
2 bulan terlah berlalu.
Sekolah.
Ayu dan Yuna sekelas, Gita dan Felix, Bayu, Fredik dan Jamia, sedangkan Jessi masih kelas 1.
Istirahat.
Kelas Yuna.
Ayu "Huftt" Lelah.
Yuna "Hahaha, rileks masih 4 jam lagi kok" Lesu.
Ayu "Hahh.. " Meletakkan kepala di atas meja.
Yuna mengelus kepala Ayu.
Ayu "Rindu Aris" Menatap Yuna.
Plak.
Ayu "Ahkk" Memegang kepala.
Yuna menatap Ayu dingin, Yuna pun meninggalkan Ayu di kelas.
Ayu "Yakk, tunggu" Buru² merapikan buku.
...----------------...
Kantin.
Fredik "Akhirnya datang juga lu berdua" Melihat Yuna dan Ayu yang baru datang.
Felix "Mau makan apa Yun?" Melihat Yuna.
Ayu "Saya juga ada di sini bapak" Menatap Felix.
Felix "Ibu kan bisa pesan sendiri" Senyum.
Ayu " Pilih kasih" Duduk di sebelah Gita.
Yuna duduk di sebelah Felix, lalu bersandar di bahu Felix.
Bayu "Kenapa Yun?" Melihat Yuna yang tampak lesu.
Yuna "Ngk, lagi malas aja"
Felix "(Jantung tenanglah)"
Pesanan mereka datang.
Ibu kantin "Mau makan apa Yuna?"
Yuna "Ngk bu, lagi diet" Senyum.
Mereka semua melihat Yuna.
__ADS_1
Ibu kantin "Oh, ya udah" Pergi.
Yuna meminum minuman Ayu lalu balik ke kelas, teman-temannya melihat Yuna yang perjalanan pergi.
Fredik "Napa lagi tu anak?" Bingung.
Jamia "Sepertinya waktunya tamu datang" Mulai makan.
Fredik "Tamu? Siapa?" Bingung.
Ayu "Sotoy lu, makan aja" Menatap Fredik.
Fredik menatap Ayu.
Yuna berjalan ke arah kelas.
Jessi "Kak Yuna" Berlari kecil ke arah Yuna.
Yuna berhenti "Oh, Jess" Melihat Jessi.
Jessi "Where you wanna going?"
Yuna "Back to class" Senyum.
Jessi "You no eating?"
Yuna "I'm diet. Go eat, later break time will be over" Mengelus kepala Jessi.
Jessi "Ok, bye sist. Ayo Eni" Berjalan pergi sambil menarik tangan temannya.
Eni "Duluan kak" Melihat Yuna.
Jessi dan Eni teman sekelas, Jessi sampai di kantin.
Jessi tidak menyapa Jamia dan lainnya, mereka berdua langsung duduk.
Ayu "Seriusly, dia ngk nyapa kita?" Tercengang melihat Jessi melewati mereka semua tanpa menyapa.
Mereka semua tertawa kecil.
Fredik "Jangankan elu, kakaknya aja ngk di kasih muka sama tu anak" Melihat Jamia.
Jamia hanya diam dan tidak perduli.
Gita "Kan Mia sendiri yang minta, kalo di sekolah jangan menyapanya, jadi.. " Melihat Jamia.
Fredik "Benar juga" Melihat Jamia.
Mereka semua melihat Jamia.
Jamia "I know, i'm beautifull" Datar.
"Ew" kata mereka semua kecuali Bayu dan Felix mereka berdua hanya tertawa kecil.
...****************...
2 Bulan yang lalu saat mereka kembali ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
Amerika.
Rumah Jack.
Jack "So how, can your sister live with you?" Menatap Jamia.
Jamia "Ya, but just one years" Meletakkan gelas minumnya.
Julio "Really sist's" Senang.
Jamia "Hm" Melihat Julio sambil tersenyum.
Jessi "Why just one years?" Bicara pelan.
Jamia "Because after graduating from school I'm going to college, so maybe I won't live there anymore, as well as the others" Melihat Jessi.
Jack "Are you all going to split up?" Melihat Jamia.
Jamia "I don't know but it looks like it'' Sedih.
Jack melihat Jamia.
Jack "Are you ok? Khawatir.
Jamia " Hahh, In the end all will also part" Senyum.
Jack melihat Jamia "You right, whether we part live or die" Makan.
Jamia mengangguk lalu melihat Jessi "When you're at school, don't greet me"
Mereka kaget.
Jack "Why?" Menatap Jamia.
Jamia "So her can adapt.. "Menatap Jessi.
Jack "It needs your help" Menatap Jamia.
Jamia hanya diam dan menatap Jessi.
Jessi "Understand sist" Menatap Jamia.
Jamia tersenyum sedangkan Jack bingung.
Jamia "Good gril" Selesai makan.
Jessi "(Beradaptasi dengan caraku sendiri, apa aku bisa) " Khawatir.
Jack juga khawatir lalu melihat Jamia yang tersenyum "(Apa lagi rencana anak ini)"
Jamia "Don't worry dad, there are a lot of siblings there, not just me" Melihat Jack sambil tersenyum.
Jessi dan Julio melihat kakak dan Ayah mereka.
Jack "Ok, understand" Senyum.
Jessi dan Julio bingung.
__ADS_1
...****************...