KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Rumah Besar #2


__ADS_3

Rumah besar.


"Selamat datang Bos dan Nyonya" Sambut pengurus rumah besar.


"Ada di mana mereka semua?" Tanya Marlina Ibu Jamia.


"Para Tuan dan Nona muda sedang keluar Nyonya" Jawab Pengurus Rumah.


"Ke mana?" Tanya Marlina.


"Saya kurang tau Nyonya" Jawab pengurus.


"Hahh, baiklah" Kata Marlina.


"Come in" Lanjut Marlina sambil berbalik melihat ke arah dua orang yang mengikuti mereka dari belakang,Jessi dan Julio adik tiri Jamia.


Jack menahan Marlina.


"We should ask the owner of this house first" Kata Jack khawatir.


Marlina terdiam.


"Yang di katakan tuan benar Nyonya" Lanjut Pengurus.


"Rumah ini bukan atas nama Tuan atau Mr. Karel tapi atas nama Para Tuan dan Nona muda" Lanjut Pengurus.


Marlina terdiam.


Yuna dan teman-temannya sampai.


Mereka turun dari mobil dengan lesu,lelah dan sedikit kotor.


"Lelahnya" Kata Reky.


"Sorry" Jawab Anif.


Sebagai permintaan maaf Anif dan Aris,Ayah Ayu menyuruh mereka membantu perkebunan milik Ayah Ayu yang begitu luas, karna mau panen, jadi mereka harus bekerja selama 4 hari lamanya dan ini baru hari pertama.


"Baju baruku" Kata Fredik dengan sedih.


Mereka tertawa.


"Kalian dari mana?" Tanya Marlina.


Mereka semua terkejut.


"Tante" Panggil teman² Jamia kaget.


"Mom, Dad what are you doing in here?" Tanya Jamia kaget.


"Ah, itu... " Jawab Marlina gugup.


Jack berjalan mendekati Bayu.


"Hahahaha" Tawa Jack sambil memegang pundak Bayu.


Teman-teman kaget juga khawatir.


"Marlina look his fice like that bastard men" Kata Jack.


"Dadddd"

__ADS_1


"Jackkk"


Panggil Jamia dan Marlina barengan.


Teman-teman Jamia kaget juga menahan tawa, Bayu menatap Jack dengan datar.


"How dare that bastard man tease you right in front of me" Lanjut Jack sambil menatap dingin Bayu.


"Oh my god" Kata teman Jamia barengan.


Jamia pun kaget.


Plak.


"Ahk" Jerit Jack keras.


"Stupid old man, watch your words in front of the kids" Kata Marlina dengan marah.


Marlina melihat Bayu.


"Eh, Bayu tolong jangan di ambil hati ya. Ayahmu dan pria bodoh itu berteman jadi..." Kata Marlina dengan lembut pada Bayu sambil memegang pundak Bayu.


Bayu tersenyum.


"Tidak apa² tant, Bayu ngerti tapi agak sakit sih" Jawab Bayu sopan.


Marlina tersenyum di ikuti oleh teman² Jamia dan Jamia sedangkan Jack menatap Bayu dengan kesal.


"So, apa yang kalian.... " Kata Jamia terhenti karena melihat Jessi dan Julio adik tirinya.


"Wht the hack" Lanjut Jamia yang ekspresinya mulai kesal.


Marlina melihat Jamia, lalu berdiri di depan Jamia.


"Kami tidak terima tamu" Potong Jamia lalu dia berbalik masuk ke dalam.


"Jamia" Panggil Marlina.


Jamia tidak menghiraukan panggilan itu.


"JK" Panggil Marlina keras.


Jamia masuk ke lift dengan kesal.


Marlina ingin menyusulnya tapi di hentikan Jack.


Teman-teman Jamia terdiam.


"Tant" Panggil Bayu pelan, lalu berjalan mendekati Marlina.


"Kami akan bicara dengannya, maksud saya Yuna" Lanjut Bayu sambil melihat Yuna sambil tersenyum.


"Aku?" Jawab Yuna bingung juga kaget.


Orang tua Jamia juga adik² Jamia melihat Yuna, Yuna hanya bisa tersenyum canggung.


Teman-temannya menahan tawa.


"Yuna" Panggil Jack dengan ekspresi sedih.


"Hufttt, Yuna tidak janji Mom, Dad. JK orang yang keras jadi.. " Jawab Yuna khawatir.

__ADS_1


"Apalagi masalah perempuan itu(Jessi), liat wajahnya yang menyebalkan itu, cih. Ingin ku cekik, ku banting, ingin ku aniyaya dia" Pikir Yuna kesal.


Yuna melihat orang tua Jamia sambil tersenyum kecil.


"Tant, masuk dulu" Ajak Ayu.


Mereka semua masuk.


"Kalian duluan beres²" Kata Yuna.


Mereka semua mengangguk.


Jack tersenyum.


"Are you the head of the household?" Tanya Jack seringai.


"Yes" Jawab Yuna santai.


"So, how are you going to talk to Jamia about me living here?" Tanya Jessi sombong.


Marlina kaget dengan pertanyaan Jessi dan sikap Jessi yang sombong,Marlina menatap Yuna dengan khawatir.


Yuna menatap Jessi dengan dingin.


"Hufttt, harus ku apakan anak ini" Pikir Yuna mulai kesal.


"Before I answer your question, correct your attitude and speech" Jawab Yuna sambil menatap Jessi dengan dingin.


Jessi kaget dengan tatapan Yuna, Marlina khawatir, Jack tertawa kecil.


"Ee.. Yuna, tolong mengertilah dia... " Kata Marlina khawatir.


"Yuna paham Mom" Potong Yuna sambil melihat Marlina dan tersenyum menahan amarah, lalu Yuna melihat Jessi lagi dengan dingin.


"Her should know, where her is now" Lanjut Yuna menahan amarah dan menatap Jessi dengan tajam.


Jessi memperbaiki cara duduknya, Jack tertawa kecil.


Ayu dan Eka turun pertama.


Melihat ekspresi Yuna yang marah Ayu dan Eka khawatir lalu dengan cepat mendekati Yuna.Eka dan Ayu memegang lengan Yuna.


"Aa.. Are you ok?" Tanya Ayu takut.


"T I D A K" Jawab Yuna.


Marlina dan kedua teman Yuna kaget.


"Hufttt, Mom maaf, sepertinya kalian kembali dulu" Lanjut Yuna.


"Iya baiklah" Jawab Marlina cepat.


"Maafin Yuna Mom, kalo ngk sopan" Balas Yuna.


"Tidak Yuna, Mom yang harus minta maaf karena sudah mengganggu kalian" Jawab Marlina.


Mereka mengantar keluarga Jamia sampai kedepan, Jamia hanya melihat dari balkon kamarnya yang ada di lantai 4.


Keluarga Jamia pergi.


"Huftttt, bikin darah tinggi aja tu bocah" Cerutu Yuna kesal.

__ADS_1


Eka dan Ayu hanya diam.


Mereka pun masuk, Yuna pergi ke kamarnya.


__ADS_2