
...****************...
Saat mereka saling menyapa dan berdebat, Gita yang ada di antara Felix dan Ayu sedang menahan sakit sambil tersenyum saat melihat teman-temannya berdebat.
Gita "(Sudah lama tidak melihat perdebatan mereka)" Tertawa kecil "Ahk" Memegang perut.
Anif menghampiri Gita.
Anif "Git, kamu kenapa?" Memegang lengan Gita.
Gita "Ah ini.. " Memegang perut.
Anif "Tamu lu datang" Khawatir lalu memegang tangan Gita yang ada di perutnya.
Yuna melihat semua itu, tapi Yuna diam.
Gita hanya mengangguk.
Anif "Ayo kita ke atas" Khawatir.
Gita "Iya, tapi tunggu aku mau menyapa mereka dulu" Melihat Kadi dan lainnya.
Yuna tersenyum melihat jawaban Gita ,Yuna pun kembali berdebat.
Anif "Ngk usah, ngpain lu nyapa makhluk jelmaan itu"
Gita tertawa, lalu Anif menggendong Gita.
Gita "Yak.. Lu ngapain" Kaget.
Yuna juga melihat itu, tapi dia tetap diam karena berfikir Anif tidak akan memaksa seseorang.
Anif "Kok LU sih?" Sedih sambil menatap Gita.
Gita "Kamu" Memalingkan wajahnya "Turunin aku Nif" Melihat teman-temannya.
Anif "Udah diam, kamu ngk bisa jalan kan, agar cepat jadi aku gendong aja" Senyum.
Julio dan Jessi memperhatikan mereka.
Anif pun pergi mengantar Gita ke kamarnya, tanpa memberitahu teman-temannya, dan Yuna yang sensitif dengan yang begituan pun emosi.
Saat Yuna menaiki tangga.
Yuna "(Bangsat, Aris dan Ayu aja yang pacaran gw larangan ke lantai kamar masing-masing, malah dia yang ngk punya hubungan apa² ama Gita dia..)" Marah "Dasar guguk gblok" Marah.
Kadi mendengar itu "Ah, bisa² kita akan terlambat kembali ke Amerika" Berlari mengejar Yuna.
...****************...
Yuna "Tapi Gita ngk mau kan"
Anif "(anjirr, dia liat ya bukanya dia sibuk berdebat)" Kaget.
Eka "******, gara² lu kita bertengkar semalam" Kesal.
Anif "Bertengkar?" Kaget juga bingung.
Ayu "Iya karena lu lemah, sekali pukul lu langsung tumbang mana pake pingsan pula" Kesal.
__ADS_1
Aris "Yu" Melihat Ayu.
Ayu "APA" Bentak sambil menatap tajam Aris.
Jessi terkejut dengan suara Ayu sedangkan Aris langsung menunduk.
Anif "Gimana gw ngk pingsan Yu, Yuna mukulnya kuat banget dan gw baru pulang habis itu ngantar Gita ke atas" Melihat Ayu.
Ayu "Karna itu gw bilang lu lemah dan BTW Gita juga ngk mau tu lu gendong" Kesal.
Bayu "Yu,cukup" Melihat Ayu.
Ayu "GITA" Berdiri.
"YA?" Gita dan Jessi terkejut.
Ayu "Jangan mau sama dia" menujuk Anif "Dia lemah"
Mereka semua menahan tawa.
Anif "YAKKK"(Pencinta Kdrama horor) Teriak sambil menatap tajam Ayu.
Ayu "MWO"(Pencinta Kdrama romantis) Teriak sambil menatap Anif.
Julio dan Jessi saling memandang dengan ekspresi takut.
Fredik "Don't be afraid, we are like this" Bisik ke Julio.
Jamia "Woee, cukup adik gw ketakutan anjg" Berdiri sambil memukul meja.
Mereka semua terkejut.
Jessi "It's okay sist" Senyum.
Julio mengangguk.
Jamia dan Ayu duduk kembali.
Eka "Mana si bangsat itu bentak² Yuna pula" Sambil menujuk Reky.
Arya, Kadi,Jamia, Ayu,Felix dan Bayu menatap tajam Reky.
Reky "Ya it... Gw" Melirik Yuna yang dari tadi menatapnya dengan tatapan mematikan.
Yuna "Hahh, udah, udah cukup cepat makan" Lanjut makan.
Selesai makan mereka ke ruang keluarga mereka di lantai 3,mereka berbincang² dan tertawa bersama seperti biasanya, layaknya tidak terjadi masalah.
Jessi melihat itu pun pergi keluar, Yuna melihat Jessi.
Yuna melemparkan bantal pada Jamia, Jamia kaget dan langsung melihat Yuna.
Jamia "What?"
Yuna melihat ke arah tempat Jessi duduk dan melihat kearah pintu, Jamia berdiri lalu pergi ke luar mengikuti adiknya.
Jamia mencari Jessi "Pergi ke mana sih dia?" Jamia berdiri tepat di depan lift "Lantai 6!! Mau ngapain dia atas, Hahh.. " Jamia menunggu lift terbuka.
...----------------...
__ADS_1
Ruang keluarga.
Anif "Gimana, udah baikan" Melihat Gita lebut.
Ayu menatap tajam Anif.
Gita senyum "Masih sakit sih, tapi ngk kynk kemarin sakitnya" Memegang perut.
Anif "Syukurlah" Senyum.
Mereka berdua saling memandang.
Fredik "Ekhem.. Ekhem.. Aa.. Aa.. Kynk nyamuk masuk ke dalam mulut gw" Melihat ke atas.
Anif menatap tajam Fredik , sedangkan yang lainnya tertawa kecil.
Kadi "Julio, how you filling stay in here?" Melihat Julio.
Mereka semua melihat Julio.
Julio "Good bro, but I'm still having trouble with the language and.. " Melihat Yuna dan teman-temannya.
Reky "And what?" Penasaran.
Julio "Itu... Kel-akuan Yuna sist and lain-nya itu men-akut-kan" Berusaha keras.
Mereka semua tertawa kecil mendengar bahasa Indonesia Julio.
Reky "Hahaha good job" Memegang pundak Julio.
Julio tersenyum puas.
Ayu "Emangnya kelakuan kita bagaimana?" Melihat Julio.
Julio "Ah, aa, mm" Berfikir keras.
Mereka menahan tawa.
Julio "Yuna sist.. "
Yuna "Kak Yuna"
Julio "Ah, Kak Yun-a"
Yuna mengangguk.
Julio "Kak Yunha, dia mar-rah men-a-kut-kan and Ayu sist's"
Mereka semua tertawa.
Felix "Julio juga takut?"
Julio "Yes,, no i mean Ya" Gugup.
''Hahaha cute" Para wanita melihat Julio.
Kadi "Jadi Julio senang tinggal di sini?"
Julio "Ya" Mengangguk.
__ADS_1
Mereka semua tertawa kecil.