna Belari Ke Arah Abizar Lalu Menaruh Tangan Abizar Di Belakang Eka Dan Eisha,Abizar Pun Memeluk Putrinya Yang Selalu Di Hindarinya Dan Tidak Pernah Mendapat Perhatianya Selama 22 Tahun Lamanya.


__ADS_2