
Seorang Pria melihat mereka bertiga dari belakang.
"Oi ladies" Panggil seseorang dari belakang.
Mereka bertiga berbalik.
"Nungguin aku ya" Kata pria itu.
"Minta di bacok lu" Jawab Yuna ketus.
"Biasa aja kali Yun" Balas Fredik.
Fredik berjalan bersama Felix menghampiri Yuna dan kedua temannya.
Kedua teman Yuna tertawa.
"Kalian cuma bertiga, satunya mana?" Tanya Felix.
"Nyangkut di ring basket noh" Jawab Yuna.
"Pulang yuk" Lanjut Yuna sambil menarik kedua temannya.
Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Felix dan sepupunya.
Yuna dan kedua temannya sudah menjauh tiba-tiba seseorang keluar dari satu ruangan.
"Lu kenapa jauhin mereka" Kata Felix pada seseorang yang baru keluar dari persembunyiannya.
"Lu punya masalah kan ama Yuna?" Tanya Fredik.
"Kenapa dia?" Tanya Bayu sambil tersenyum kecil.
"Karena dia paling gampang dapat masalah dengan orang" Jawab Fredik sambil tertawa kecil.
Bayu tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.
Bayu melihat ketiga temannya dari belakang.
"Sorry i no cant to tell you, so i have to go and thank you" Kata Bayu.
Bayu berbalik pergi, Tiba-tiba...
"Wait" Cegah Felix.
Bayu melihat Felix.
"Can i join you guys?"Tanya Felix.
"I'll think about it later, but"Jawab Bayu.
"Selsaikan dulu masalah lu bersama mereka bertiga" Potong Felix.
"Saran gw, lu bicarakan sama Yuna" Lanjut Felix.
Bayu berfikir.
"Lu ngejauhin mereka bertiga tanpa alasan, lu ngingetin Yuna tentang dia(Arya)" Lanjut Felix.
"Setidaknya di antara mereka bertiga ada yang tau alasan lu, ngejauhin mereka" Lanjut Felix.
Bayu terdiam, lalu Bayu berbalik.
"Gw pikir dulu,thanks bye " Jawab Bayu.
Bayu pun pergi.
...****************...
Kamar Bayu.
Bayu melihat fotonya bersama Ketiga temannya,dia melihat fotonya bersama Ayu, lalu Yuna, fotonya bersama Jamia di tutup.
"Hufttt" Bayu pergi ke balkon kamar sambil membawa sebungkus rokok.
...****************...
Besoknya.
Bayu masih bersikap dingin kepada ketiga temannya, Yuna dan Ayu sampai kesal melihatnya.
Bayu keluar duluan untuk latihan basket.
Mereka bertiga berjalan ke kantin.
Kantin.
Mereka tidak memesan makanan karena mereka membawa bekal.
Ayu dan Jamia duduk bersama,Yuna di depan mereka,mereka sedang makan, tiba²...
"Yuk jauhin dia juga" Kata Yuna sambil melihat kedua temannya.
Kedua temannya terkejut.
"Maksud lo?" Tanya Ayu.
"Bicaralah saat perlu" Jawab Yuna datar.
"Seperti dia lakuin sekarang" lanjut Yuna.
Jamia menunduk.
"Jujur,Gw belum selesai dengan masalah gw yang kemarin, dan gw belum baik² saja" Lanjut Yuna.
Ayu dan Jamia terdiam.
"Dan sekarang.." Lanjut Yuna mulai kesal.
Ayu dan Jamia mulai takut dengan perubahan ekspresi Yuna.
"Tapi Yun" Kata Jamia khwatir.
"Gw tau perasaan lu Ken, tapi harga diri kita" Kata Yuna kesal.
Jamia terdiam.
"Benar kata Yuna, Ken. Dia ngejahuin kita tanpa alasan, masa kita yang harus negur dia, malas banget" Lanjut Ayu mulai kesal.
Jamia berfikir.
__ADS_1
Felix di belakang mereka mendengarkan apa yang mereka katakan.
