KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 27. Asrama Eka.


__ADS_3

Sampai di depan kamar Eka.


Yuna memasukkan sandi kamar Eka.


Yuna membuka pintu...


"Anjirr, dia tinggal sendiri di sini? Sultan memang beda" Kata Yuna.


Yuna meletakkan bawaannya di atas meja lalu menuju ke arah jendela.


"Wahh pemandangannya bagus bangat dari atas sini" Kata Yuna.


Yuna berbalik ke arah Kadi sambil tersenyum.


Kadi menghampiri Yuna, Kadi memegang kepala Yuna. Mereka melihat ke arah luar jendela dari kamar Eka yang ada di lantai 4


"Gimana kalo libur sekolah nanti kita jalan-jalan" Kata Kadi.


"Hmm" Jawab Yuna sambil tersenyum melihat ke arah Kadi.


"Sapa tau Eka juga libur" Lanjut Yuna.


"I don't think so" Jawab Kadi.


"Ya kan mungkin" Jawab Yuna.


Kadi hanya mengangguk sambil tersenyum.


Yuna dan Kadi berfoto-foto di kamar Eka.


Setelah berfoto, mereka mengatur makanan yang di bawah mereka, memasukkan cemilan dan makan di kulkas


Ting(pesan masuk)


"Kalian sudah datang?" Pesan Eka.


Yuna mengirim fotonya bersama Kadi.


"Aku dalam perjalanan ke kamar" Pesan Eka.


"Ok" Pesan Yuna.


...****************...


Kamar Ayu.


"Maksudnya apa sih" Kata Ayu


"Orang yang melihat ke arah mereka ada hubungannya dengan ku!?" Lanjut Ayu.


"Jangan bilang... Ahhh, pasti mereka... Asw" Lanjut Ayu.


Ayu berguling-guling kesana-kemari di atas tempat tidurnya


"Tapi gk mungkin lah" Lanjut Ayu.


Ayu bangun lalu duduk.


"Aku kan gk pernah bilang apa-apa sama Yuna" Lanjut Ayu lagi


Ayu berguling-guling lagi.


"Aahhhkkk, Bayu!!" Kata Ayu yang tiba-tiba berhenti.


Ayu bangun lagi.


Ayu membuka ponselnya, dan melihat pesan dari Yuna.


"Hubungan kami ada hubungannya denganmu" Pesan Yuna


"Ya emang ada hubungannya dengan elu, karna orang yang..... " Pesan Yuna


"Bayu!?" Kata Ayu.


"Bicara sama siapa Yu" Tanya Mba Sri


Ayu terkejut.


"Mba, kaget aku" Jawab Ayu.


"Maaf" Kata Sri


Sri masuk ke dalam Ayu, mereka berdua pun mengobrol, Ayu mematikan notifikasi ponselnya.


...****************...


Asrama Eka.


Eka membuka pintu kamarnya.


"Selamat datang" Sambut Yuna dan Kadi.


Eka melihat itu tersenyum.


"Seharusnya gw yang menyambut kalian" Kata Eka.

__ADS_1


Eka pun memeluk kedua temanya.


"It's okay" Kata Yuna.


Yuna dan Kadi menepuk-nepuk pundak Eka.


"Mandi sana" Kata Kadi.


"Ha!?" Kata Eka kaget.


"Iya, lu bau" Lanjut Yuna.


"Iiii kalian jahat bangat sih" Jawab Eka.


"Minggir" Lanjut Eka sambil mendorong pelan kedua temanya.


Eka pun pergi ke kamarnya.


Kadi dan Yuna tertawa kecil.


Mereka berdua menyiapkan makan untuk mereka.


Eka pun keluar dari kamarnya.


"Padahal awal masuk, tapi lo udah sibuk aja sih Ka(Eka)" Kata Yuna sambil duduk.


Eka duduk di sebelah Yuna


"Huft, mau gimana lagi Yun" Jawab Eka sambil memasang wajah lelah.


"Kenapa lu sekolah di sekolah seperti itu lagi?" Tanya Kadi.


"Tau, kynk orang kuliah aja. Padahal lu bilang mau sekolah bareng gw,gimana sih" Cerutu Yuna.


"Sorry, maunya gw mau sekolah bareng lu, tapi... Bapak gua yang terlalu baik hati itu.. " Jawab Eka sambil menahan emosi.


"Kenapa sih, Tuhan gk berikan otak bapak gw sama kayak otak ayahmu Yun, kenapa.?" Lanjut Eka.


"Bahasanya agak aneh" Kata Kadi.


"Iya, klo pake bapak agak terdengar kasar, jadi kalo ke Yuna pake ayah gitu" Jawab Eka.


"Ha!!" Kata Kadi dan Yuna bingung.


"Serah lu aja lah" Lanjut Yuna.


"Emang bapak lu kenapa lagi?" Lanjut Yuna


"Ya kalo gw kgk dapat harta warisan kalo. gua kagk pinter" Jawab Eka.


"anjirr, bukannya lu udah pinter" Kata Yuna.


