KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 74. Teman Laknat.


__ADS_3

Di luar.


Mereka berjalan ke arah ruang makan.


"Woe makan lu ngk ngajak" Kata Reky yang melihat Felix dan Fredik sedang makan.


Felix dan Fredik tertawa kecil.


"Lu kan pada di dalam cok" Jawab Fredik.


Kadi melihat Felix.


"Oh come on bro, gw ngk ada hubungannya dengan itu, gw aja ngk tau" Kata Felix yang melihat tatapan Kadi.


Mereka semua melihat Kadi dan Felix binggung, Bayu dan Jamia tertawa kecil.


"Gw taunya seminggu kemudian" Lanjut Felix.


Kadi duduk di sebelahnya.


"Santai aja, gw juga ngk terlalu perduli" Jawab Kadi.


"Tapi tatapan lu kynk mau makan gw bro" Kata Felix.


Kadi menatap Felix.


"Gw masih waras" Jawab Kadi datar.


"Anjirr" Kata Felix sambil tersenyum kecil.


Mereka tertawa.


Bayu menarik kursi untuk Jamia, tapi Jamia duduk di tempat lain.


"JK" Panggil Bayu.


"What" Jawab Jamia sambil menatap kesal Bayu.


Bayu mengalihkan pandangannya.


"Sorry" Kata Bayu.


Kadi tersenyum melihat Jamia dan Bayu.


Arya, Rin, Yo duduk bersebelahan,Jamia dan Eka, Kadi, Felix Fredik lalu Bayu.


"Are you two in a relationship?" Tanya Kadi sambil melihat Bayu dan Jamia.


"None of your business" Jawab Jamia kesal.


Kadi tersenyum puas.


Pembantu mengantarkan mereka cemilan.


"Ayu, Yuna cepatttt" Pikir Jamia.


Setengah jam kemudian.


Jamia berdiri ingin pergi.


"Where are you going?" Tanya Bayu.


Jamia tidak menghiraukan pertanyaan Bayu, Jamia berjalan pergi.


Bayu mengejar Jamia yang sudah jauh.


Mereka semua melihat Bayu dan Jamia.


"Kenapa tiba-tiba mereka bertengkar?" Tanya Fredik.


"Tau!? Padahal tadi JK khawatir banget sama Bayu" Lanjut Reky.

__ADS_1


Kadi ,Arya dan Eka hanya tersenyum.


Mereka berdua sampai di depan tangga.


Bayu memegang tangan Jamia, Jamia berbalik melihat Bayu.


"What's wrong with you?" Tanya Bayu.


Jamia melepaskan tangannya.


"Tadi kita baik² saja" Lanjut Bayu.


Bayu dan Jamia saling memandang, Jamia kesal.


"Oiii, kalian berdua kenapa lagi?" Tanya Yuna yang baru keluar dari ruang rapat.


Mereka berdua melihat Yuna, yang di ruang makan pun keluar.


Jamia menghampiri Ayu, Bayu berdiri di depan Yuna sambil melihat Ayu.


"Are you ok" Tanya Jamia sambil memegang pipi Ayu.


Ayu memegang tangan Jamia.


"I'm ok" Jawab Ayu pelan.


Jamia menatap Aris, Anif dan Gita dengan marah.


Mereka bertiga terkejut dengan tatapan Jamia, Gita sampai bersembunyi di belakang Anif.


"Oho, heyy" Panggil Yuna sambil melambaikan tangannya di depan Jamia.


"Terus kenapa mata lu bengkak?" Tanya Jamia pada Ayu.


Ayu dan Yuna saling memandang.


...****************...


Mereka semua sudah keluar.


Yuna bingung melihat mereka semua hanya menunduk.


"Oyyy" Panggil Yuna.


Mereka semua melihat Yuna.


"Kapan masalah mau selesai kalo kalian semua hanya diam" Lanjut Yuna.


Yuna menatap tajam Ayu.


"Hufttt" Ayu berusaha kuat.


"Gk minat kali mereka" Kata Ayu sambil melihat ketiga temannya itu dengan dingin.


Yuna tersenyum bangga.


"Ajaran gw tuh" Pikir Yuna.


Mereka bertiga berdiri.


Yuna dan Ayu kaget.


"Anjirr kaget gw" Pikir Yuna dan Ayu sambil melihat mereka.


"Sorry Yu" Kata Anif.


"Ngk, gw yang minta maaf" Lanjut Gita.


"Gw minta maaf Yu" Lanjut Aris.


Mereka semua menunduk, Ayu pun ikut menunduk karena sedih, sedangkan Yuna bingung.

__ADS_1


"Ini mau dengar yang mana?" Pikir Yuna.


"Ok, gini huftt. Yu gimna lu banting aja mereka satu persatu" Kata Yuna.


Mereka semua melihat Yuna.


"Gblok, lu pikir gw elu, klo gw bisa gw udah lakuin dari dulu anjirr" Jawab Ayu kesal.


Yuna tertawa kecil.


"Kenapa lu mau pacaran ama Ayu?" Tanya Yuna sambil menatap Ayu.


Mereka semua terkejut.


Ekspresi Yuna berubah,Yuna menatap Aris dengan dingin.


"Gw... Gw takut merusak persahabatan jika gw nolak Ayu" Jawab Aris.


"Tapi, tetap rusak kan" Kata Yuna.


Aris terdiam.


"Terus lu?" Tanya Yuna pada Anif.


"Saat itu Aris sudah punya pacar" Jawab Anif.


"Heeeee!!?" Kata Yuna kaget.


Yuna melihat Ayu, Ayu menunduk.


Yuna mulai kesal.


"Lu tau di punya pacar?" Tanya Yuna sambil memegang pundak Ayu.


Ayu menggelengkan kepalanya.


"Anjg, Hahh" Kata Yuna kesal.


Mereka semua menunduk.


"Jadi... Hufttt Ayu pacaran dengan Aris, saat itu Aris punya pacar dan Anif tau tapi dia diam" Lanjut Yuna meluruskan.


Mereka bertiga mengangguk.


"What the... Asw" Kata Yuna keras.


"Anjirr, bisa² darah gw naik" Pikir Yuna sambil memegang kepalanya.


"Terus Gita?" Tanya Yuna.


Gita menunduk, Aris dan Anif menatap Gita dengan marah.


"Jangan bilang, Gita yang bilang ke Ayu tentang pacar Aris" Kata Yuna sambil melihat ketiga teman Ayu.


Gita mengangguk.


"Wahhhhhhhhh" Kata Yuna mulai marah.


Ayu hanya menunduk sambil menangis, Yuna melihat Ayu.


"Lu jangan nangis terus gblok, lu apain mereka kek" Kata Yuna kesal.


"Lu harus kuat Yu, tatap mereka Yu.. Plisss" Pikir Yuna.


"Huftt" Ayu menghapus air matanya.


"Gw harus apa Yuna?" Tanya Ayu.


Ayu melihat Yuna.


"Gw harus apain ketiga teman laknat gw ini?" Lanjut Ayu.

__ADS_1


Yuna terkejut saat wajah Ayu.


__ADS_2