
Pulang sekolah.
Yuna sedang berjalan bersama teman-temannya
Kadi sudah menunggu Yuna di pintu gerbang.
"Anjirr, ngapain dia(Kadi) di situ?" Pikir Yuna.
Yuna berhenti.
Ketiga temannya tidak menyadari Yuna tertinggal di belakang mereka.
"Mau pulang bareng gw?" Tanya Bayu.
Jamia dan Ayu sedang berfikir.
"Hari ini gw bawa mobil" Lanjut Bayu.
Bayu melihat di sebelah Ayu.
"Lah Yuna mana?" Kata Bayu kaget.
"Yuna?" Kata Ayu lalu melihat di sebelahnya.
Mereka berbalik.
"Ngapain di situ?" Tanya Ayu pada Yuna.
Yuna hanya diam sambil memandang ke depan, ketiga temannya melihat ke arah yang di lihat Yuna.
Kadi berjalan menuju ke arah Yuna melewati mereka.
"Ikut aku" Kata Kadi serius.
"A.. Ku.. " Jawab Yuna gugup.
"Lu mau gw gendong" Kata Kadi.
"Ngkk" Jawab Yuna kaget.
"Ayo" Kata Kadi.
Yuna mengigit bibirnya.
Jamia menghampiri mereka.
"Yuna akan pergi bersama kita" Kata Jamia.
Kadi memegang tangan Yuna.
Kadi melihat Jamia dengan dingin, lalu pergi melewatinya.
Jamia memegang tangan Yuna.
Kadi melihat tangan Yuna yang di tahan oleh Jamia.
Kadi melihat Jamia dengan dingin.
"Lepas" Kata Kadi.
Para murid melihat ke arah mereka.
"Ngk" Jawab Jamia.
"Jaken" Panggil Yuna pelan.
Ayu memegang tangan Jaken.
"Udah biarin aja" Bisik Ayu.
Bayu pun mendekati Jamia.
Kadi menatap Bayu.
"Kenapa dia menatapku seperti itu, mana seram pula" Pikir Bayu.
"Who do you think you are" Kata Jamia kesal.
Kadi maju mendekati Jamia.
"And who do you think you are?" Jawab Kadi.
"You don't know anything about her" Lanjut Kadi sambil melepaskan tangan Jamia yang memegang tangan Yuna dengan kasar.
"Al" Panggil Yuna.
Kadi menarik Yuna pergi, Teman-teman Yuna terdiam dan hanya bisa melihat Yuna pergi di bawa Kadi.
Yuna berbalik melihat teman-temannya.
"Gays" Pikir Yuna
"Yang dia(Kadi) bilang benar" Kata Jamia.
Ayu dan Bayu melihat Jamia.
"Benar" Jawab Ayu.
Mereka pun kembali dalam keadaan diam.
Mobil Kadi.
"Yaakk" Teriak Yuna kesal sambil memukul Kadi.
"Apa sih, sakit" Kata Kadi
"Lu kasar banget tadi" Kata Yuna kesal.
"Siapa suruh dia ikut campur" Jawab Kadi.
"Emang lu ngk bisa apa bicara baik-baik" Kata Yuna
"Aku tu udah baik, dianya aja nyolot" Jawab Kadi.
Yuna emosi.
"Ahkkkkk ALKADRIE i hate you" Kata Yuna kesal sambil menarik rambut Kadi.
"Aahkkk yaakkkk" Kata Kadi sambil menahan tangan Yuna.
"Dia(Jamia) pasti marahhh" Kata Yuna
"Biarin aja dia marah" Kata Kadi.
"Biarin aja matamu, anji**" Kata Yuna kesal.
Yuna memukul Kadi.
Sopir hanya diam melihat pertengkaran mereka.
5 menit kemudian.
__ADS_1
Yuna diam.
Kadi pun diam.
Merah sampai di asrama Eka.
Yuna membuka pintu.
"Selamat datang lagi" Sapa Eka.
Yuna tersenyum kecil.
Kadi keluar mobil.
Eka terkejut melihat Kadi.
"Muka lu kenape? Rambut acak-acakan" Tanya Eka.
"Di cakar kucing garong" Jawab Kadi sambil melihat Yuna.
Yuna hanya diam.
Eka melihat Yuna.
"Rambutnya rapi seperti tidak terjadi apa-apa" Pikir Eka.
"Tapi dia" Pikir Eka sambil melihat Kadi.
"Ayo masuk, aku lapar" Kata Yuna ketus.
"Ah, iya masuk" Kata Eka.
Yuna berjalan di depan Eka dan Kadi.
"Lu ngapain dia, sampai muka lu acak-acakan kynk gini?" Tanya Eka.
"Hahhh, gw marahin temannya" Jawab Kadi.
"Ha!? , lu marahin siapa?" Tanya Eka.
"Salah satu temannya" Jawab Kadi.
Yuna memasukkan sandi kamar Eka.
"Why?" Tanya Eka.
"Nanti gw cerita" Jawab Kadi.
Mereka masuk kamar Eka.
...****************...
Rumah Ayu.
"Hahh" Kata Ayu sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Ayu membuka ponsel dan melihat fotonya bersam ke tiga temannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sekolah tadi.
"Kalo gw cerita, lu mau cerita punya lu juga" Kata Yuna sambil menunduk sedikit agar setinggi Ayu lalu mendekatkan wajahnya.
