KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Gugup.


__ADS_3

Ruang keluarga.


Mereka menunggu Yuna dan Arya dengan gugup.


Kadi melihat Felix "(Dia yang menemani Yuna saat ada masalah, membantu Yuna juga... Ahk sial, ini juga salah lu Ar, lu tau Yuna ngk suka di bohongin dan)" Menunduk dan memegang kepala.


Eka melihat Felix "(Felix ngk bisa juga di salahkan, yang aku liat Yuna juga selalu memberikan tembok yang tinggi padanya, menjaga dirinya agar tetap memberi batasan pada orang yang yang ingin memiliki hubungan lebih dari teman)"


Fredik memperhatikan Eka dan Kadi yang melihat Felix "(Mereka ngapin liatin Felix kayak gitu sih?)" Melihat Felix yang terlihat khawatir menunggu Yuna.


Ayu memegang tangan Aris "Mereka lama banget" Khawatir.


Aris "Sabar" Memegang pundak Ayu.


Julio dan Jessi mendekati Jamia.


Julio "Sist's,what happened? did something happen?" Melihat teman² Jamia yang terlihat khwatir.


Jamia "Nothing,don't worry" Mengelus kepala Julio.


Bayu mendekati Jamia dan kedua adiknya, Bayu duduk di sebelah Jessi, Jamia melihat Bayu, Bayu tersenyum lalu memegang tangan Jamia.


Jamia mengangguk "Huftt"


Arya dan Yuna keluar dari ruang UKS.


Arya "Yuna" Memegang tangan Yuna "Maksud kamu apaan"


Yuna berbalik.


Yuna "Aku bertahan Ar"


Arya "Ha?" Menatap Yuna.

__ADS_1


Yuna "Aku bertahan untuk tidak bertanya dan tidak perduli apa yang terjadi di sekitar mu, saat kamu pergi dan tidak memberikan aku kabar sama sekali, Aku tetap bersabar Ar"


Arya terkejut "Itu maaf" Memalingkan wajahnya.


Yuna tersenyum tipis.


...----------------...


Teman-temannya mendengar suara Arya dan Yuna, mereka semua berdiri.


Kadi "Kita berdua saja yang keluar" Melihat teman²nya.


Jamia "Baiklah" Menatap Kadi.


Kadi mengangguk, mengerti dengan tatapan Jamia.


Ayu memegang tangan Eka "Eka, jika terjadi apa² teriak aja" Mata berkaca².


Eka "Tidak akan ada yang terjadi Yu" Senyum khawatir.


...----------------...


Arya "Tapi tidak dengan hatimu" Mulai kesal.


Yuna "Hatiku?"


Kadi dan Eka keluar, mereka ingin maju menghentikan Arya tapi di tahan Bayu yang ikut keluar


Bayu "Biarkan mereka" Melihat Yuna dari belakang.


Eka "Tapi!!" Khawatir.


Bayu "Kalian tau, gw susah percaya sama orang, dan gw benci orang baru yang masuk ke hidup gw, ngatur² gw dan ikut campur urusan gw, tapi tidak dengan dia" Melihat Yuna.

__ADS_1


Bayu "Dia orang luar pertama yang dapat kepercayaan gw, yang dapat ngatur² gw ampe mukul gw" Senyum "Ampe sepupu dan keluarga gw kaget dengan perubahan gw, tiba² gw jadi manusia, biasanya gw manfaatin orang ampe ngebunuh orang yang ikut campur urusan gw" Melihat Kadi dan Eka sambil tersenyum kecil.


Tapi Kadi dan Eka masih khwatir.


Bayu "Jangan khawatir, Yuna bisa ngontrol emosinya" Melihat Yuna.


Kadi "Gw juga tau dia bisa, tapi gw takut... "


Bayu memegang pundak Kadi "Tenang aja, lu punya kita dan jika memang mereka bertengkar kita akan menyelesaikan permasalahan mereka" Senyum.


Eka dan Kadi mengangguk.


......................


Arya "Kamu menyukaiku kan" Tersenyum sambil memegang kedua pundak Yuna.


Yuna "Iya ,kamu kan sahabat ku" Senyum.


Arya menatap Yuna dengan dingin "Bukan sahabat" Pegangan Arya mulai kuat.


Yuna menatap Arya "Kok aku merasa dejavu ya" Teleng sambil tersenyum.


Arya "Dejav.. ?" Melihat pegangannya, Arya melepaskan tangannya.


Yuna "Ar, jika kita berjodoh tanpa lu bermohon atau bersujud kita pasti akan bersama.Tapi jika tidak,mau kamu jungkir balik bagaimana pun kita tidak akan bersama, kecuali jika di paksakan"


Arya tersenyum "Kalo begitu kita paks... "


Yuna "Aku tidak suka itu, aku sangat benci itu. MEMAKSAKAN KEHENDAK SESEORANG UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN KITA SENDIRI TANPA MEMPERDULIKAN PERSAAN ORANG ITU, kamu mengerti kan maksudku" Menatap tajam Arya.


Arya terkejut "Kamu tau... " Mundur.


Yuna "Iya Ar, aku tau semuanya, aku tau apa yang kamu lakukan saat di China, hongkong dan Amerika, aku tau semua Ar, siapa yang berhubungan dengan mu, siapa yang kamu... Hah" Memalingkan wajah menahan marah.

__ADS_1


Arya menatap Yuna dengan tajam "Kamu mencari tau tentangku"


__ADS_2