
Setelah menelfon Jamia, Yuna pun melanjutkan memesan makanan.
Yuna melihat ke arah Ayu sambil tersenyum malu, Ayu melihat ke arah Yuna sambil tertawa kecil.
"Jaken dan Bayu pesan apa?" Tanya Ayu.
" Ah, nanti mereka pesan sendiri" Jawab Yuna ketus.
Ayu hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum kecil.
Mereka berdua mencari tempat untuk mereka berempat duduk, sambil membawa makanan mereka berdua.
Sampai di tempat duduk.
Ayu dan Yuna duduk bersama, Yuna sudah mulai makan tapi Ayu hanya melihat makanannya.
"Kalau kamu ngk makan, sini aku yang makan" Kata Yuna sambil mengunyah makanannya.
Ayu melihat ke arah Yuna "Telan dulu tu makanan" Kata Ayu.
Yuna hanya tersenyum, sambil mengunyah makanannya.
Suasana hati Ayu pun menjadi lebih baik.
"Btw tadi kenapa?" Tanya Ayu sambil makan.
"Tadi!?" Jawa Yuna agak bingung.
"Jaken dan Bayu" Kata Ayu.
"Aaahh" Jawab Yuna
"Nyebelin" Lanjut Yuna sambil mengerutkan alisnya.
"Ha!?" Kata Ayu bingung.
Jamia dan Bayu pun sampai.
Yuna dan Ayu melihat ke arah mereka berdua.
"Pesanan kita berdua mana?" Tanya Bayu.
Yuna melihat ke arah Bayu sambil meman-nyunkan bibirnya dan mengerutkan alisnya.
"GO.. A.. Way" Jawab Yuna.
"What the... You" Kata Bayu kesal.
Mereka berdua saling menatap, alis mereka berdua mengkerut.
"Sudah.. Sudah.. let's go order" Ajak Jamia pada Bayu.
"Tunggu aku" Lanjut Jamia sambil melihat ke arah Ayu dan Yuna.
Yuna dan Ayu mengangguk sambil tersenyum, Bayu melihat ke arah Yuna sambil menunjuknya, Yuna yang melihat itu malah mengejek Bayu, Bayu makin kesal.
Ayu dan Jamia yang melihat tingkah Yuna dan Bayu hanya bisa tertawa.
Ayu melihat ke arah Yuna "Jangan terlalu dekat,nanti dia cemburu(Jamia) " Kata Ayu.
Yuna melihat ke arah Ayu, sambil tersenyum.
"Bukankah itu bagus" Jawab Yuna sambil tersenyum.
Ayu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Tiba-tiba Yuna memegang kepala Ayu.
Ayu melihat ke arah Yuna.
"Jangan di tahan sendiri, jika kamu ingin cerita, cerita saja atau" Kata Yuna yang tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi dingin.
__ADS_1
"Jika kamu marah, lampiaskan saja, pukul mereka atau kamu mau aku yang lakukan, aku bisa mematahkan kakinya atau lebih...?" Lanjut Yuna yang terhenti karna Ayu menatapnya.
Ayu yang terkejut melihat ekspresi Yuna dan mendengar apa yang Yuna katakan, Ayu terdiam dan agak sedikit merinding.
Yuna sedang membahas tentang Gita.
Melihat wajah Ayu yang terkejut, Yuna langsung tersenyum.
Yuna pun berbalik dan melanjutkan makan.
"Makan" Kata Yuna
Ayu terkejut "Ah, i..iya" Jawab Ayu sedikit canggung.
Ayu sesekali melihat ke arah Yuna, begitu juga sebaliknya.
"Hahh, apa aku terlihat seram ya tadi" Pikir Yuna.
"Terima Kasih" Kata Ayu.
Yuna melihat ke arah Ayu, begitu juga sebaliknya mereka berdua saling tersenyum.
Yuna da Ayu melanjutkan makannya.
"Kamu kenal dengannya (Gita)" Tanya Yuna.
"Ya begitulah" Jawab Ayu.
Yuna hanya mengangguk pelan, Yuna tidak berani melanjutkan pertanyaannya karna ekspresi Ayu terlihat tidak nyaman.
Jamia dan Bayu pun sampai.
Jamia dan Bayu duduk di depan Yuna dan Ayu.
Jamia melihat ke arah Yuna dan Ayu yang terlihat sedikit canggung.