"Ternyata kebiasaan lu yang suka nguping belum hilang ya" Kata Yuna yang tiba-tiba duduk di sebelah sambil menatap mereka berdua dengan dingin.
"Yu..Yuna" Kata Felix dan Fredik kaget.
Yuna menatap mereka dingin.
"Kita ngk nguping kok beneran" Kata Felix gugup.
"Mau bilang ke siapa?" Tanya Ayu yang ikut duduk di sebelah Yuna.
"Ngk beneran" Jawab Felix.
Jamia pun ikut duduk.
"Kalian marahan ya sama Bayu?" Tanya Fredik.
Mereka bertiga melihat Fredik, Felix menatap Fredik dengan marah.
"Bukan urusan lo" Jawab Yuna.
"Gw kan nanya baik²" Kata Fredik.
"Dan kita ngk mau jawab" Jawab Ayu.
Fredik dan Ayu saling memandang.
"Hmmpp" Kata Ayu dan Fredik sambil memalingkan wajah mereka.
"Berhenti ngurusin urusan orang, gw benci" Kata Yuna penuh tekanan.
Felix dan Fredik takut.
"Sorry, sumpah gw ngk maksud gitu" Jawab Felix.
Yuna berdiri di ikutin oleh kedua temannya.
Felix ikut berdiri, Yuna menatap Felix datar.
"Gw...Boleh gw gabung?" Tanya Felix.
Yuna menatap Felix dengan ekspresi dingin.
Felix menelan ludah.
"Gabung?" Tany Yuna datar.
"Dalam geng kalian" Jawab Felix
"Ngk" Jawab Ayu.
Mereka semua melihat Ayu.
"Lu buta, kita lagi perang dingin sekarang" Kata Yuna.
Felix terdiam.
"Kalo lu bilang apa yang terjadi pada Bayu, nanti kita pertimbangkan" Lanjut Ayu.
Jamia berjalan ke arah Yuna.
Yuna melihat ke belakang Felix dan Fredik, Bayu sedang berjalan menghampiri mereka.
Yuna memalingkan wajahnya.
"Gw ngk tau apa²,sumpah" Jawab Felix.
Fredik mengangguk.
"Hufttt" Yuna mencoba untuk tenang.
"Ada apa ini" Kata Bayu.
Felix dan Fredik terkejut.
Mereka semua melihat Bayu.
"Ada apa sih ini?" Tanya Bayu sambil melihat ketiga temannya.
Ayu dan Jamia memalingkan wajahnya, Yuna menatap Bayu dengan ekspresi dingin.
"Nothing much" Jawab Yuna dingin.
"Btw, tempat bekal kita berantakan tu" Kata Ayu sambil melihat meja mereka.
"Hmm" Lanjut Jamia.
Jamia dan Ayu pergi membereskan tempat bekal mereka, Yuna berbalik membereskan miliknya juga.
"Balik kelas yuk" Ajak Yuna selesai membersihkan bekal miliknya.
Ayu dan Jamia mengangguk.
Mereka bertiga pergi tanpa melihat Bayu.
Bayu terdiam, Felix dan Fredik melihat Bayu, tiba-tiba...
"Lu ngk masuk kelas?" Tanya Ayu yang berhenti lalu melihat Bayu.
Bayu berbalik, dia melihat ketiga temannya melihat ke arahnya tanpa senyuman.
"Gw masuk dulu" Kata Bayu pada Felix dan Fredik.
Felix dan Fredik hanya mengangguk.
Ketiga teman Bayu berbalik pergi, Bayu mengikuti mereka dari belakang.
Bayu melihat belakang ketiga temannya.
"Mereka ngk lupa ama gw" Pikir Bayu sambil tersenyum kecil.
...****************...
Kelas.
Sambil menunggu bel pulang, mereka mengerjakan tugas sekolah mereka, Bayu hanya melihat ketiga temannya yang dari tadi hanya diam dan fokus pada tugas sekolah mereka.
"Ini tugas, dan ini catatannya" Kata Yuna sambil memberikan albumnya pada Bayu.
__ADS_1
"Ok, thanks" Jawab Bayu sambil mengambil album milik Yuna.