"Ha!" Kata Yuna bingung.


Kadi hanya tertawa mendengar yang di Katakan Eka.


"Lah emang mau di kasih kesiapa, sudara lu kan cuman satu" Lanjut Yuna.


"Anak angkatnya" Jawab Eka kesal.


"Hahahahhaha" Tawa Kadi dan Yuna.


"Gw sembelih juga tu anak angkatnya" Kata Eka.


"Sabar Ka" Kata Yuna menenangkan, sambi tertawa kecil.


Mereka pun makan bersama, sedangkan sopir Kadi di suruh pulang dulu.


Yuna selesai makan.


"Toilet" Kata Yuna.


"Mau apa?" Tanya Eka.


"Pipis" Jawab Yuna.


Yuna pun berlari ke kamar mandi.


Eka melihat ke arah Yuna pergi.


"Apa dia(Arya) sudah memberikan kabar pada Yuna?" Tanya Eka.


"Sepertinya belum" Jawab Kadi.


"Banjingan itu" Kata Eka kesal.


"Apa sih yang dia lakukan?" Lanjut Eka.


"Jadi ******* mungkin" Jawab Kadi.


"Anjirr, cukup lu aja kynk gitu" Jawab Eka.


"Maksud lu apaan" Kata Kadi kaget.


Eka tertawa kecil.

__ADS_1


Pekerjaan Ayah mereka bertiga berbeda-beda.


Ayah Kadi pekerjaan hampir sama dengan pekerjaan Ayah Jamia tapi Ayah Kadi bagian persenjataan, juga pengelolaan minuman beralkohol.


Ayah Eka bekerja di perusahaan minyak di Arab Saudi,menjabat sebagai pengurus Keuangan dan Administrasi.


Ayah Yuna bekerja di kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI), bersama kakak pertamanya.


"Lalu bagaimana keadaan Yuna di sekolah itu?" Tanya Eka.


"Sangat baik" Jawab Kadi.


"Wow, dia ngk galau?" Kata Eka.


"Galau untuk apa" Jawab Kadi.


Kadi memperlihatkan foto Yuna bersama teman barunya.


"Lihat" Kata Kadi sambil memberikan ponselnya.


"Lu foto dia diam-diam ya?" Tanya Eka.


Kadi terdiam.


"Jangan bilang ini mau lu kirim ke dia(Arya)" Lanjut Eka.


Kadi memalingkan wajahnya sambil minum air.


Yuna kembali dari kamar mandi.


Kadi buru-buru mengambil ponselnya dari Eka.


"Lama banget sih Yun" Kata Kadi sambil menyembunyikan ponselnya.


"Biasa perempuan" Jawab Yuna.


"Ha!?" Jawab Kadi bingung.


"Dandan gblok" Jawab Yuna.


"Anjirr, lu bisa biasa aja ngk" Kata Kadi.


"Udah biasa itu" Jawab Yuna


Kadi dan Yuna berantem.


"Oiiii stop" Kata Eka.


Mereka berdua pun berhenti, mereka berdua memalingkan wajah.


"Hmmm" Kata Kadi dan Yuna.


"Ya ampun, umur berapaaa'' Kata Eka.


" Gue punya hadiah buat kalian" Lanjut Eka.


"Ha! Hadiah" Kata Kadi dan Yuna sambil melihat ke arah Eka.


"Cih, di bilang hadia cepat lu berdua, kynk anji** di kasih tulang" Kata Eka.


"Dia yang anji**" Kata Yuna sambil menujuk Kadi.


"Kamprett" Jawab Kadi sambil memukul tangan Yuna yang menunjuknya.


"Ahk" Jerit Yuna sambil memegang tangannya.


"Hahhhh" Kata Eka sambil berdiri menuju kamarnya mengambil hadiah.


...****************...


Hongkong


"Bos semua sudah selesai" Kata Bodyguard.


"Ok, sudah waktunya aku kembali" Kata seseorang di balik topeng


"Aku serahkan semua padamu, jika ada sesuatu hubungi aku" Lanjut orang bertopeng sambil melihat ke arah orang bertopeng lainnya yang sedang memeriksa dokumen.


"Siap kak. Ouh kak, kakak akan bertemu dengannya kan?" Tanya orang bertopeng lainnya.


Orang bertopeng itu terdiam.


"Entahlah" Jawab orang bertopeng itu, sambil melihat ke arah foto seorang wanita.


"Aku takut bertemu dia" Lanjut orang bertopeng.


Bodyguard nya yang mendengar itu pun saling memandang.


"Hahaha lihat wajah bingung mereka" Kata orang bertopeng lainnya


"Di dunia ini hanya dua orang yang di takuti oleh monster ini" Lanjut Orang bertopeng lainnya.


"Diam" Kata Orang bertopeng.


"Aku pergi" Lanjutnya.

__ADS_1


"Ok, Hati-hati di jalan Kak, jangan lupa kirim salamku padanya" Jawab orang bertopeng lainnya.


"Hm" Jawab orang bertopeng.


__ADS_2