"Ada apa dengan mereka berdua?" Bisik Jamia pada Bayu.
"Pasti Yuna mengambil makanan Ayu" Jawab Bayu.
Yuna mendengar apa yang di katakan Bayu.
Yuna menatap Bayu, Bayu pun menatap Yuna.
Yuna pun berdiri lalu mengambil sendoknya,Yuna menyendok daging di mangkok Bayu.
Saat Yuna mau memakannya, Bayu berdiri dan menahan tangan Yuna.
"Hahh, mereka mulai lagi(bertengkar)" Pikir Jamia dan Ayu.
"Jangan di makan... " Kata Bayu.
Yuna menatap Bayu sambil alisnya mengkerut.
"Itu.. PORK" Lanjut Bayu.
Yuna membeku.
"Po.. Pork!!" Kata Ayu terkejut.
Yuna menatap daging yang ada di sendok yang sedang dia pegangnya, Bayu perlahan-lahan melepaskan tangan Yuna sambil menahan tawa.
"Aaahkk" Teriak Yuna sambil melempar sendok yang di pegangnya.
"Ewwww" Lanjut Yuna.
Yuna mengambil tisu "Ewww" Lanjut Yuna lagi sambil melap tangannya pakai tisu.
Bayu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yuna.
"Iiiiii" kata Ayu sambil bergeser menjauh dari Yuna.
Para murid yang ada di kantin melihat ke arah mereka berempat.
__ADS_1
Bayu masih tertawa.
"That's not true" Kata Jamia sambil tertawa
"He's just kidding" Lanjut Jamia.
Jamia dan Bayu tertawa sedangkan Yuna dan Ayu masih terkejut
"Ha!!!" Kata Yuna terkejut, Yuna menatap Bayu dengan kesal.
"Bayu Bangsat" Lanjut Yuna kesal.
Bayu melihat ke arah Yuna, Bayu pun lanjut tertawa.
Yuna sangat kesal, Yuna memejamkan matanya sambil menahan emosinya.
"Sabar Yun" Kata Ayu menenangkan padahal Ayu sendiri juga kesal.
Jamia dan Bayu masih tertawa.
Yuna menatap Bayu "It's not funny" Kata Yuna pelan tapi penuh tekanan.
Bayu dan Jamia pun terdiam dan saling melirik.
"I'm....sorry, i'm...just kidding" Kata Bayu.
Yuna hanya mengangguk sambil kembali duduk tapi Yuna meresa tidak nyaman.
Sebelum duduk Yuna tidak lupa untuk minta maaf pada orang-orang yang ada di sekitarnya.
Tiba-tiba...
Seseorang mengembalikan sendok Yuna yang di lempar tadi.
"Ini sendok mu" Kata Felix sambil memberikan sendok Yuna.
Yuna melihat ke arah Felix "Terima Kasih" Jawab Yuna sambil mengambil sendok yang di berikan Felix.
Felix melihat ke arah Bayu, Bayu juga melihat ke arahnya.
"Apa tadi sendok mengenaimu?" Tanya Yuna.
Felix melihat ke arah Yuna lagi.
"No" Jawab Felix sambil menggelengkan kepalanya pelan.
Yuna mengangguk pelan "Syukurlah. Sorry and thank you" Lanjut Yuna sambil tersenyum kecil.
"No problem" Jawab Felix "Aku balik dulu" Lanjut Felix sambil menujuk bangku yang di duduk ki nya.
Yuna hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.
Felix pun kembali ke tempat duduknya sambil melihat ke arah Bayu dengan ekspresi tidak suka.
Bayu tidak memperdulikannya.
Mereka berempat menjadi canggung.
Jamia dan Bayu melanjutkan makan mereka, tapi Yuna dan Ayu selera makan mereka sudah hilang.
"Kalian berdua tidak makan?" Tanya Jamia.
"Ha!!" Jawab mereka berdua sedikit terkejut.
Yuna dan Ayu saling memandang.
"Ah.. Aku sudah kenyang" Jawab Yuna sambil tersenyum canggung.
Ayu hanya mengangguk pelan.
"Tapi makanan kalian masih banyak" Lanjut Jamia.
"Ah,no problem. Kalian lanjutkan aja makannya, kita akan menunggu" Lanjut Ayu.
__ADS_1
Yuna hanya mengangguk pelan.