Ayu terdiam.
Yuna tersenyum kecil.
"Sepertinya kita semua masih belum terbiasa" Kata Yuna.
Pertengkaran.
"And who do you think you are?" Jawab Kadi.
"You don't know anything about her" Lanjut Kadi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Kamar Jamia.
Jamia duduk di depan kolam renangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"And who do you think you are?" Jawab Kadi.
"You don't know anything about her" Lanjut Kadi
Jamia mengingat kebersamaannya bersama Yuna.
"Sepertinya kita semua masih belum terbiasa" Kata Yuna.
"Waohh sepertinya rahasia kalian sangat banyak ya" Lanjut Yuna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
Tempat balapan.
Mobil Bayu.
Bayu melihat temannya yang sedang bercanda, mengingat dia bersama ketiga temannya.
"Haahhh" Kata Bayu.
Bayu menutup semua jendela mobilnya.
...****************...
Asrama Eka.
Setelah selesai makan, Yuna berdiri di jendela.
Kadi menghampiri Yuna.
"Sorry" Kata Kadi.
Yuna hanya diam.
"I'm really sorry" Lanjut Kadi.
Eka melihat mereka.
Eka memotret mereka lalu di kirim ke Arya.
"Aku tidak mau memarahinya tapi, laki-laki itu" Lanjut Kadi.
Yuna melirik Kadi.
__ADS_1
"Laki-laki??" Pikir Eka.
"I don't like him" Lanjut Kadi.
Yuna masih diam.
"Dia ketua geng" Lanjut Kadi.
"Woah" Kata Eka kaget.
"Heran gw, teman lu kok dunia bawah semua" Kata Eka sambil tertawa kecil.
Yuna melihat Eka sambil tersenyum kecil.
"Dari Al, pengelolaan persenjataan" Kata Eka.
Kadi melihat Eka datar.
"Lalu wanita satunya penerus kasino terbesar di US" Lanjut Eka.
"Sekarang laki-laki ketua geng" Lanjut Eka sambil tertawa.
Yuna melihat Eka bingung.
"Wanita penerus kasino? What you mean?" Tanya Yuna.
"Ups" Kata Eka sambil menutup mulutnya.
Yuna tersenyum kecil.
"Udah ngk usah di cerita" Kata Yuna.
Yuna berjalan ke sofa.
Eka melihat Yuna yang sedang duduk di sofa.
Yuna menuangkan anggur di dalam gelasnya.
"Ternyata begitu" Kata Yuna.
"gw jadi penasaran dengan cerita mereka" Lanjut Yuna.
"Kynk mereka ngk ada niat untuk cerita" Kata Eka lalu duduk di sebelah Yuna.
"Kita lihat saja" Kata Yuna sambil minum anggur non alcohol.
Kadi melihat Yuna.
"Kalo begitu lu tau dia(Bayu) ketua geng?" Tanya Kadi.
Yuna melihat Kadi lalu tersenyum kecil.
"Hmm i know" Jawab Yuna.
"Hahhh" Kata Kadi lalu memalingkan wajahnya.
Yuna berdiri lalu membuka jaketnya.
"Anjirr" Kata Eka kaget.
Eka berdiri lalu memegang Yuna.
Kadi melihat Eka dan Yuna.
"What happened to your body?" Tanya Eka.
Kadi menghampiri Yuna, lalu memegang tangannya.
Yuna tersenyum kecil.
"Sedikit memar" Jawab Yuna.
"Sedikit" Kata Kadi kesal.
"Heyy ini tidak sebanding dulu saat aku dikira anak ayahmu" Kata Yuna.
"Benar, waktu itu Yuna sampai masuk RS" Kata Eka sambil melihat Kadi.
Kadi terdiam.
Yuna tersenyum kecil.
"Anjirr, siapa lakuin ini?" Tanya Kadi.
"Hahhh" Kata Yuna lalu duduk kembali.
Kadi mengambil air hangat dan Eka mencari obat.
Mereka mengobati Yuna dan Yuna mulai menceritakan kejadian yang terjadi padanya.
"Hahaha, gila kau" Kata Eka sambi mengolesi krim di memar Yuna.
Yuna tertawa kecil.
Kadi menggelengkan kepalanya.
"Ya mau gimana lagi, mereka mukulin dia di saat gw ada di situ" Kata Yuna.
"Sekalian olahraga" Lanjut Yuna.
"Gila" Kata Eka sambil tertawa kecil.
"Lalu mati ngk?" Tanya Eka.
"Ngk" Jawab Yuna.
"Why?" Tanya Kadi.
"Anak orang cok" Jawab Yuna.
Mereka bertiga tertawa.
"Al" Panggil Yuna.
"Besok lu harus minta maaf sama dia(Jamia)" Kata Yuna.
"Ya i know" Jawab Kadi cemberut.
"Dan lu juga kalo terjadi apa-apa lu harus bilang, apa lagi yang kynk gini" Lanjut Kadi sambil melihat tangan Yuna.
Yuna mengangguk pelan sambil tersenyum kecil.
Yuna dan Kadi pun pulang.
Eka mengantarkan kedua temannya ke bawah.
"Nanti kita mampir lagi" Kata Yuna.
"Hmm ku tunggu" Jawab Eka.
Yuna memeluk Eka, di ikuti oleh Kadi.
__ADS_1
Mereka naik mobil, tidak lupa melambaikan tangan.