KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Fredik VS Rol


__ADS_3

Ayu dan Gita melihat air, Ayu mengingat kenangannya bersama ketiga temannya, dan bagaimana Yuna menyelesaikan permasalahannya dengan teman lamanya, sedangkan Gita mengingat bagaimana Yuna menyelesaikan masalahnya dan bisa menerima dia yang orang asing ke dalam lingkup pertemanannya.



Fruttttttttt(suara peluit pelatih)


Byurrr


Ayu dan Gita berenang.


"Ayo Ayu" Teriak teman-teman.


"Ayo Gittt" Teriak teman-teman.


Orang tua Ayu berdoa dan Juga saudara Gita yang menonton.


Yuna juga berdoa.


Ayu dan Gita selsai.


Dan pertandingan di menangkan Ayu dan Gita.


Mereka berdua berpelukan.


"Yeeee" Teriak Yuna sambil berdiri.


"Ahk" Jerit Yuna.


Yuna duduk lagi, kedua kakaknya tertawa.


"Huaaaaa, kita menang" Kata Ayu sambil menangis.


Mereka semua terharu.


Teman-teman mereka berlari ke arahnya, lalu memeluk mereka berdua.


Orang tua Ayu pun sampai menangis.


Mereka pun istirahat.


Yuna ingin menghampiri teman-temannya tapi di halangi oleh Yuri.


"Sebelum mereka memang, Anda di LARANG bertemu dengan MEREKA" Kata Yuri tegas.


"Tapi kak.. " Jawab Yuna.


"Yuna mau mereka melawan kakak?" Potong Yudha.


"He?" Jawab Yuna kaget.


Kedua kakaknya menatapnya, Yuna menunduk.


"Yuna rindu mereka" Kata Yuna sedih.


Yuri melihat adiknya dengan sedih, Yuri menepuk-nepuk pelan pundak Yuna.


"Sabar" Kata Yuri.

__ADS_1


Teman-teman Yuna melihatnya dari bawah, mereka juga di larang bertemu dengan Yuna dan juga saling berkomunikasi lewat telfon.


Mereka pindah lokasi.


Mereka sampai di ruang yang hening, dan banyak lukisan di dalam ruangan itu, dan sudah ada pengawas dan lawan Reki di dalam.


"Huftttt" Reky menenangkan diri.


"Santai aja, rileks ok" Kata Arya menenangkan.


"Hmm" Jawab Reky.


"Gimana kalo gw kalah?" Tanya Reky sambil melihat teman-temannya.


"Usahakan ngk kalah dong, gimana sih" Jawab Gita ketus.


Mereka kaget dengan jawaban Gita.


Aris dan Anif mendekati Reky, mereka berdua memegang pundak Reky.


"Lu harus buktiin lu ngk lemah dan... " Kata Aris sambil mendekati telinga Reky.


"Lu mau di usir dari rumah besar itu?" Bisik Aris.


Reky kaget lalu menggelengkan kepalanya.


Anif juga mendekat ke telinga Reky.


"Lu harus menang cok, harus. Pikirin aja rumah besar itu" Bisik Anif.


Aris dan Anif saling memandang lalu tersenyum.


"Tapi kan kita... " Jawab Reky.


"Cuma lu ama kita, bukan ama mereka" Potong Aris.


Reky melihat Bayu, Jamia dan Ayu dengan ekspresi gugup, sedangkan mereka bertiga menatap Reky dengan binggung.


"Lu kenal Ayu aja dari kita itu pun lu ngk dekat, apalagi lu ama Kadi cuma kenalan cok, tapi Yuna dan Kadi udah bestiean udah lama" Bisik Anif.


Reky terdiam.


Mereka berdua mundur.


"Lu harus menang cok" Kata Aris.


"Harus" Lanjut Anif.


Lalu mereka membuat segitiga dari jari, lalu di perlihatkan pada Reky.


Segitiga itu di perbesar, Reky melihat tanda yang di berikan Aris dan Anif.


"Hufttt, semangat" Kata Reky.


"Semangat" Lanjut teman-temannya.


Reky pun masuk.

__ADS_1


Teman-temannya ikut masuk, di dalam ada lawan Reky, pengawas dan Azkia guru Reky.


"Ok, silahkan ambil tempat duduk anda" Kata pengawas pada Reky.


Reky dan lawannya mengambil tempat duduk yang sudah di sediakan.


"Hufttt" Reky menenangkan dirinya.


"Waktu kalian 180 menit (3 jam), waktu tambahan 30 menit. Jika belum selesai juga di nyatakan kalah" Kata pengawas tegas.


Mereka mengangguk.


"Lama juga waktunya" Kata Felix.


Teman-temannya mengangguk.


"Mulai" Kata pengawas.


Reky dan lawannya mulai melukis.


Pengawas menyuruh teman-temannya keluar, Reky fokus pada lukisannya dia tidak melihat teman-temannya keluar.


"Pliss menang" Doa Ayu dan ketiga teman baru Yuna.


Pengawas menutup pintu.


Mereka pun menuju ke ruang lain.


"Woahh" Ayu dan Gita takjub melihat ruang untuk bertanding kickboxing.


Ada seseorang yang menunggu di atas ring.


"Anjirr, tu anak kgk bisa sabar apa" Kata Gita yang melihat Rol(anggota Yuyun) yang sudah menunggu Fredik di atas ring.


"Hufttt, badannya lebih besar" Pikir Fredik.


"Seram" Kata Ayu takut dan khawatir.


Mereka melihat ke arah Fredik.


"Oii tenang aja, gw pastiin gw menang" Kata Fredik dengan ceria walaupun dia sendiri khawatir karena perbedaan bentuk tubuhnya dengan lawannya.


"Hufttt" Fredik maju, dia melepaskan mantelnya.


Penonton tertawa lagi, teman-teman juga tertawa.


Tulisan di baju Fredik (YUNA🫶🫡).


Yuna baru sampai karena habis melihat Reky, Yuna berjalan ke arah tempat duduknya bersama kedua kakaknya.


Mereka bertiga bingung kenapa penonton tertawa, mereka melihat ke bawah.


"Hahh, anjg" Kata Yuna pelan.


Kedua kakak Yuna tertawa, Yuna berjalan ke arah tempat duduknya dengan malu.


Orang tua Yuna yang mengawasi pertandingan di bawah, geleng-geleng kepala melihat kelakuan teman-teman Yuna.

__ADS_1


"Anak kita terlihat cantik" Bisik Ayah Yuna pada Ibu Yuna sambil melihat gambar Yuna di baju Fredik.


Mereka berdua tertawa.


__ADS_2