KISAH KAMI.

KISAH KAMI.
Bab 77. Yuna Tertembak.


__ADS_3

Bayu berlari sampai ke lantai 6 lewat tangga.


Anif menggendong Yuna sambil menangis dan seluruh tubuhnya bergetar.


Bayu sampai.


Bayu mengambil Yuna dari pelukan Anif.


Dalam lift.


"Ambil ponsel gw" Kata Bayu.


Anif mengambil ponsel Bayu di sakunya.


"Tekan 2" Kata Bayu.


Anif dengan cepat menekan nomor 2.


"Kami sedang mengejar" Jawab Two(orang Bayu yang berjaga)


Dor.. Dor.. Dor


Mereka menembak drone.


"Tangkap pemiliknya hidup²" Kata Bayu dengan suara bergetar.


"Baik" Jawab Two.


Mereka mematikan telfon.


"Telfon Ronald" Kata Bayu.


Anif dengan cepat mencari nomor Ronald.


"Halo" Jawab Ronald.


"Siapkan ruang VIP di rumah sakit" Kata Bayu.


"Ok" Jawab Ronald cepat.


"Suruh orang kemari" Kata Bayu.


"Ok" Jawab Ronald.


Di bawah.


Teman-teman mereka berlari keluar saat mendengar suara ambulans.


Orang yang berjaga juga terlihat sibuk.


Bayu sampai di bawah, mereka semua melihat Bayu sedang menggendong Yuna sedangkan Anif sudah tidak memakai baju dan tangannya penuh dengan darah.


Mereka semua terkejut.


Ambulans pergi.


"Kerahkan orang kalian" Kata Bayu dengan suara bergetar, matanya juga merah.


Ayu melepaskan pegangannya pada Jamia.


Felix dan Fredik mengejar ambulans.


Jamia, Kadi dan Arya langusng menelfon orang²nya.

__ADS_1


Bayu terduduk,dia memegang kepalanya, semua tubuhnya bergetar, Gita yang melihat itu langsung memeluk Bayu sambil menangis.


Orang² Bayu datang sambil membawa beberapa polisi kepercayaan mereka.


"Bay" Panggil Reza dan Erik.


Polisi langsung ke TKP, Arya, Yo dan Rin ke ruang CCTV, mereka langsung mencari tau asal drone.


Kedua sepupu Bayu kaget melihat Bayu yang terlihat depresi.


...****************...


Rumah sakit.


Mereka langsung membawa Yuna ke ruang operasi.


Fredik menengkan Ayu dan Eka yang sedang menangis, Anif dan Felix kesana kemari di depan ruang operasi.


Anif bersandar di tembok sambil menangis, dia melihat tangannya yang bergetar dan ada darah Yuna yang sudah kering.


...****************...


Rumah besar.


Bayu duduk sofa ruang tamu.


Orang² Jamia dan Kadi mulai bergerak.


Jamia pergi melihat Bayu, Jamia berdiri di depan Bayu yang sedang menunduk menangis.


Kedua sepupu Bayu tidak berani mendekati Bayu.


Bayu melihat ada kaki di depannya, lalu dia melihat ke atas, Jamia sedang melihatnya sambil menangis.


Bayu berdiri langsung memeluk Jamia.


Mereka semua menangis.


Jamia menepuk pelan pundak Bayu.


"Kalian ke rumah sakit, kita akan mengurus yang di sini" Kata Jamia yang masih memeluk Bayu.


Aris , Reky dan Gita mengangguk.


...****************...


Rumah sakit.


Suster menghampiri mereka.


"Keluarga pasien?" Tanya suster.


Mereka semua melihat suster.


"Kami... " Jawab Ayu bingung.


"Sebentar lagi akan datang" Jawab Eka.


"Lalu kalian?" Tanya Suster.


"Kami temannya" Jawab Felix.


"Tolong satu orang dari kalian ikut saya untuk mengisi formulir pasien" Kata suster.

__ADS_1


"Baik, saya saja" Jawab Eka.


"Baiklah, mari" Kata Suster.


Eka menghapus air matanya, dia juga menelfon Yuri, tapi nomornya tidak bisa di hubungi.


Ronald sampai di rumah sakit, dia langsung mencari keberadaan teman² Yuna.


Ronald melihat Eka, Ronald menghampiri Eka, Eka terkejut, Ronald memberikan kartu VIP miliknya.


Suster melihat kartu milik Ronald tidak banyak bertanya, dia dengan cepat mengurus kamar Yuna.


Aris, Reky dan Gita sampai.


Satu jam kemudian Yuna keluar dari ruang operasi, dia di bawah ke ruang VIP yang sudah di sediakan.


Dokter melarang mereka masuk.


"Ayu?" Panggil Yuri.


Mereka semua melihat Yuri.


"Ayu kan?" Tanya Yuri.


Yuri sedang turun dinas.


Ayu berlari ke arah Yuri sambil menangis, dia memeluk Yuri, Yuri bingung.


"Kenapa? Kamu kenapa?" Tanya Yuri.


"Yuna kakk" Jawab Ayu.


"Yuna? Yuna kenapa?" Tanya Yuri bingung.


Yuri melepaskan pelukan Ayu, Yuri menatap Ayu.


Ayu hanya menangis, Yuri melihat teman² Ayu, mereka semua menunduk.


Yuri terkejut melihat Anif yang tangannya ada darah.


Yuri melihat dokter yang berdiri di depan ruangan.


Yuri berlari ke arah dokter, Yuri mencoba masuk ke dalam ruangan tapi di cegah dokter.


"Jangan masuk" Kata Dokter.


"Dokter, saya hanya liat aja" Jawab Yuri.


Yuri mencoba melepaskan tangan dokter.


"Plis Ren" Kata Yuri yang matanya mulai berkaca².


Rendi Elean, saudara Erik Elean sepupu Bayu, juga senior Yuri tapi mereka seumuran.


"Gw hanya mastiin, itu bukan adik gw" Lanjut Yuri.


Suster datang membawa formulir Yuna, Yuri langsung mengambil formulir itu.


Tangan Yuri bergetar membaca formulir.


"Ngk, ini... Apa ini" Kata Yuri langsung menangis.


Bayu dan lainnya juga sudah datang bersama Eka dan Ronald.

__ADS_1


Mereka kaget melihat Yuri.


Yuri melihat ketiga teman lama Yuna dengan marah.


__ADS_2