Yuna tidak menjawab.
"Sial perasaan gelisah apa ini" Pikir Bayu.
Bayu melihat ketiga temannya yang sedang sibuk mengerjakan tugas.
Mereka menulis pelajaran mereka di albun, lalu tugas di buku lainnya.
5 menit kemudian.
"Aku sudah selesai" Kata Ayu.
"Me too" Kata Jamia.
"Tolong di periksa bu'' Kata Jamia dan Ayu sambil memberikan tugas mereka Yuna.
Yuna tersenyum.
Yuna pun memeriksa tugas kedua temannya.
"Hmmm, Ayu" Kata Yuna.
"Ya" Jawab Ayu kaget.
Jamia tertawa kecil, Bayu melihat ketiga temannya.
"Di bagian sini, perbaiki lagi" Kata Yuna sambil menunjuk tugas Ayu.
"Ooh, salah ya?" Tanya Ayu cemas.
"Ngk salah, jalannya aja yang salah" Jawab Yuna.
"Yang lain, gimana?" Tanya Ayu lagi.
"Boleh, masuk akal" Jawab Yuna.
Ayu mengambil bukunya.
"Dan JK" Lanjut Yuna.
"Yes mam" Jawab Jamia gugup.
"Great" Kata Yuna sambil tersenyum sambil memberikan buku Jamia.
"Huftttt, thank you mam" Jawab Jamia sambil mengambil bukunya.
Mereka bertiga saling memandang lalu tertawa, Bayu tersenyum kecil.
Ayu mengerjakan tugasnya dengan melihat milik Jamia.
"Yakk" Teriak Yuna yang melihat Ayu mengikuti jawab Jamia.
"Iii sisa satu juga" Jawab AyuAyu sambil menulis.
"Tetap aja ngk boleh" Kata Yuna ketus.
"Cuman jalannya doank" Jawab Ayu.
"Sama aja" Kata Yuna sambil mengambil buku Jamia,Ayu menahan.
Yuna dan Ayu saling memandang dengan kesal, mereka berdua saling tarik-menarik buku Jamia.
Jamia tertawa kecil.
"Nanti robek bukunya" Kata Bayu pelan.
Mereka bertiga terdiam, Ayu dan Yuna melepaskan buku Jamia, Jamia langsung mengambil bukunya lalu berbalik, Ayu pun ikut berbalik, Yuna membereskan buku²nya.
"Lu sdh selesai kan?" Tanya Yuna tanpa melihat Bayu.
Bayu melihat ketiga temannya dengan bingung.
"Hmm" Jawab Bayu.
Yuna langsung mengambil albumnya, lalu di masukan ke dalam tasnya, Bayu melihat ketiga temannya jadi kesal.
Bayu membereskan buku²nya, lalu keluar kelas.
Ketiga temannya melihatnya.
"Apa kita keterlaluan?" Tanya Ayu.
"Ngk" Jawab Jamia mulai kesal.
"Hufttt" Jamia mencoba menahan marahnya.
"Hahaha sabar" Kata Yuna yang melihat ekspresi Jamia.
"Dia kok belum balik ya?" Tanya Ayu cemas.
"Udah biarin aja" Jawab Jamia sambil bermain game online bersama Yuna.
Yuna dan Ayu melihat Jamia.
"Are you ok?" Tanya Yuna.
"Hufttt, no" Jawab Jamia.
"Gw emang suka sama, tapi kalo gini.." Lanjut Jamia.
Ayu memegang pundak Jamia.
"Jangan mengambil kesimpulan sendiri, dengar dulu penjelasannya, kenapa dan mengapa" Kata Ayu.
Yuna melihat Ayu.
"Kita cari tau dulu" Lanjut Ayu sambil tersenyum.
"Hufttt" Jamia menenangkan dirinya.
Jamia melihat Ayu sambil tersenyum.
Yuna tertawa kecil.
"Bicaranya bagus banget, padahal dia sendiri kagk mau bicara ama kedua OSIS itu" Pikir Yuna.
Mereka pun pulang sekolah.
__ADS_1