
Bayu, Arya dan Kadi duduk bersama Yuna, yang lainnya duduk di depan Yuna.
Reky melihat Yuna.
Reky "Yun"
Yuna melihat Reky.
Reky "Lu beneran keren tau"
"Ha?" Yuna bingung.
Fredik "Benar banget" Melihat Yuna.
Mereka semua melihat Yuna dengan senyuman.
Yuna menatap mereka dengan geli
"Lu pada sakit ya?" Mengerutkan alis.
Anif memegang tangan Yuna
"Kamu ngk sendiri, berbagailah bersama kita" Senyum.
Arus "Benar, gini² kita beda setahun loh dari lu" Melihat Yuna.
"Tapi otak kalian di bawah 5 tahun dari gw" Yuna menatap AAKAR dengan datar.
Kelima orang yang tertua dari mereka pun terdiam.
Fredik tertawa "Kena mental kagk lu, hahahaha"
Yuna melihat Kadi dan Bayu "Kapan lu akan bertindak?"
Kadi "Kalo ada libur ayo kita ke tempat Kak Eisha" Senyum.
Yuna dan Arya tersenyum
"Yakin lu" Arya melihat Kadi.
Kadi menatap Arya "Ngk, karena itu gw bilang WE NOT I'M"
Mereka tertawa.
Yuna melihat Bayu "Terus lu?"
Bayu "Hah, apa gw bisa? Prasangka buruk gw ke keluarga JK dan jika Daddy(Jack) tau.. Hah... " Menunduk di bahu Yuna.
Reky "Kalo begitu bicara aja sama Mom(Marina)" Melihat Bayu.
Mereka semua melihat Reky.
Bayu tersenyum "Benar juga" Melihat Yuna lalu tersenyum.
__ADS_1
"Katanya lu mau berusaha, gimana sih" Yuna melihat Bayu.
Bayu mengerutkan alisnya "Bukan gitu Yun. . Gw ngk terlalu dekat ama Mom, kynk masih canggung gitu" Khawatir.
Fredik melihat Bayu "Lu bisa deketin anaknya, masa ibunya ngk bisa" Cerutu.
Bayu menatap Fredik dengan kesal "Bukannya ngk bisa anj**, gw.... Cara dekatnya... Ngk mungkin kan gw ngerayu gitu" Kesal juga bingung.
Reky "Lu kynk kgk pernah punya ib... "
"DIAM" Yuna membentak Reky.
Mereka semua terkejut, Reky melihat Yuna yang menatapnya dengan marah.
Yuna berdiri "Sudah, nanti gw yang urus itu"
Melihat Bayu "Dia tidak tau, jadi... " Pelan.
Bayu berdiri "Gw ngerti" Senyum.
"Mama Bayu udah meninggal" Bisik Aris pada Reky.
Reky terkejut lalu menghampiri Bayu "Gw ngk tau, sumpah" Berlutut.
Batu tertawa "Iya gw ngerti" Senyum.
"Ayo masuk" Arya berdiri.
Yuna tertawa kecil melihat Arya dan yang lainnya sedang sibuk memeriksa perlengkapan mereka dan bawaan mereka.
Felix menghampiri Yuna "Kenapa Yun?"
"Hah.. Aku hanya mengingat masa lalu aja" Senyum sambil melihat Kadi dan Arya yang sedang berjalan ke arahnya.
Arya memegang pipi Yuna sedangkan Kadi memegang kepala Yuna, Yuna melihat kedua sahabatnya itu dengan lembut.
"Jaga dirimu" Arya memeluk Yuna.
Yuna mengangguk.
"Jangan terlalu ikut campur urusan orang, cukup urusan kami saja" Kadi memeluk Yuna.
Mereka semua tertawa kecil.
Arya, Kadi dan ketiga temannya pun pergi.
Eka memeluk Yuna sambil menahan tangis, Jamia memegang tangan Yuna, Ayu memeluk Jamia, Eka memegang tangan Gita, yang lainnya berdiri di sebelah Ayu sambil melihat pesawat Arya dan lainnya yang sudah lepas landas.
"Lindungi mereka Tuhan" Jamia berdoa, di ikuti oleh semua teman²nya.
Mereka pun kembali ke rumah besar.
...****************...
__ADS_1
Besoknya mereka sekolah.
2 hari kemudian.
Ruang makan.
Jam makan malam.
Yuna melihat teman²nya sambil tersenyum.
"Semangat belajar, agar kalian bisa mengejar pacar kalian yang ada di Amerika" Makan.
Eka, Gita, dan Ayu menunduk malu sedangkan Bayu dan Jamia saling memandang sambil tersenyum.
Eka dan Kadi sudah saling mengungkapkan perasaan mereka, begitu juga Bayu dan Jamia, Jadi mereka resmi pacaran.
Fredik melihat ekspresi kelima temannya itu "Jijik" Kesal.
"Bilang aja iri" Eka tersenyum kecil.
"Ngapain gw iri" Kesal
"Liat aja, nanti gw bawa pacar ke rumah lebih cantik ,tinggi, dan seksi dari lu pada" Menunjuk Ayu, Gita, Jamia dan Eka dengan sendok.
"Gw tunggu" Yuna melihat Fredik sambil tersenyum.
Fredik terkejut "Oh.. Ok" Gugup.
Mereka tertawa kecil.
"Lu harus restuin ya" Menunjuk Yuna.
Yuna mengangguk
"Tapi jika di sesuai dengan ekspetasi gw" Senyum.
"Pasti.. Sesuai" Percaya diri.
Yuna tertawa kecil
"Ok, dan kamu?" Melihat Felix.
Felix menatap Yuna, mereka semua terdiam.
"Kamu sendiri gimana?" Felix menanya balik Yuna.
Yun tersenyum "Hmm, akan ku usahakan"
Mereka semua terkejut.
Felix tersenyum "Ok" Makan.
Teman²nya saling memandang.
__ADS_1